BTN Percepat Proses KPR, Waktu Berlaku 6 Hari, Turun 30%

Dian P. · 2 min baca · 2 bulan lalu · 96 dibaca
Bisik.id
BTN Percepat Proses KPR, Waktu Berlaku 6 Hari, Turun 30%

Gambar atau konten salah?

PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk, yang dikenal dengan BTN, terus mengubah cara bisnisnya. Melalui pembangunan Loan Factory, bank ini berhasil mempersingkat proses administrasi kredit.

Direktur Utama BTN, Nixon L.P. Napitupulu, menjelaskan bahwa perubahan ini ditujukan menanggapi keluhan nasabah tentang lamanya aplikasi KPR. Menurutnya, waktu proses kini berkurang dari rata‑rata 9 hari menjadi 6 hari, artinya percepatan 30%.

“Sering sekali ada keluhan waktu aplikasi KPR di satu titik lebih dari sebulan. Karena prosesnya belum ter‑centralize, kadang‑kadang kita nggak tahu, tapi dengan adanya sentralisasi ini, semua bisa dimonitor. Sekarang udah lebih cepat. Dari 9 hari ke 6 hari, 9 hari ke 6 hari, artinya udah lebih cepat 30%,” ujar Nixon dalam konferensi pers di BTN Bekasi, Senin, 13 April 2026.

Nixon menambahkan bahwa pembangunan Loan Factory merupakan bagian dari roadmap transformasi BTN yang dimulai sejak 2019. Langkah ini sejalan dengan kebutuhan mengelola volume kredit besar dengan standar seragam.

Selama ini, proses kredit konsumer BTN dilakukan secara desentralisasi di cabang. Pada 2019, bank memperkenalkan Regional Loan Processing Center (RLPC) untuk meningkatkan efisiensi. Nixon menargetkan proses kredit menjadi lebih cepat, bahkan mencapai 5 hari.

“Sekarang sudah 6 hari, dan ini real numbers. Kita mau tekan terus ke 5 hari,” tambah Nixon.

Selain mempercepat, sistem baru ini dirancang untuk memperkuat tata kelola (governance). Dengan sistem terpusat, petugas yang menganalisa data kredit tidak akan bertemu langsung dengan nasabah.

“Dengan dipisahkannya ini ke national, nggak ada lagi kongkalikong apa istilahnya tadi, karena mereka nggak ketemu dengan nasabah, yang ketemu orang sales,” jelas Nixon.

Direktur Risk Management BTN, Setiyo Wibowo, menekankan transformasi ini mengubah proses yang sebelumnya ada di cabang menjadi tersentralisasi agar lebih akurat dan efisien. “Sebagai bank yang fokus di area consumer, ini bagian dari transformasi berkelanjutan agar customer experience lebih baik,” kata Setiyo.

Direktur Operations BTN, I Nyoman Sugiri Yasa, menambahkan bahwa sentralisasi memudahkan monitoring KPR secara nasional. “Jadi, proses‑proses kredit KPR itu bisa termonitor lebih baik dan lebih terstandardisasi, karena ini kan sudah disentralkan seperti itu,” ujar Nyoman.

Transformasi ini menandai langkah BTN menuju proses kredit yang lebih cepat dan terstandarisasi, sekaligus memperkuat tata kelola dan kemampuan monitoring nasional.

BTNLoan FactoryKPRsentralisasiefisiensitransformasi BTNgovernance

Komentar

Memuat komentar...