BPOM Peringat Suplemen Chu U & Imthip Berbahaya Thailand

Wati N. · 1 min baca · 1 bulan lalu · 77 dibaca
Bisik.id
BPOM Peringat Suplemen Chu U & Imthip Berbahaya Thailand

Gambar atau konten salah?

BPOM RI mengungkap dua suplemen berbahaya yang beredar di Thailand. Salah satunya bernama Chu U, mengandung sildenafil dan tadalafil, sementara yang lain bernama Imthip diklaim menurunkan berat badan namun mengandung furosemid.

Produk Chu U dipasarkan sebagai stamina pria, namun tidak terdaftar di BPOM. Imthip dijual dengan janji membuat langsing, padahal mengandung bahan kimia obat yang seharusnya hanya tersedia dengan resep.

Taruna Ikrar, kepala BPOM RI, menegaskan bahwa bahan kimia obat (BKO) harus disertai resep medis dan pemantauan dokter. Ia menekankan bahwa penggunaan BKO tanpa pengawasan dapat menimbulkan risiko serius.

Taruna mengatakan: "Obat bahan alam yang mengandung sildenafil, tadalafil, dan nortadalafil pada produk stamina pria berisiko menyebabkan gangguan jantung, stroke, hingga kematian mendadak jika dikonsumsi tanpa pengawasan tenaga kesehatan," dalam keterangan tertulis 22 Mei 2026.

Ia juga menambahkan: "Sementara itu, penggunaan deksametason, prednisolon, natrium diklofenak, dan asam mefenamat secara tidak terkontrol pada produk pegal linu dapat memicu kerusakan ginjal, perdarahan lambung, hingga efek moon face akibat gangguan hormon. Selain itu, paparan zat seperti siproheptadin dan klorfeniramin maleat dalam jangka panjang tanpa dosis yang tepat berisiko menyebabkan kantuk berat, gangguan metabolisme, dan kerusakan fungsi hati," lanjutnya.

Menurut penelusuran BPOM, kedua produk tersebut belum beredar di Indonesia. Namun, pihaknya tidak menutup kemungkinan adanya peredaran ilegal lintas negara. Masyarakat diimbau untuk tidak membeli atau mengonsumsi produk-produk tersebut.

Peringatan ini menyoroti bahaya suplemen tidak terdaftar yang mengandung obat resep. Konsumen harus waspada dan menghindari produk yang tidak memiliki izin resmi.

BPOM RIsuplemen berbahayaChu UImthipsildenafilfurosemidBKOrisiko jantung

Komentar

Memuat komentar...