BPOM Setujui Label Nutri‑Level: Ganti Cara Baca Gizi
Gambar atau konten salah?
BPOM di Indonesia telah menyetujui revisi peraturan tentang pencantuman label Nutri-Level pada produk pangan olahan. Label ini dirancang untuk memudahkan konsumen melihat kandungan gula, garam, dan lemak (GGL) secara cepat.
Keputusan ini datang saat para pakar khawatir tentang tingginya konsumsi minuman berpemanis, atau SSB, di Indonesia. Banyak orang tidak sadar berapa banyak gula yang mereka konsumsi hanya lewat minuman.
Dosen Departemen Gizi Masyarakat IPB University, Dr Zuraidah Nasution, mengungkapkan, “Batas asupan gula yang dianjurkan per hari adalah sekitar 50 gram (4 sendok makan). Bayangkan, 50 persen dari batas itu terkadang sudah terpenuhi hanya dari satu porsi minuman berpemanis saja.”
Menurut data Kementerian Kesehatan, rata‑rata gula yang dikonsumsi dari minuman berpemanis saja dapat mencapai sekitar 50 persen dari batas harian yang dianjurkan. Akses mudah ke produk boba, kopi kekinian, dan minuman kemasan membuat masyarakat sering tidak sadar telah melampaui ambang batas aman.
Dr Zuraidah menekankan pentingnya peran keluarga. “Kebiasaan konsumsi manis yang terbentuk sejak kecil akan sulit diubah saat dewasa. Bukan berarti tidak boleh sama sekali, tetapi kita yang mengatur. Batasi jumlahnya, perhatikan total gula seharian, dan jadikan label gizi sebagai panduan utama,” ujarnya.
Indikator warna Nutri-Level menggunakan alfabet dan warna untuk menunjukkan kualitas GGL produk. Sistem ini diharapkan menjadi senjata utama masyarakat dalam memerangi penyakit tidak menular (PTM) seperti diabetes.
“Dua hari yang lalu kami telah putuskan, kita menggunakan sistem apa yang kita sebut dengan alfabet dan berdasarkan warna,” kata Taruna Ikrar di Jakarta Pusat pada 08 April 2026.
Berikut rincian tingkatan Nutri-Level:
- Level A (Hijau Tua): Kandungan GGL paling rendah – sangat sehat.
- Level B (Hijau Muda): Kandungan GGL rendah.
- Level C (Kuning): Kandungan GGL sedang, perlu dikonsumsi dengan bijak.
- Level D (Merah): Kandungan GGL tinggi, sangat perlu dibatasi.
Dengan sistem ini, konsumen dapat dengan cepat membedakan produk mana yang lebih baik untuk kesehatan. Nutri-Level diharapkan membantu masyarakat mengurangi asupan gula dan menjaga pola makan yang lebih sehat.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Kasus COVID-19 China Melonjak Tiga Kali Lipat pada Juni 2026
Alasan Australia Tolak Daun Kelor sebagai Pangan Sehari-hari
Gelombang Panas Tewaskan 2.700 Orang di Inggris & Wales
Menu Makan Harry Kane: Salmon, Nasi, dan Salad
Uji Ketajaman Mata: Temukan Objek Tersembunyi
7 Makanan Atasi Wajah Bengkak Tanpa Diet Ekstrem
