BRT Mebidang: 2.886 Pohon Ditebang, 273 Bus, Operasi 2027

Fandi R. · 2 min baca · 2 bulan lalu · 99 dibaca
Bisik.id
BRT Mebidang: 2.886 Pohon Ditebang, 273 Bus, Operasi 2027

Gambar atau konten salah?

Di Kota Medan, lebih dari dua ribu pohon ditebang di beberapa ruas jalan untuk membuka jalur Bus Rapid Transit (BRT) Medan‑Binjai‑Deli Serdang, yang dikenal dengan singkatan Mebidang. Kepala Dinas Perhubungan Medan, Irsan Idris Nasution, menjelaskan bahwa penebangan ini menjadi bagian penting dari persiapan koridor BRT yang akan mulai beroperasi pada Juni 2027.

Dalam sebuah video yang diposting di akun Instagram Dishub Medan, Irsan menyatakan, “Dalam rangka pembangunan BRT di Kota Medan tahun 2026, salah satu prioritas kita adalah penebangan pohon lebih kurang 2.886 pohon. Dalam proses pembangunannya kami menyadari bahwa saat proses konstruksi BRT Metropolitan akan menyebabkan kemacetan, baik dari wilayah Deli Serdang maupun dari wilayah Kota Binjai.” Ia menambahkan bahwa penebangan dilakukan di berbagai lokasi dengan pengamanan ketat. “Kami mohon untuk warga yang bermukim di wilayah Kabupaten Deli Serdang dan Kota Binjai supaya mengetahui dan dapat memahami kondisi yang akan terjadi apabila pembangunan BRT ini akan dilaksanakan,” ujarnya.

Di tengah proses konstruksi, Irsan mengimbau warga Medan untuk bersabar. “Kami memohon dukungan dari warga Medan selama pembangunan berlangsung. Upaya ini dilakukan demi kelancaran konstruksi fasilitas transportasi yang lebih modern dan terintegrasi bagi warga Medan, Binjai, dan Deli Serdang,” tutupnya.

Wali Kota Medan, Rico Waas, menegaskan bahwa BRT Mebidang bukan sekadar infrastruktur, melainkan upaya mengubah pola transportasi masyarakat. “Masyarakat harus tahu kapan proyek ini selesai. Kepastian waktu sangat penting agar warga paham apa yang sedang diupayakan pemerintah pusat maupun Pemkot Medan untuk mengurai kemacetan,” kata Rico pada 29 April 2026 di Balai Kota.

Direktur Angkutan Jalan, Muiz Thohir, menambahkan bahwa BRT masuk dalam Proyek Strategis Nasional yang didukung oleh Bank Dunia. “Dengan dukungan pembiayaan dari Bank Dunia dan target penyelesaian pada Juni 2027,” ujarnya. Ia menjelaskan bahwa proyek telah memasuki tahap pelaksanaan dengan lima paket pekerjaan yang sudah berjalan di lapangan. Jalur dirancang terintegrasi, menghubungkan titik strategis kota hingga kawasan penyangga seperti Binjai dan Deli Serdang.

Rencana sistem BRT mencakup jalur khusus di sebagian besar koridor, halte di berbagai titik, serta armada 273 unit bus. Waktu tunggu diperkirakan sekitar 15 menit. “Sistem ini akan dilengkapi jalur khusus di sebagian besar koridor, halte di berbagai titik, dukungan armada hingga 273 unit bus dengan waktu tunggu sekitar 15 menit,” jelas Muiz.

Proyek ini juga mencakup penambahan fasilitas pendukung, seperti sistem pembayaran elektronik dan aplikasi informasi perjalanan. Dengan demikian, BRT Mebidang diharapkan dapat mengurangi ketergantungan pada kendaraan pribadi dan mempercepat mobilitas antarwilayah.

Secara keseluruhan, pembangunan BRT Medan‑Binjai‑Deli Serdang menandai langkah penting menuju transportasi publik yang lebih terintegrasi dan efisien. Penebangan 2.886 pohon menjadi bagian tak terpisahkan dari persiapan jalur ini, sementara 273 bus akan mulai melayani penumpang pada Juni 2027. Warga diharapkan memahami dan mendukung proses ini demi terciptanya sistem transportasi yang lebih baik bagi semua daerah terkait.

Bus Rapid Transit Medan-Binjai-Deli SerdangMebidangpenebangan pohonarmada 273 unit busBank Duniawaktu tunggu 15 menitsistem pembayaran elektroniktransportasi publik terintegrasi

Komentar

Memuat komentar...