BRI Raih Transaksi Triliunan lewat Super App per Tahun
Gambar atau konten salah?
Jakarta, 23 Mei 2026 – Direktur Utama PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI), Hery Gunardi, mengungkap tantangan perbankan nasional di acara Jogja Financial Festival. Menurutnya, bank tidak lagi sekadar lembaga intermediasi; mereka telah berubah menjadi perusahaan berbasis teknologi.
Hery menjelaskan evolusi perbankan lewat perubahan model bisnis yang mengikuti perkembangan teknologi. Industri jasa keuangan kini berada di era digitalisasi dan fintech, yang mengubah perilaku nasabah secara signifikan.
Transformasi industri perbankan dipercepat oleh pandemi COVID‑19, ketika nasabah tidak dapat melakukan transaksi di kantor cabang. Banyak yang beralih ke mobile banking. “Jumlah itu kita melihat ada data dari Bank Indonesia bahwa selama pandemi itu ada sekitar 50 sampai 60 juta user baru untuk internet dan juga mobile banking, itu nambah,” ungkap Hery.
BRI telah mendorong perubahan tersebut. Super app BRImo kini memiliki lebih dari 60 juta pengguna, dengan nilai transaksi mencapai Rp 7.500 triliun per tahun. “Transaksi harian BRImo itu mencapai Rp 32 triliun sehari. Setahun itu Rp 7.500 triliun,” ujarnya.
Selain BRImo, BRI memperkuat layanan digital melalui QRIS, Electronic Data Capture (EDC), dan jaringan agen BRILink yang kini mencapai 1,2 juta agen, tersebar hingga pelosok desa.
Untuk segmen korporasi, BRI mengembangkan platform digital QLola. Transaksi QLola telah mencapai sekitar Rp 98 triliun per tahun. “QLola ini transaksinya bisa sekitar Rp 98 triliun setahun gitu. Jadi ini adalah memang kapitalisasi yang sangat besar dan ini membawa ranah perubahan yang memang harus disikapi dengan optimal,” pungkasnya.
Hery menekankan bahwa kapitalisasi besar ini menuntut optimalisasi perubahan. BRI terus memperluas ekosistem digitalnya, memanfaatkan super app, sistem pembayaran QRIS, jaringan agen, dan platform korporasi untuk menanggapi kebutuhan nasabah yang semakin digital.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
MSCI Perketat Aturan Saham EPI, Berlaku 2026
Dolar Menguat, Ketegangan Timur Tengah dan Minyak Jadi Pemicu
IHSG Menguat 1,10%, Asing Beli Bersih Rp725 Miliar
IHSG Dibuka Hijau di Level 6.200
Dolar AS Mendekati Rp 18.000, Konflik Timur Tengah Picu Penguatan
IHSG Sesi I Menguat, Asing Jual Bersih Rp302 Miliar
