Bulan Menjauh: Gerhana Total Akan Punah 600 Juta Tahun

Cahyo S. · 2 min baca · 19 hari lalu · 47 dibaca
Bisik.id
Bulan Menjauh: Gerhana Total Akan Punah 600 Juta Tahun

Gambar atau konten salah?

Apakah Anda pernah bertanya-tanya apakah Bulan sedang bergerak menjauh dari Bumi? Fenomena ini sudah berlangsung selama miliaran tahun dan kini mulai menimbulkan dampak nyata. Salah satu akibatnya yang paling mengkhawatirkan adalah kemungkinan hilangnya gerhana matahari total di masa depan.

Menurut pengukuran ilmiah, Bulan menambah jarak dari Bumi sekitar 3,8 sentimeter per tahun. Angka ini terdengar kecil, hampir setara dengan pertumbuhan kuku manusia, namun dalam skala jutaan hingga miliaran tahun pergeseran ini membawa konsekuensi besar bagi sistem Bumi-Bulan.

Keberadaan fakta ini tidak sekadar teori. Ia didukung oleh eksperimen canggih bernama Lunar Laser Ranging Experiment (LLRE). Dalam misi ini, para ilmuwan menembakkan sinar laser dari observatorium di Bumi menuju reflektor yang ditinggalkan oleh astronot Apollo di permukaan Bulan pada akhir 1960-an dan 1970-an.

Dengan menghitung waktu pantulan laser yang hanya memerlukan sekitar 2,5 detik untuk pulang-pergi, para peneliti dapat mengukur jarak Bumi dan Bulan dengan akurasi milimeter. Observasi selama puluhan tahun menunjukkan bahwa jarak keduanya memang terus bertambah.

Dampak paling dramatis dari pergeseran ini adalah perubahan pada gerhana matahari total. Saat ini, Bulan dan Matahari tampak hampir sama besar dari Bumi berkat kombinasi jarak dan ukuran yang sangat presisi. Secara teknis, Matahari memiliki diameter sekitar 400 kali lebih besar dibanding Bulan, namun jaraknya juga sekitar 400 kali lebih jauh dari Bumi. Kebetulan kosmik ini memungkinkan Bulan menutupi seluruh piringan Matahari saat gerhana terjadi.

Seiring Bulan terus menjauh, ukurannya di langit akan tampak semakin mengecil. Akibatnya, suatu saat nanti Bulan tidak lagi mampu menutupi seluruh permukaan Matahari, sehingga gerhana matahari total akan menjadi sejarah.

Ilmuwan NASA Richard Vondrak menjelaskan bahwa keindahan fenomena ini memang memiliki batas waktu. “Seiring berjalannya waktu, jumlah dan frekuensi Gerhana Matahari Total berkurang. Sekitar 600 juta tahun lagi, Bumi akan melihat keindahan Gerhana Matahari Total untuk terakhir kalinya,” ujar Vondrak pada 2017.

Dengan demikian, gerhana matahari total yang menakjubkan ini akan menjadi peristiwa langka yang akan segera berakhir ketika Bulan terlalu jauh untuk menutupi Matahari secara penuh. Fenomena ini mengingatkan kita bahwa perubahan kecil dalam sistem tata surya dapat memiliki dampak jangka panjang yang signifikan bagi pengalaman astronomi manusia.

Bulan menjauhgerhana matahari totalLunar Laser Ranging Experimentjarak Bumi-BulanNASA Richard Vondrak

Komentar

Memuat komentar...