BPBD Pasuruan Siap Atasi Kekeringan 12 Desa akibat El Nino
Gambar atau konten salah?
Pasuruan, 07 April 2026 – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pasuruan menyiapkan langkah‑langkah untuk menghadapi dampak El Nino yang diperkirakan akan muncul dalam beberapa bulan ke depan.
“Ada 12 desa di tiga kecamatan rawan kekeringan dan krisis air bersih karena sumber air menyusut,” kata Kepala BPBD Kabupaten Pasuruan, Sugeng Hariyadi, pada hari Selasa.
Desa‑desa yang teridentifikasi tersebar di tiga kecamatan. Di Kecamatan Lumbang terdapat Desa Karangjati, Bulukandang, Watulumbung, Pancur, dan Banjarrimbo. Kecamatan Pasrepan mencakup Desa Klakah, Ngantungan, Pasrepan, Galih, Sibon, dan Petung. Sedangkan di Kecamatan Winongan terletak Desa Kedungrejo.
“Kekeringan di 12 desa ini karena sumber air menyusut. Ketika musim kemarau datang, sumber air cenderung mengecil bahkan tidak keluar, sehingga berdampak langsung pada ketersediaan air bersih warga,” jelas Sugeng Hariyadi.
Menurut data BPBD, lebih dari 17 ribu jiwa atau sekitar 6 ribu kepala keluarga berpotensi terdampak di desa‑desa tersebut.
“Kami minta warga menggunakan air secara bijak. Pihak desa juga kami harap berkoordinasi kepada camat bilamana di wilayahnya terdapat kekurangan air bersih. Selanjutnya camat akan koordinasi dengan BPBD,” tambahnya.
Setelah ditetapkan Siaga Kekeringan, BPBD akan melanjutkan dengan penetapan Darurat Kekeringan. Sebagai bagian dari respons, BPBD berencana melakukan distribusi air bersih ke daerah yang terdampak.
Upaya ini menegaskan kesiapan pemerintah daerah dalam mengelola risiko kekeringan, sekaligus menekankan pentingnya kolaborasi antara warga, desa, dan camat untuk meminimalisir dampak negatif El Nino.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Ratusan Monyet Ekor Panjang Turun ke Pasar, Cari Makan
Guru SD di Sidoarjo Naik Perahu Demi Mengajar saat Banjir Rob
Messi Geser Mbappe di Puncak Top Skor Piala Dunia
Penyebab Karhutla: dari Hal Sepele hingga Bencana
KAI Bantah Penguntit Penumpang Wanita di Supas adalah Pegawai
Banjir Rob Kalianak Semakin Parah, Warga Minta Dam Dibangun
Berita Terbaru
Bahlil Bantah Pemadaman Listrik Terkait Pasokan Batu Bara
Harga Minyak US$100 Per Barel, Masyarakat Berbondong Beralih ke BBM Subsidi
Bahlil Buka Suara soal Badan Usaha Khusus Migas Baru
Bahlil soal Impor Migas: Cari Pemasok Termurah
Pemerintah Dorong Program B50 Berhasil, Kini Siap Kembangkan E50
Presiden Kirim Surat ke DPR untuk Bahas RUU Migas
Pemerintah Hidupkan 45.000 Sumur Rakyat dan Sumur Tua
Proyek Sampah Jadi Listrik Bogor Raya 1 Mulai Dibangun
Pertamina Percepat Produksi Migas Demi Target 1 Juta Barel
Pertamina EP Buka Suara soal Kasus BUMD Bekasi
