BPOM Temukan Penjualan Gas Tawa Ilegal Online di Cengkareng
Gambar atau konten salah?
BPOM kembali menemukan peredaran ilegal gas nitrogen monoksida (N₂O), yang dikenal sebagai gas tawa. Produk tersebut bermerek Baby Whip dijual secara online lewat akun media sosial, seperti Facebook, WhatsApp, dan Instagram. Penemuan ini terjadi di wilayah Cengkareng, Jakarta Barat.
Ketua BPOM RI Taruna Ikrar menyatakan bahwa penyalahgunaan N₂O telah menjadi perhatian nasional dalam beberapa bulan terakhir. Ia menegaskan bahwa tren ini meningkat dan sudah menimbulkan korban jiwa. Menurutnya, N₂O adalah gas medis yang biasanya dipakai di ruang anestesi atau ruang bius untuk menenangkan pasien sebelum operasi.
"Kita tahu dalam konteks keilmuwan, yang kita kita sebut dinitrogen oksida ini merupakan pengembangan dari asam amonia yang berkembang, dan dipisahkan menjadi antara N₂O dengan terakhir amonium, jadi menghasilkan urea," jelas Taruna dalam konferensi pers, 09 April 2026.
"Jadi, efek dinitrogen oksida itu sebetulnya gas medik yang digunakan di ruang anestesi atau ruang bius sebetulnya untuk membantu proses sedatifnya (penenang), sehingga sebelum pasien itu dioperasi dengan penggunaan gas ini pasien mengantuk, kemudian hilang rasa cemasnya. Itu fungsi utamanya,"
Taruna menambahkan bahwa pengguna N₂O mengalami kesulitan dalam aktivitas sehari-hari. Ia menekankan bahwa dampak jangka pendeknya dapat membuat seseorang tidak mampu menjalani tugas normal.
"Terkait dampak jangka pendeknya, pengguna N₂O ini akan mengalami hendaya atau ketidakmampuan signifikan dalam menjalani aktivitas sehari-hari dengan baik. Tetapi, jangka panjangnya bisa memicu ketergantungan atau adiktif."
"Tapi, jangka panjangnya kan bisa menyebabkan ketergantungan, khususnya ketergantungan atau adiktif secara psikologis. Karena dia merasakan bukan zatnya, beda dengan narkotika,"
"Kalau ini ketergantungan psikologis, dan bisa berdampak hal yang lebih parah lagi. Apalagi dengan dipadukan dengan zat-zat yang tidak diperuntukan dengan dosis tinggi, menyebabkan pernapasannya hipoksia (jaringan tubuh tidak mendapatkan asupan oksigen yang cukup), dan ujung-ujungnya kan bisa meninggal,"
Dr. Agil Wahyu Wicaksono, MBiomed, dosen Fakultas Kedokteran dan Gizi IPB University, menjelaskan bahwa penggunaan gas nitrous oxide dapat merusak fungsi vitamin B12 di dalam tubuh.
"Penggunaan gas nitrous oxide ini bisa memberikan dampak beracun yang merusak fungsi vitamin B12 di dalam tubuh, yang berperan penting dalam menjaga kesehatan saraf."
"Gangguan ini menyebabkan kerusakan pada lapisan pelindung saraf atau meilin, baik pada sistem saraf pusat maupun saraf tepi,"
"Sementara dari berbagai laporan ilmiah, gangguan saraf yang paling sering muncul akibat penyalahgunaan N2O adalah kerusakan pada sumsum tulang belakang, terutama bagian yang berperan dalam fungsi rasa dan keseimbangan tubuh."
Dr. Agil juga menyoroti reaksi N₂O dengan zat lain di dalam tubuh, yang dapat membentuk senyawa sangat reaktif dan berbahaya.
"Selain itu, dr Agil juga menyebut N₂O dapat bereaksi dengan zat lain di dalam tubuh dan membentuk senyawa yang sangat reaktif dan berbahaya. Senyawa itu dapat merusak sel, memicu peradangan, serta menyebabkan kematian sel."
"Selain itu, N₂O dapat menghambat mitokondria sebagai penghasil energi sel, sehingga produksi energi menurun dan sel, terutama sel saraf, berisiko mati,"
"Gas ini juga dapat mengubah hemoglobin dalam darah sehingga tidak mampu mengikat oksigen secara optimal. Kondisi tersebut dapat menyebabkan kulit tampak kebiruan dan jaringan tubuh mengalami kekurangan oksigen."
Kasus ini menyoroti risiko penyalahgunaan gas medis yang dapat menimbulkan dampak kesehatan serius, mulai dari gangguan saraf hingga kematian akibat hipoksia. Pihak berwenang terus memperketat pengawasan dan menegaskan pentingnya kesadaran masyarakat tentang bahaya penggunaan N₂O di luar konteks medis yang sah.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Kasus COVID-19 China Melonjak Tiga Kali Lipat pada Juni 2026
Alasan Australia Tolak Daun Kelor sebagai Pangan Sehari-hari
Gelombang Panas Tewaskan 2.700 Orang di Inggris & Wales
Menu Makan Harry Kane: Salmon, Nasi, dan Salad
Uji Ketajaman Mata: Temukan Objek Tersembunyi
7 Makanan Atasi Wajah Bengkak Tanpa Diet Ekstrem
