BRI Life Buktikan Portofolio Sehat, Klaim 48,9% di Q1 2026
Gambar atau konten salah?
PT Asuransi Jiwa BRI Life mencatat total pembayaran klaim dan manfaat sebesar Rp 1,17 triliun pada kuartal pertama tahun 2026. Angka ini turun 2,4 % dibandingkan periode yang sama tahun 2025, ketika totalnya mencapai Rp 1,20 triliun.
Direktur Operasional BRI Life, Andrew Bain, menilai penurunan ini sebagai sinyal positif terhadap kesehatan bisnis perusahaan. Ia menegaskan bahwa pencapaian tersebut mencerminkan keberhasilan BRI Life dalam pengelolaan seleksi risiko yang lebih ketat dan efektif, serta menjaga kualitas portofolio nasabah yang lebih sehat sepanjang periode berjalan.
"Kami terus memperkuat tata kelola risiko dan seleksi portofolio agar pembayaran klaim tetap optimal tanpa mengorbankan pelayanan," kata Andrew dalam keterangan tertulis pada 08 Mei 2026. Ia menambahkan bahwa rasio klaim dan manfaat di kuartal pertama tahun 2026 yang terjaga dan lebih rendah dibandingkan industri asuransi jiwa Indonesia merupakan cerminan kesehatan portofolio dan kepercayaan nasabah.
Andrew menjelaskan bahwa penurunan klaim year-on-year sebesar 2,4 % tidak lepas dari strategi underwriting yang disiplin dan pengelolaan portofolio yang selektif. Ia menekankan bahwa BRI Life ingin memastikan setiap premi yang dibayar nasabah kembali dalam bentuk proteksi yang tepat guna. Menurutnya, salah satu kekuatan bisnis BRI Life adalah kemampuan perusahaan untuk melakukan pembayaran klaim dan manfaat kepada nasabah.
Rasio klaim dan manfaat BRI Life berada jauh di bawah rata-rata industri asuransi jiwa. Pada kuartal pertama 2026, rasio klaim industri tercatat sebesar 78,2 %, sementara BRI Life berhasil menjaga rasio klaim dan manfaat di level 48,9 %. Angka tersebut menunjukkan efisiensi operasional dan komitmen BRI Life dalam menjaga keberlanjutan manfaat bagi nasabah, serta membuktikan tingkat ketahanan finansial yang sangat kuat dalam menghadapi dinamika pasar.
Struktur kepemilikan saham BRI Life saat ini didominasi oleh PT Bank Rakyat Indonesia Tbk, yang memegang saham mayoritas sebesar 51 %. Mitra lainnya, FWD Management Holdings Limited, memiliki saham sebesar 43,96 %, sementara Yayasan Kesejahteraan Pekerja (YKP) BRI memegang 5,04 %.
BRI Life berkomitmen untuk terus memberikan perlindungan optimal kepada nasabah dengan tetap menjaga kesehatan keuangan perusahaan. Ke depan, BRI Life akan memperkuat tata kelola risiko dan meningkatkan kualitas layanan klaim guna memberikan pengalaman terbaik bagi seluruh pemegang polis.
"Pencapaian ini adalah hasil dari komitmen kami untuk memberikan perlindungan maksimal kepada nasabah, serta tetap menjaga keberlanjutan bisnis. Dengan rasio klaim dan manfaat yang jauh di bawah rata-rata industri, BRI Life membuktikan diri sebagai mitra proteksi yang terpercaya dan memiliki pengelolaan keuangan yang sangat sehat," tutup Andrew.
Secara keseluruhan, BRI Life menunjukkan kinerja yang stabil dengan klaim dan manfaat yang lebih rendah dibandingkan rata-rata industri. Hal ini menandakan perusahaan berhasil menjaga portofolio nasabah yang sehat dan efisiensi operasional yang tinggi, sekaligus memperkuat posisi keuangan dalam menghadapi pasar yang dinamis.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Berita Terbaru
Harga Batu Bara Juli 2026 Naik di Sebagian Besar Kategori
Iran Minta Houthi Siap Tutup Laut Merah, Dua Jalur Minyak Terancam
Pertamina Bantah Keras Transporter Mogok Salurkan BBM
Penjualan Batu Bara Sitaan Negara Raup Rp20 Miliar
Antrean SPBU Sumut Mulai Normal, Stok BBM Aman
Antrean BBM di Medan Mulai Terurai
Harga Minyak RI Anjlok Drastis ke US$83,45 per Barel
Serangan Iran di Selat Hormuz, Lalu Lintas Kapal Anjlok
MSCI Perketat Aturan Saham 'Murah' Mulai Agustus 2026