BTN dan Kemensetneg Perkuat Layanan Perbankan untuk Pegawai
Gambar atau konten salah?
Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) dan Kementerian Sekretariat Negara Republik Indonesia (Kemensetneg) telah menandatangani perjanjian kerja sama (PKS) pada 13 Mei 2026. Kerja sama ini bertujuan memperkuat bisnis tabungan dan transaksi serta meningkatkan kualitas layanan perbankan bagi pegawai Kemensetneg.
Melalui PKS tersebut, BTN akan menyediakan layanan penyaluran tunjangan pegawai, uang makan, uang lembur, serta berbagai layanan perbankan lainnya. Semua layanan dirancang praktis dan seamless untuk mendukung kebutuhan pegawai Kemensetneg.
Direktur Network and Retail Funding BTN, Rully Setiawan, menilai institusi besar harus ditopang oleh sistem yang baik. Dalam hal ini, Kemensetneg dinilai mampu menunjukkan profesionalisme, adaptasi, serta kualitas pelayanan publik yang baik di tengah tuntutan birokrasi yang semakin cepat dan modern.
“Ini tentu menjadi kehormatan bagi BTN dapat menjalin kolaborasi dengan institusi yang menjadi supporting system utama pemerintahan Republik Indonesia,” ujar Rully dalam keterangan tertulisnya.
BTN berperan sebagai penyedia layanan jasa perbankan di lingkungan Kemensetneg. Layanan yang diberikan mencakup transaksi, funding, hingga solusi perbankan terintegrasi. Seluruh layanan ini diperkaya oleh platform digital Bale by BTN.
Melalui platform ini, para pegawai dapat mengakses berbagai layanan dalam satu platform seperti menabung, transaksi, pembiayaan rumah, hingga investasi lengkap dalam satu genggaman. Bale by BTN membukukan lonjakan sebesar 67,5 % year-on-year (yoy) menjadi 4 juta pengguna hingga kuartal I 2025. Peningkatan jumlah pengguna diikuti pertumbuhan positif rata‑rata saldo tabungan sebesar 18 % yoy. Selain itu, jumlah serta nilai transaksi masing‑masing melesat 8,1 % yoy dan 48,2 % yoy.
“Karena kami menyadari sebagai consumer bank, kami perlu terus menghadirkan berbagai kemudahan transaksi perbankan untuk mendukung berbagai aktivitas gaya hidup masyarakat,” ungkap Rully.
Ia menjelaskan perjalanan BTN sebagai proses panjang yang penuh transformasi. Berawal dari Postspaarbank pada masa kolonial, BTN hadir dengan semangat membangun budaya menabung di tengah masyarakat Indonesia. Seiring berjalannya waktu, BTN kemudian dipercaya pemerintah menjadi tulang punggung pembiayaan perumahan nasional melalui KPR. Peran tersebut menjadikan BTN sebagai bagian penting dalam membantu masyarakat Indonesia mewujudkan impian memiliki hunian.
“Jika BTN selama ini dikenal sebagai bank yang membantu masyarakat mewujudkan rumah impian, maka Setneg adalah institusi yang membantu memastikan rumah besar bangsa Indonesia dapat terus berjalan dengan baik,” terangnya.
Kerja sama ini menandai langkah strategis BTN dalam memperluas layanan perbankan bagi karyawan pemerintah, sekaligus memperkuat posisi BTN sebagai lembaga keuangan yang mendukung kebutuhan hidup dan investasi pegawai negara.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Berita Terbaru
Bahlil Bantah Pemadaman Listrik Terkait Pasokan Batu Bara
Harga Minyak US$100 Per Barel, Masyarakat Berbondong Beralih ke BBM Subsidi
Bahlil Buka Suara soal Badan Usaha Khusus Migas Baru
Bahlil soal Impor Migas: Cari Pemasok Termurah
Pemerintah Dorong Program B50 Berhasil, Kini Siap Kembangkan E50
Presiden Kirim Surat ke DPR untuk Bahas RUU Migas
Pemerintah Hidupkan 45.000 Sumur Rakyat dan Sumur Tua
Proyek Sampah Jadi Listrik Bogor Raya 1 Mulai Dibangun
Pertamina Percepat Produksi Migas Demi Target 1 Juta Barel
Pertamina EP Buka Suara soal Kasus BUMD Bekasi
