BPBD Riau Lakukan Patroli Rutin Hadapi Suhu Tinggi

Kartika D. · 2 min baca · 2 bulan lalu · 75 dibaca
Bisik.id
BPBD Riau Lakukan Patroli Rutin Hadapi Suhu Tinggi

Gambar atau konten salah?

Di Pekanbaru, Provinsi Riau, beberapa wilayah mengalami suhu tinggi. BPBD Riau menanggapi potensi kebakaran hutan dan lahan dengan melakukan patroli rutin.

Menurut Edy Afrizal, kepala BPBD Riau, patroli dilakukan secara teratur di titik-titik rawan. “Kita patroli terus secara rutin karena saat ini kondisi cukup panas terik. Termasuk titik-titik rawan kebakaran lahan,” ujarnya.

Hingga saat ini, 10 dari 12 kabupaten dan kota di Riau sudah menetapkan status siaga kebakaran hutan dan lahan. Satu-satunya dua daerah yang belum menyiapkan status adalah Kota Pekanbaru dan Kuantan Singingi.

10 dari 12 kabupaten dan kita sudah resmi menetapkan status siaga kebakaran hutan dan lahan, tersisa Pekanbaru dan Kuansing saja. Dua daerah ini memang belum karena kemarin justru hujan terus,” kata Edy.

Untuk mengantisipasi risiko, Satgas Gabungan melakukan koordinasi bertahap di beberapa daerah. Mereka memantau dari udara dan jalur darat, termasuk memantau kebakaran hutan dan lahan di lahan gambut.

“Saat ini ada dua unit untuk patroli, ada heli dan pesawat untuk udara. Sedangkan jalur darat ada satgas darat dengan memantau fire spot agar bisa ditindaklanjuti kalau ada diperlukan tindakan lebih lanjut. Kalau heli water bombing ada dua unit standby,” tambah Edy.

Meski cuaca panas ekstrem, operasi modifikasi cuaca (OMC) telah dihentikan. Penutupan OMC bertujuan mengantisipasi curah hujan berlebih dan potensi banjir.

OMC sudah dihentikan beberapa waktu lalu. Ini juga untuk mengantisipasi banjir, Kuansing itu kemarin juga debit air Sungai Kuantan sempat naik,” jelas Edy.

Dengan langkah-langkah tersebut, BPBD Riau berusaha mencegah kebakaran hutan dan lahan menyebar di wilayahnya. Patroli rutin dan koordinasi antar unit menjadi kunci dalam mengurangi risiko kebakaran di tengah kondisi panas terik.

BPBD Riaukebakaran hutanpatroli rutinPekanbaruKuantan SingingiOMCheli water bombing

Komentar

Memuat komentar...