Bus Trans Jatim Pasuruan: Rencana Koridor Baru Tertuang
Gambar atau konten salah?
Di Surabaya, Pemprov Jawa Timur sedang meneliti rencana koridor baru Bus Trans Jatim di kota Pasuruan. Rencana ini bertujuan agar bus baru dapat terhubung dengan dua koridor lama Bus Trans Jatim.
Menurut Kabid Angkutan Darat Dishub Jatim Ainur Rofiq, Bus Trans Jatim Pasuruan akan dihubungkan dengan Koridor I dan Koridor VI. Ia menambahkan bahwa rute bus akan dimulai dari Terminal Porong.
“Kami melakukan kajian saat ini untuk Bus Trans Jatim koridor Pasuruan. Jadi kami akan kaji terkait supply dan demand di sana,” kata Rofiq pada 7 Mei 2026.
Rofiq juga menegaskan bahwa Dishub Jatim akan memfasilitasi komunikasi dengan operator transportasi yang sudah beroperasi di Pasuruan. Hal ini penting agar tidak ada pihak yang dirugikan.
“Koordinasi dan komunikasi dengan angkutan existing, karena angkutan existing di Pasuruan itu banyak yang beroperasi,” jelas Rofiq. Ia juga menyebutkan akan bekerja sama dengan Pemkab Pasuruan dan Pemkot Pasuruan untuk memastikan jalur bus baru dapat berjalan lancar.
Di sisi lain, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa merespons aspirasi buruh pada aksi May Day 2026 terkait pengembangan layanan transportasi Trans Jatim. Salah satu usulan buruh adalah membuka koridor baru yang menyalurkan akses ke kawasan industri di Pasuruan.
“Kemudian harapan mereka untuk kita membuka koridor 8 melalui Pasuruan. Ini juga sudah kita bahas bersama mereka. Karena semula koridor 8 dan 9 itu kan kita rencanakan memaksimalkan Malang Raya. Tapi mereka ingin bahwa akses untuk buruh, terutama yang melewati PIER (Pasuruan Industrial Estate Rembang), itu bisa diprioritaskan,” ujar Khofifah pada 1 Mei 2026.
Ia menegaskan bahwa pembukaan koridor baru tidak dapat dilakukan secara instan. Dibutuhkan koordinasi lintas pihak, mulai dari penentuan titik pemberhentian hingga komunikasi dengan pengemudi angkutan lokal.
“Maka tadi yang mereka sampaikan, tahun depan mudah-mudahan sudah bisa kita buka koridor Pasuruan. Karena memang kita harus koordinasi titik-titik pemberhentian dari Trans Jatim, dan kemudian koordinasi dengan para sopir-sopir angkot setempat, dan tentu adalah support dari kepala daerah setempat. Jadi itu yang mereka sampaikan,” jelas Khofifah.
Dengan rencana ini, Bus Trans Jatim berupaya memperluas jaringan transportasi publik di Jawa Timur. Keterlibatan berbagai pihak, mulai dari pemerintah daerah hingga operator lokal, menjadi kunci utama agar koridor baru dapat beroperasi sesuai harapan.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Ratusan Monyet Ekor Panjang Turun ke Pasar, Cari Makan
Guru SD di Sidoarjo Naik Perahu Demi Mengajar saat Banjir Rob
Messi Geser Mbappe di Puncak Top Skor Piala Dunia
Penyebab Karhutla: dari Hal Sepele hingga Bencana
KAI Bantah Penguntit Penumpang Wanita di Supas adalah Pegawai
Banjir Rob Kalianak Semakin Parah, Warga Minta Dam Dibangun
