Bupati Klungkung Siap Deportasi Turis Nakal di Nusa Penida
Gambar atau konten salah?
Bupati Klungkung, I Made Satria, punya rencana tegas untuk menangani turis nakal di Nusa Penida. Ia ingin mengusir wisatawan yang sering melanggar aturan dan mengabaikan ketertiban umum dari kawasan tersebut.
Namun, rencana ini tidak akan dilakukan secara langsung. Satria menegaskan bahwa pengusiran baru bisa terjadi setelah Nusa Penida berhasil menjadi kawasan wisata yang berkualitas. Menurutnya, dengan infrastruktur dan sistem tata kelola yang memadai, pihaknya bisa lebih selektif dalam menerima kunjungan wisatawan.
"Begitu kami sudah mampu menjadikan Nusa Penida sebagai kawasan pariwisata berkualitas, tentu kami akan benar-benar selektif dalam menerima wisatawan yang datang," kata Satria kepada awak media di Nusa Penida, Selasa 14 Juli 2026.
Ia menambahkan bahwa wisatawan nakal akan langsung dideportasi. "Kebetulan kami sudah memiliki Kantor Imigrasi di Klungkung. Sangat mudah sekali kami untuk melakukan hal itu," sambungnya.
Untuk mewujudkan Nusa Penida sebagai destinasi wisata berkualitas, Satria sudah mencanangkan beberapa langkah. Salah satu yang utama adalah menjadikan Nusa Penida sebagai pulau hijau dan pariwisata hijau, atau green island dan green tourism.
"Kita ingin pariwisata di Klungkung menjadi pariwisata berkualitas. Bukan yang ecek-ecek seperti sekarang ini. Untuk itu, langkah kita adalah menjadikan Nusa Penida sebagai green island dan green tourism di 2030," jelas Satria.
Langkah-langkah itu sudah mulai dijalankan. Beberapa di antaranya adalah penggunaan kendaraan listrik, pembangunan infrastruktur pendukung, digitalisasi pelayanan publik, hingga pengelolaan sampah berbasis ekonomi sirkular.
"Jika semua sudah berjalan, pariwisata kita sudah berkualitas, sudah pasti kita akan lebih selektif. Wisatawan yang boleh masuk ke Nusa Penida tentunya hanya wisatawan yang berkualitas," pungkasnya.
Rencana ini menunjukkan bahwa pemerintah daerah tidak ingin Nusa Penida terus menjadi tempat yang bebas bagi wisatawan yang seenaknya. Dengan target green tourism pada 2030, ada harapan bahwa kawasan ini bisa lebih tertata dan hanya menerima pengunjung yang benar-benar menghormati aturan setempat.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Promo Akhir Juli: Tiket Trans Studio Cibubur Mulai Rp398 Ribu
Piala Dunia 2026 Gagal Tarik Lonjakan Wisatawan
'Timuran di Bekasi' Hadirkan Musik Santai dan Games Seru
Nemuru Ciawi Siapkan Paket Liburan Sekolah Anak
Bandara Husein Sastranegara Resmi Jadi Bandara Internasional
13 Terluka dalam Lari Banteng San Fermin
Berita Terbaru
Bahlil Bantah Pemadaman Listrik Terkait Pasokan Batu Bara
Harga Minyak US$100 Per Barel, Masyarakat Berbondong Beralih ke BBM Subsidi
Bahlil Buka Suara soal Badan Usaha Khusus Migas Baru
Bahlil soal Impor Migas: Cari Pemasok Termurah
Pemerintah Dorong Program B50 Berhasil, Kini Siap Kembangkan E50
Presiden Kirim Surat ke DPR untuk Bahas RUU Migas
Pemerintah Hidupkan 45.000 Sumur Rakyat dan Sumur Tua
Proyek Sampah Jadi Listrik Bogor Raya 1 Mulai Dibangun
Pertamina Percepat Produksi Migas Demi Target 1 Juta Barel
Pertamina EP Buka Suara soal Kasus BUMD Bekasi
