Brownies Ketan Sidoarjo Tembus Pasar Lima Negara

Fitri A. · 2 min baca · Baru saja · 1 dibaca
Bisik.id
Brownies Ketan Sidoarjo Tembus Pasar Lima Negara

Gambar atau konten salah?

Sebuah usaha brownies ketan asal Sidoarjo, Jawa Timur, membuktikan bahwa memulai dari dapur rumah bisa berujung pada pasar internasional. Usaha bernama It's Me Time ini dirintis oleh Jalian Setiarsa, yang akrab disapa Arso, pada 2 November 2017. Awalnya, kapasitas produksinya hanya sekitar 300 brownies per bulan. Kini, produknya sudah menembus pasar di Turki, Hong Kong, Singapura, Australia, dan Malaysia.

Perkembangan ini tidak terjadi begitu saja. Arso mulai menjadi nasabah simpanan BRI pada 2018, seiring meningkatnya permintaan pasar. Hubungan perbankan itu membuka akses ke berbagai layanan finansial. "Saya merasakan bagaimana petugas BRI turut memahami kebutuhan usaha kami, memberikan penjelasan dengan ramah, serta membantu proses bisnis saya berjalan lebih mudah dan sesuai kebutuhan bisnis," kata Arso dalam keterangan tertulis pada 13 Juli 2026.

Dukungan dari BRI tidak hanya soal uang. Arso mengaku pendampingan langsung dari petugas di lapangan menjadi penyemangat tersendiri. Ia merasa tidak berjalan sendiri saat menghadapi tantangan bisnis. Setelah menjadi nasabah, Arso bergabung dengan Rumah BUMN BRI. Di sana, ia mendapat pendampingan rutin untuk membenahi berbagai aspek usaha. Mulai dari tata kelola bisnis, peningkatan kualitas produksi, pengemasan produk, hingga strategi pemasaran.

"Petugas Rumah BUMN membimbing It's Me Time secara mendalam dan intensif untuk membenahi aspek manajerial. Banyak sekali pelatihan-pelatihan bisnis yang makin membuat saya paham dalam mengurus bisnis," ujarnya.

Pendampingan itu juga mencakup penataan tempat produksi dan pengurusan legalitas usaha. Hasilnya, produk It's Me Time kini mengantongi berbagai sertifikasi. Mulai dari PIRT, Halal, GMP, SNI, hingga standar keamanan pangan internasional Hazard Analysis Critical Control Point (HACCP).

Semua upaya peningkatan kualitas itu berdampak langsung pada pertumbuhan bisnis. Pada 2021, kapasitas produksi melonjak menjadi sekitar 20.000 hingga 25.000 brownies per bulan. Jangkauan pemasaran meluas ke Pulau Jawa, Sumatera, dan Kalimantan, baik melalui kanal daring maupun luring.

BRI juga membuka akses pasar internasional. It's Me Time diikutsertakan dalam berbagai pameran, seperti Brilianpreneur, Trade Expo Indonesia, Halal Food Turki, hingga Indonesian Exhibition Australia. Langkah ini membuahkan hasil. Ekspor ke Turki dan Hong Kong terealisasi pada 2021. Menyusul Singapura dan Australia pada 2022, serta Malaysia pada 2023.

Produk ini juga meraih sejumlah penghargaan. Di antaranya Produk Terbaik No. 1 BRI dan peringkat utama pada ajang SNI Award. "Kami sangat terbantu dengan adanya program pelatihan rutin, pendampingan yang intens, sampai ke dukungan pembiayaan. Fasilitas-fasilitas inilah yang membuat wawasan kami jadi lebih terbuka dalam mengelola bisnis, sekaligus membuka jalan buat pemasaran produk kami jadi jauh lebih luas," ungkap Arso.

Senior Executive Vice President Ultra Micro Business BRI, M. Candra Utama, menegaskan komitmen jangka panjang perusahaan. "BRI berkomitmen untuk terus mendorong UMKM agar tidak hanya bertahan, tetapi juga mampu tumbuh dan naik kelas secara berkelanjutan. Melalui Rumah BUMN, kami fokus pada peningkatan kapasitas usaha dan literasi digital agar UMKM tidak hanya bertahan, tetapi mampu tumbuh berkelanjutan dan naik kelas," pungkasnya.

Kisah It's Me Time menunjukkan bagaimana pendampingan yang konsisten, bukan sekadar modal, bisa mengubah skala usaha rumahan menjadi pemain global. Dari 300 brownies per bulan, kini produksinya puluhan ribu. Dari dapur rumah, kini tembus ke lima negara. Perubahan itu bertahap, tapi nyata.

Brownies KetanEksporUMKMSidoarjoBRIRumah BUMNPendampingan

Komentar

Memuat komentar...