Bupati Jember Targetkan 8.000 Ha Lahan Oplah 2026/27
Gambar atau konten salah?
Bupati Jember, Muhammad Fawait, berencana menjadikan Jember kembali menjadi lumbung pangan nasional. Ia menegaskan langkah ini selaras dengan visi Presiden Prabowo Subianto tentang ketahanan pangan.
Fawait menjelaskan bahwa sinergi antara APBD dan APBN pada tahun 2025 akan mencatatkan anggaran pertanian terbesar sepanjang sejarah Kabupaten Jember. Ia menambahkan bahwa tren kenaikan anggaran ini dipastikan akan terus berlanjut hingga tahun 2026. “Ini adalah bentuk keberpihakan nyata pemerintahan Jember Baru, Jember Maju terhadap petani. Kami tidak hanya bicara teori, tapi langsung pada program konkret,” ujarnya pada Selasa (07 April 2026).
Program utama yang menjadi fokus adalah Optimalisasi Lahan (Oplah). Bupati Fawait, yang sering dipanggil Gus Fawait, menyebut target luas lahan Oplah di Jember tahun ini melonjak drastis, dari 5.000 hektar menjadi 8.000 hektar. Ia menekankan bahwa program Oplah lebih mendesak dibandingkan pembangunan Jalan Usaha Tani (JUT). “Alasannya, Oplah bersentuhan langsung dengan hasil produksi,” ujarnya. “Kalau JUT itu berkaitan dengan transportasi. Tapi kalau Oplah, ini langsung menyasar produktivitas. Yang tadinya panen sekali setahun, harapannya bisa dua hingga tiga kali,” tambahnya.
Gus Fawait menggunakan analogi sederhana untuk menjelaskan prioritasnya. Menurutnya, infrastruktur jalan tidak akan berguna jika tidak ada hasil bumi. “Kalau tidak ada yang mau dipanen, apa yang mau diangkut lewat jalan tani? Jadi, Oplah dulu baru JUT,” paparnya.
Selain lahan, Bupati Fawait menyiapkan strategi khusus menangani masalah pupuk. Ia mendorong kelompok tani agar mulai mandiri memproduksi pupuk organik secara swadaya. “Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jember tidak akan ikut campur dalam bisnis produksi pupuk organik tersebut. Hal ini dilakukan agar pemerintah tidak berebut ladang bisnis dengan rakyatnya sendiri,” ungkapnya. “Kami ingin kelompok tani berdaya. Pemkab lebih fokus memastikan distribusi pupuk subsidi tepat sasaran sesuai kebutuhan petani di lapangan,” imbuhnya.
Gus Fawait mengajak seluruh elemen masyarakat untuk ikut mengawal jalannya program di lapangan. Ia menekankan pentingnya partisipasi masyarakat dalam penggunaan bantuan pompa air hingga alat mesin pertanian (alsintan). “Kami butuh partisipasi masyarakat untuk mengawasi. Semoga niat baik ini dilaksanakan dengan baik agar hasilnya optimal bagi kesejahteraan Jember,” tandasnya.
Program Oplah dan upaya mandiri produksi pupuk organik menandai langkah konkret pemerintah kabupaten dalam meningkatkan produktivitas pertanian. Dengan dukungan anggaran yang terus bertambah, harapan akan dua hingga tiga kali panen per tahun menjadi lebih nyata. Program ini juga menegaskan komitmen pemerintah kabupaten untuk mendukung petani secara langsung, sambil menjaga agar tidak terlibat dalam bisnis produksi pupuk. Keterlibatan masyarakat diharapkan memperkuat keberhasilan program ini dan meningkatkan kesejahteraan petani di Jember.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Ratusan Monyet Ekor Panjang Turun ke Pasar, Cari Makan
Guru SD di Sidoarjo Naik Perahu Demi Mengajar saat Banjir Rob
Messi Geser Mbappe di Puncak Top Skor Piala Dunia
Penyebab Karhutla: dari Hal Sepele hingga Bencana
KAI Bantah Penguntit Penumpang Wanita di Supas adalah Pegawai
Banjir Rob Kalianak Semakin Parah, Warga Minta Dam Dibangun
