BSI Luncurkan 17% Laba, Fokus Digital & Emas, Dukung UMKM
Gambar atau konten salah?
PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk (BSI) melaporkan kinerja positif pada awal tahun 2026. Perusahaan menilai bahwa strategi akselerasi digital, penguatan bisnis emas, serta fokus pada segmen konsumer dan UMKM mampu menjaga pertumbuhan yang berkelanjutan.
“BSI terus memperkuat komitmen dukungan terhadap program Astacita Pemerintah terutama penyaluran pembiayaan segmen ritel untuk mengakselerasi pertumbuhan ekonomi nasional,” ujar Corporate Secretary BSI, Wisnu Sunandar, dalam keterangan tertulis, Kamis (26 Maret 2026).
Secara umum, kinerja BSI (unaudited) per 28 Februari 2026 menunjukkan pertumbuhan solid di berbagai indikator utama. Pembiayaan tumbuh 14,32% menjadi Rp323 triliun secara YoY, dengan kontribusi terbesar berasal dari segmen konsumer, khususnya bisnis emas.
Selain itu, pertumbuhan pembiayaan juga diperkuat melalui kontribusi pembiayaan ritel termasuk UMKM mencapai Rp52,43 triliun naik 6,10% (YoY). Perseroan berkomitmen kuat mendukung UMKM naik kelas mulai dari pendampingan, pelatihan, pembiayaan, business matching hingga penyediaan layanan BSI UMKM Center.
Strategi BSI dalam memperkuat diferensiasi melalui bisnis bullion bank menjadi salah satu keunggulan. Sejak memperoleh izin bullion bank, bisnis emas BSI menunjukkan pertumbuhan signifikan dan menjadi salah satu pendorong utama kinerja Perseroan. Peningkatan kelolaan emas mencapai sekitar 22,5 ton serta basis nasabah terus berkembang hingga 23 juta dalam empat tahun terakhir.
Dari sisi profitabilitas, BSI mencatat laba sebesar Rp1,36 triliun, tumbuh sekitar 17% (YoY), melanjutkan tren pertumbuhan berkelanjutan dalam beberapa tahun terakhir. Pendapatan berbasis komisi (fee based income) meningkat menjadi Rp1,47 triliun, atau tumbuh 30% (YoY). Kontributor utama pertumbuhan FBI berasal dari layanan bank emas yang mencatat lonjakan tertinggi sebesar 136,55% menjadi Rp463 miliar.
FBI juga didukung oleh bisnis treasury dan layanan e-channel, mencerminkan efektivitas strategi digitalisasi dan diversifikasi layanan BSI. Hingga 28 Februari 2026, jumlah pengguna superapps BYOND by BSI mencapai 6,3 juta dengan jumlah transaksi mencapai 125,4 juta transaksi.
Di sisi intermediasi, Dana Pihak Ketiga (DPK) tumbuh 14,76% (YoY) menjadi Rp366 triliun. Pertumbuhan ini didorong oleh peningkatan tabungan sebesar 16,06% (YoY) menjadi Rp154 triliun, yang mencerminkan semakin tingginya kepercayaan masyarakat terhadap layanan perbankan syariah.
Likuiditas Perseroan tetap terjaga dengan Financing to Deposit Ratio (FDR) di level 88,20%. Sementara itu, kontribusi fee based income terhadap total pendapatan juga semakin meningkat, tercermin dari kenaikan fee based ratio menjadi 24,59% secara tahunan. Kinerja ini menegaskan keberhasilan strategi BSI dalam memperkuat struktur pendapatan yang lebih seimbang antara margin dan fee based, sekaligus meningkatkan ketahanan bisnis di tengah dinamika industri keuangan.
Sejalan dengan itu, Perseroan optimistis dapat menjaga pertumbuhan yang sehat dan berkelanjutan sepanjang 2026, didukung oleh penguatan ekosistem syariah, transformasi digital, serta pengembangan bisnis emas sebagai salah satu pilar utama pertumbuhan. BSI juga mendukung program Astacita Pemerintah melalui penyaluran pembiayaan di sektor produktif, termasuk pembiayaan mikro, SME, hingga Kredit Usaha Rakyat (KUR) syariah, serta penguatan ekosistem Makan Bergizi Gratis (MBG).
Selain bullion bank dan penempatan dana SAL, BSI berkontribusi pada program Makan Bergizi Gratis (MBG) melalui penyediaan layanan 1520 virtual account Mitra BGN dan pembiayaan pembangunan Dapur SPPG MBG mencapai Rp194,50 Miliar untuk 145 dapur. BSI juga turut mendukung aspirasi pemerintah mewujudkan sekitar 80.000 koperasi KDMP.
YtD Februari 2026, BSI telah melakukan penyaluran pembiayaan KUR sebesar Rp1,65 Triliun. BSI juga mendukung Program 3 Juta Rumah FLPP (rumah subsidi) secara YtD Februari 2026 sebesar Rp94,82 Miliar dengan jumlah 582 unit rumah dan penyaluran KPP secara YtD Februari 2026 sebesar Rp259 Miliar.
Dengan kombinasi layanan digital yang terus berkembang, dukungan kepada UMKM, dan penekanan pada bisnis emas, BSI menunjukkan bahwa strategi diversifikasi dan digitalisasi dapat memperkuat posisi bank syariah di pasar. Kinerja yang konsisten dan kontribusi terhadap program pemerintah menegaskan peran BSI sebagai lembaga keuangan yang mampu menyeimbangkan profitabilitas, layanan fee, dan tanggung jawab sosial.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
MSCI Perketat Aturan Saham EPI, Berlaku 2026
Dolar Menguat, Ketegangan Timur Tengah dan Minyak Jadi Pemicu
IHSG Menguat 1,10%, Asing Beli Bersih Rp725 Miliar
IHSG Dibuka Hijau di Level 6.200
Dolar AS Mendekati Rp 18.000, Konflik Timur Tengah Picu Penguatan
IHSG Sesi I Menguat, Asing Jual Bersih Rp302 Miliar
