Bri KUR Bantu Batagor Gembira Buka Usaha Fotocopy Sekolah
Gambar atau konten salah?
Endi Sunarya (41) dan Imas Nurlaela (38) kini mengelola Batagor Gembira, warung yang mulai beroperasi pada 01 Januari 1986 oleh orang tua mereka. Dari satu gerobak di depan PLN Depok, usaha ini tumbuh menjadi 10 cabang di kota Depok dan sekitarnya, dengan 12 karyawan yang berasal dari berbagai daerah seperti Banten dan Bogor.
Ayah dan ibu Imas, yang berasal dari Garut, memutuskan untuk merantau ke Depok pada akhir 1980-an. Setelah menikah, mereka memulai bisnis batagor ketika makanan tersebut sedang tren. Ayah, H. Memed, sebelumnya pernah menjual siomay keliling, namun memutuskan beralih ke batagor karena lebih menguntungkan.
Gerobak pertama terletak di Jalan Mekar Jaya, dekat kantor PLN. Nama “Batagor Gembira” tidak diusulkan oleh orang tua, melainkan diberikan oleh pelanggan mahasiswa Universitas Indonesia. “Nama Batagor Gembira itu sebenarnya bukan kita yang ngasih, tapi dari pelanggan anak-anak UI yang sering nongkrong sampai malam di PLN Depok,” terang Imas. Pelanggan setia sering menyebutkan bahwa mereka “kumpul di mana? Di Batagor Gembira aja.”
Seiring waktu, permintaan di PLN Depok terus meningkat. Pada 01 Januari 2010, ayah Imas membuka cabang kedua di pinggir Jalan Tole Iskandar, Mekar Jaya, Sukmajaya, tepat di samping swalayan TipTop. Imas mulai membantu produksi batagor di rumah pada 01 Januari 2011, sekaligus berjaga dan melayani pelanggan. Usaha ini cukup menguntungkan hingga memungkinkan orang tua mereka berangkat haji pada 01 Januari 2016.
“Alhamdulillah Bapak sama Mama udah berangkat haji dari jualan Batagor ini,” ungkap Imas. Setelah orang tua pergi, mereka diberi amanah untuk menjalankan bisnis sementara. “Makanya kemarin saya terjun di sini tuh karena Mama Bapak kan hajian lama tuh 40 hari. Jadi saya yang megang semuanya dari mulai bumbu, modal semua. Makanya saya terjun dari Mama Bapak hajian 2016,” kenang Imas.
Sebelumnya, Imas bekerja sebagai SPG di Carrefour. Namun setelah menikah dan memiliki anak, ia berhenti dan memilih fokus pada usaha batagor. “Dulunya saya kerja sebagai SPG (sales promotion girl) di Carrefour, cuman pas punya anak udah nggak kerja lagi, enakan usaha ini,” tuturnya.
Hari ini, Batagor Gembira memproduksi sekitar 100 kg batagor setiap hari untuk didistribusikan ke 10 cabang. Dari total produksi tersebut, Imas mengantongi omzet sekitar Rp 6 juta per hari. “Di cabang yang biasa paling dapat Rp 500 ribu, tapi kalau yang top nya masih di atas Rp 1 juta di PLN Depok, dua cabang sekitar Rp 3 jutaan dapat. Kalau yang lain‑lainnya masih belum ramai banget,” ungkapnya. Cabang-cabangnya tersebar di Depan PLN Depok (2 cabang), Samping TipTop, Depan SDI Bina Insani, Jl. Flamboyan Raya, Jl. Dadap Raya, Jl. Angin Mamiri, Depan SMPN 22, Jl. Kandang Roda Cibinong, dan Jl. Majapahit.
