Bus Eldivo Tabrak Polisi di Medan, Polda Sumut Jelaskan
Gambar atau konten salah?
Video yang menampilkan bus Eldivo yang menabrak polisi di Jalan Sisingamangaraja, Medan, menyebar luas di media sosial. Kejadian ini memicu penjelasan resmi dari PJR Ditlantas Polda Sumut.
Kasat PJR AKBP Dhery Fajariandono menjelaskan bahwa pada saat itu anggota PJR sedang mengawal masyarakat yang membutuhkan bantuan. Mereka mengawal kendaraan yang membawa orang sakit.
"Anggota PJR sedang mengawal masyarakat yang meminta bantuan karena ada orang sakit di dalamnya," ujar Dhery kepada detikSumut, Jumat (3/4/2026).
Peristiwa terjadi ketika bus Eldivo melintas di Kecamatan Medan Amplas. Saat diminta memberi jalan, bus tersebut tidak memberikan ruang.
"Namun, ketika diminta memberi jalan, bus tersebut tidak memberikan jalan," ujarnya.
Petugas polisi kemudian menghentikan bus dan mencoba memberikan teguran secara edukatif. Sopir bus marah dan diduga memprovokasi warga serta penumpang untuk memarahi balik polisi.
"Sehingga, petugas kepolisian tersebut memberhentikan bus dan coba memberikan teguran secara edukatif. Namun, sopir bus tersebut justru marah kepada petugas dan diduga memprovokasi warga serta penumpang untuk memarahi balik polisi."
"Sehingga, saat di Amplas, bus tersebut diberhentikan oleh petugas yang bersangkutan untuk menegur dan menanyakan mengapa tidak mau memberikan jalan," ujarnya.
Polisi menegaskan pentingnya sopir bus memahami rambu lalu lintas dan aturan prioritas di jalan raya.
"Ia mengingatkan agar sopir bus di Sumut sebaiknya memahami rambu lalu lintas dan aturan prioritas di jalan raya, agar kejadian serupa tidak terulang kembali."
"Diingatkan kepada para sopir bus untuk mengerti dan memahami kondisi jalan raya, termasuk pemberian prioritas dan aturan lalu lintas, agar dipatuhi demi kenyamanan bersama," jelasnya.
Selain itu, PJR sudah berkoordinasi langsung dengan manajemen bus Eldivo dan mendapat penjelasan dari masing-masing pihak.
"Atas kejadian ini, pihak PJR berkoordinasi langsung dengan manajemen bus tersebut dan sudah ada penjelasan dari masing-masing pihak," pungkasnya.
Insiden ini menyoroti perlunya kepatuhan lalu lintas dan kerja sama antara pengemudi bus dan aparat keamanan untuk mencegah kejadian serupa di masa depan.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Gelombang Panas Belanda Tewaskan 900 Orang, Prancis Terbakar
Kuasa Hukum Sarwendah Bantah Tuduhan Eksploitasi Anak
Pelabuhan Roro Gunungsitoli Disiapkan Jadi Pusat Logistik Nias
Kerajaan Dukung Penuh Timnas Usai Kalah di Semifinal
Gempa M3,4 Guncang Pidie Jaya, BMKG: Tak Berpotensi Tsunami
Sergai Bangun Mal Pelayanan Publik Rp6,2 Miliar Tahun Ini
Berita Terbaru
Prabowo Pilih Maung Mahal Demi Industri Dalam Negeri
Prabowo Akan Luncurkan Motor Listrik Nasional
Prabowo Resmikan Proyek LNG Masela, Tunggu 28 Tahun
Stok BBM Nasional Aman 14-40 Hari
PLN Diskon Tambah Daya 50% Sambut Tahun Ajaran Baru
Iran Ancam Hentikan Ekspor Energi Timur Tengah
Pemerintah Tetapkan 60% Gas Blok Masela untuk Domestik
Antrean BBM di Medan Kembali Normal
Prabowo Target Bangun 50 Pabrik Etanol Demi BBM Campur
Irak-Suriah Hidupkan Pipa Minyak Alternatif Hormuz
