Bupati Banyuwangi Gelar Rembug Perempuan, Usung Pembangunan

Sari D. · 2 min baca · 3 bulan lalu · 106 dibaca
Bisik.id
Bupati Banyuwangi Gelar Rembug Perempuan, Usung Pembangunan

Gambar atau konten salah?

Banyuwangi, 21 April 2026 – Peringatan Hari Kartini, yang biasanya dirayakan setiap tanggal 21 April, dimanfaatkan Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani untuk memperkuat partisipasi perempuan dalam pembangunan daerah. Ia menggelar acara Rembug Perempuan di Aula Minak Jinggo, Kantor Pemkab Banyuwangi. Kegiatan ini bertujuan menyerap aspirasi perempuan dan merancang kebijakan pembangunan tahun mendatang.

Acara ini dihadiri puluhan perempuan dari latar belakang berbeda. Mereka berasal dari organisasi kemasyarakatan, keagamaan, tenaga kesehatan, pelaku usaha, serta komunitas literasi dan pendamping sosial. Di antara peserta ada Penggiat PKK Kabupaten dan Kecamatan, organisasi keagamaan Islam Aisyiyah (Muhammadiyah) dan Muslimat (Nahdatul Ulama), Perkumpulan Perempuan Katolik, Hindu dan Budha, serta Kongres Ulama Perempuan Indonesia (KUPI). Perwakilan Kepala Desa dan Sekretaris Desa Perempuan, Ikatan Bidan Indonesia (IBI), Pegiat Literasi, Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia (IWAPI), Travel, Kader Posyandu, Migrant Care, dan pelaku UMKM perempuan daerah juga turut hadir.

Kemajuan daerah tidak akan tercapai tanpa keterlibatan aktif perempuan. Kami terus mendorong hadirnya kebijakan yang berpihak pada perempuan dan anak sebagaimana pemikiran visioner Kartini yang memperjuangkan pendidikan, kesetaraan kesempatan, dan martabat perempuan,” kata Ipuk. Ia menegaskan bahwa perempuan memiliki peran besar, tidak hanya di keluarga tetapi juga di bidang ekonomi, pendidikan, kesehatan, sosial, budaya, dan kepemimpinan. Forum ini untuk mendengar suara perempuan, menyerap aspirasi, dan merumuskan langkah dalam pembangunan daerah.

Ipuk berharap forum ini dapat menghasilkan gagasan-gagasan segar dan solusi yang menjadikan perempuan Banyuwangi berdaya, mandiri, sehat, cerdas, dan sejahtera. “Melalui rembuk ini, saya berharap lahir gagasan-gagasan segar dan solusi yang menjadikan perempuan Banyuwangi sebagai perempuan yang berdaya, mandiri, sehat, cerdas, dan sejahtera, menjadi penyangga keluarga hingga penggerak ekonomi,” tambahnya.

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Suyanto Waspotondo menjelaskan struktur acara. Rembug ini dibagi menjadi empat kelompok perwakilan perempuan, masing-masing fokus pada tema utama: literasi digital, kesehatan jiwa, pemberdayaan perempuan, serta bisnis dan ekonomi kreatif. Sebelumnya, para perwakilan melakukan kunjungan ke OPD (Organisasi Pemerintah Daerah) untuk mendapatkan insight dan mengumpulkan materi. Setelah itu, setiap kelompok berdiskusi dengan fasilitator dan merumuskan masukan untuk perencanaan.

Ada banyak aspirasi yang muncul. Perwakilan perempuan Zulfi Zumala dari KUPI mengusulkan pelatihan bagi anak dan orang tua tentang literasi digital, saluran konsultasi dan pengaduan terhadap kasus kekerasan digital, serta mitigasi kekerasan digital berbasis multi pihak. “Untuk mendukung produktifitas perempuan kami juga mengusulkan adanya peningkatan kapasitas penggunaan medsos untuk produktivitas, pelatihan literasi keuangan dan pelatihan keamanan digital bagi perempuan,” ujar Zulfi.

Usulan lain meliputi pemberdayaan perempuan melalui program Kanggo Riko yang telah digulirkan Pemkab Banyuwangi, penguatan mental health perempuan dan anak, hotline kesehatan, pelatihan ekonomi kreatif, dan berbagai inisiatif lain. Semua usulan ini bertujuan menciptakan lingkungan yang mendukung perempuan untuk berkontribusi secara maksimal dalam pembangunan daerah.

Acara ini menegaskan komitmen Banyuwangi untuk mengintegrasikan suara perempuan dalam setiap kebijakan pembangunan. Dengan melibatkan perempuan dari berbagai lapisan masyarakat, pemerintah daerah berharap dapat merancang kebijakan yang lebih inklusif dan responsif terhadap kebutuhan perempuan. Rembug Perempuan menjadi platform penting bagi perempuan Banyuwangi untuk mengekspresikan aspirasi dan menemukan solusi praktis yang dapat meningkatkan kesejahteraan mereka dan keluarga.

Peringatan Hari KartiniRembug PerempuanPemberdayaan perempuanLiterasi digitalKesehatan jiwaEkonomi kreatifKekerasan digital

Komentar

Memuat komentar...