Keberhasilan mengelola sepuluh cabang tidak membuat Endi dan Imas puas. Dengan modal tambahan Rp 100 juta yang diperoleh melalui Kredit Usaha Rakyat (KUR) dari BRI pada 01 Januari 2025, mereka memutuskan untuk memperluas usaha. “Jadi kemarin kita pinjam ke BRI Rp 100 juta untuk buka usaha baru Fotocopy Gembira di Sekolah Tugu Ibu,” terang Endi. Dana tersebut dialokasikan untuk menyewa kios Rp 15 juta per tahun dan membeli mesin fotocopy serta perlengkapan ATK. “Untuk batagornya sendiri sebenarnya karena sudah berjalan, alhamdulillah tidak perlu tambahan modal,” ungkapnya. Endi menganggap proses pengajuan KUR sangat mudah dan cepat. “Mudah banget sih BRI memudahkan, kadang belum selesai juga ditawar‑tawarin lagi, jadi sangat membantu,” terangnya.
Selain Fotocopy Gembira, pasangan ini juga membuka usaha Mie Ayam Gembira di samping cabang kedua Batagor Gembira di Jalan Tole Iskandar. “Mie Ayam ini dulunya punya orang. Cuman pas udah nggak jualan lagi, akhirnya dikasih ke Bapak, Mama belajar bumbu‑bumbu. Kita yang lanjutin,” jelasnya. Dengan diversifikasi ini, mereka tidak hanya mengandalkan satu jenis makanan tetapi juga menyediakan layanan fotocopy dan makanan ringan bagi pelanggan di sekitar.
Keberhasilan finansial juga membuka peluang bagi keluarga ini untuk melakukan perjalanan ke luar negeri. “Alhamdulillah bapak mama saya bisa jalan‑jalan ke luar negeri, udah ke Thailand, udah hajian, udah umrah beberapa kali. Saya sama suami juga udah umrah beberapa kali. Alhamdulillah walaupun cuma dari usaha ini bisa lah gitu,” ungkapnya.
Di sisi lain, BRI terus berupaya mendukung UMKM melalui KUR. Direktur Utama BRI, Hery Gunardi, menyatakan bahwa KUR merupakan instrumen strategis untuk membantu sektor mikro dan produktif. “Melalui KUR, BRI berupaya menghadirkan pembiayaan yang mudah diakses, tepat sasaran, serta berkelanjutan. BRI tidak hanya memberikan akses modal, tetapi juga mendorong peningkatan kapasitas usaha agar pelaku UMKM, termasuk petani, dapat tumbuh dan berkembang secara berkelanjutan,” ujar Hery dalam keterangan tertulis. Ia juga menegaskan bahwa BRI terus memperkuat kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan guna memastikan penyaluran KUR memberikan dampak ekonomi yang nyata.
Hingga akhir 2025, BRI menyalurkan KUR sebesar Rp 178,08 triliun kepada sekitar 3,8 juta debitur di seluruh Indonesia. Lebih dari 60 % penyaluran dialokasikan ke sektor produksi. Pada periode Januari hingga Maret 2026, BRI berhasil menyalurkan KUR senilai Rp 47,09 triliun kepada 947 ribu nasabah pinjaman. Sektor pertanian menjadi kontributor utama dengan pembiayaan mencapai Rp 19,86 triliun atau setara 42,16 % dari total KUR yang sudah disalurkan.
Perjalanan Endi dan Imas menunjukkan bagaimana usaha kecil yang dimulai dari gerobak sederhana dapat berkembang menjadi jaringan bisnis yang melibatkan berbagai layanan. Dengan dukungan modal dan kebijakan pembiayaan yang memadai, mereka tidak hanya memperluas jangkauan produk, tetapi juga meningkatkan kualitas hidup keluarga dan memberikan kontribusi positif bagi perekonomian lokal.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Berita Terbaru
Prabowo Pilih Maung Mahal Demi Industri Dalam Negeri
Prabowo Akan Luncurkan Motor Listrik Nasional
Prabowo Resmikan Proyek LNG Masela, Tunggu 28 Tahun
Stok BBM Nasional Aman 14-40 Hari
PLN Diskon Tambah Daya 50% Sambut Tahun Ajaran Baru
Iran Ancam Hentikan Ekspor Energi Timur Tengah
Pemerintah Tetapkan 60% Gas Blok Masela untuk Domestik
Antrean BBM di Medan Kembali Normal
Prabowo Target Bangun 50 Pabrik Etanol Demi BBM Campur
Irak-Suriah Hidupkan Pipa Minyak Alternatif Hormuz
