Bupati Banyuwangi Dorong Diaspora Jadi Aset Strategis Ikawangi
Gambar atau konten salah?
Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, menilai diaspora Banyuwangi yang tersebar di berbagai daerah menjadi aset strategis. Ia ingin warga di luar daerah memperkuat jaringan sebagai agen promosi budaya, ekonomi, dan investasi.
Ia menyampaikan hal itu saat menghadiri Halalbihalal Ikatan Keluarga Banyuwangi (Ikawangi) Pusat di Karawang pada 19 April 2026. Acara tersebut dihadiri seluruh korwil dan pengurus Ikawangi se‑Indonesia serta sejumlah tokoh nasional asal Banyuwangi, di antaranya Abdullah Azwar Anas dan Arief Yahya.
Menurut Ipuk, Ikawangi beserta diasporanya bukan hanya kebanggaan, tetapi juga kekuatan strategis dalam pembangunan daerah. "Ikawangi telah menjadi gerakan orang Banyuwangi di manapun berada yang tidak hanya bangga pada asalnya, tetapi juga berkontribusi nyata untuk masa depan daerah," kata Ipuk, 20 April 2026.
Ia menegaskan bahwa di tengah tantangan global dan nasional yang semakin kompleks, daerah membutuhkan dukungan dari berbagai pihak. Selama ini, pemerintah daerah telah berupaya meningkatkan kinerja pembangunan. Berbagai capaian diraih pada 2025, di antaranya pertumbuhan ekonomi sebesar 5,65 persen, lebih tinggi dari Jawa Timur dan nasional. Angka kemiskinan turun menjadi 6,13 persen, IPM meningkat menjadi 75,17, dan pendapatan per kapita mencapai Rp 67,08 juta.
“Perjalanan ini belum selesai. Tantangan masih ada, mulai dari infrastruktur hingga keterbatasan fiskal yang membuat tangan pemerintah semakin terbatas dalam mengelola daerah. Karenanya bantuan dan dukungan sekecil apapun menjadi energi besar bagi Banyuwangi,” ujar Ipuk.
Karena itu, Ia mengajak Ikawangi untuk bergerak bersama pemerintah daerah memberikan kontribusi nyata dan berdampak. "Ikawangi dengan jaringannya yang semakin luas bisa menjadi kekuatan bagi daerah sebagai untuk promosi budaya dan Pariwisata, penghubung investasi dan peluang ekonomi serta ruang berbagi gagasan dan Inovasi," harap Ipuk.
Ketua Ikawangi Pusat, Mayjen TNI (Purn) H. Rusdi Maksum, menyampaikan kesiapan organisasi dalam mendukung kemajuan daerah. Ikawangi juga telah memperluas jaringan hingga ke tingkat internasional.
“Kami siap mendukung kemajuan Banyuwangi di berbagai sektor di Ikawangi sendiri banyak orang yang telah sukses di berbagai bidang dan siap berkontribusi,” ujarnya.
Sementara itu, tokoh Banyuwangi Arief Yahya menyebut daerah tersebut memiliki banyak potensi untuk mendorong percepatan ekonomi, mulai dari sektor pariwisata, blue economy (perikanan dan kelautan), hingga pengembangan logistic hub melalui peningkatan akses pelabuhan.
Dengan dukungan diaspora dan jaringan Ikawangi, Banyuwangi berupaya memanfaatkan pencapaian 2025 sebagai pijakan. Keterlibatan warga di luar daerah diharapkan memperluas peluang investasi dan memperkuat promosi budaya, sehingga pembangunan daerah dapat terus berlanjut.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Ratusan Monyet Ekor Panjang Turun ke Pasar, Cari Makan
Guru SD di Sidoarjo Naik Perahu Demi Mengajar saat Banjir Rob
Messi Geser Mbappe di Puncak Top Skor Piala Dunia
Penyebab Karhutla: dari Hal Sepele hingga Bencana
KAI Bantah Penguntit Penumpang Wanita di Supas adalah Pegawai
Banjir Rob Kalianak Semakin Parah, Warga Minta Dam Dibangun