Captain Izham: 40 Tahun Memimpin Malaysia Airlines Sejak 1979

Dian P. · 3 min baca · 2 bulan lalu · 81 dibaca
Bisik.id
Captain Izham: 40 Tahun Memimpin Malaysia Airlines Sejak 1979

Gambar atau konten salah?

Datuk Captain Izham bin Ismail, berusia 65 tahun, kini memegang jabatan Direktur Eksekutif di Malaysia Airlines Berhad sekaligus Group Managing Director di Malaysia Aviation Group Berhad (MAG). Sebagai pemimpin berpengalaman, beliau telah menorehkan sejarah panjang di industri penerbangan.

Acara Matta Fair di Mitec, Kuala Lumpur, pada 18 April 2025 menjadi ajang pertemuan langsung dengan beliau. Dalam sesi wawancara, Captain Izham menampilkan sikap ramah, mata yang teduh, dan senyum hangat yang terus terpancar.

Kariernya dimulai pada 1979 ketika beliau pertama kali terbang sebagai pilot. Sepuluh tahun kemudian, pada 1989, ia dipercaya masuk jajaran manajemen. Sejak itu, ia menempati posisi strategis, mulai dari Wakil Presiden Eksekutif Operasi Penerbangan, Direktur Operasi, hingga Chief Operations Officer (COO) di Malaysia Airlines. Pada periode Juli hingga November 2016, beliau juga menjabat sebagai CEO MASwings, perusahaan saudara yang melayani wilayah Sabah dan Sarawak.

Peristiwa paling bersejarah dalam kariernya terjadi pada 02 April 1997. Captain Izham memecahkan rekor dunia dengan menerbangkan armada Boeing 777-200 pertama Malaysia Airlines dari Seattle ke Kuala Lumpur. Penerbangan ini tidak hanya menjadi rute terjauh, tetapi juga menjadi keliling dunia tercepat yang pernah dilakukan oleh pesawat komersial.

Menurut catatan resmi Boeing, penerbangan tersebut menempuh 41 jam 59 menit dan melintasi jarak 23.310 mil. Pesawat membawa 23 penumpang, termasuk tujuh pilot, seorang pengamat dari National Aeronautic Association, serta jajaran eksekutif dan personel operasional Boeing. Meskipun menempuh jarak jauh, pesawat tetap dilengkapi fasilitas standar komersial: 278 kursi penumpang, galley, dan toilet berfungsi penuh.

Rute dimulai dari Boeing Field di Seattle, dengan waktu tempuh 21 jam 23 menit. Pesawat mendarat di Kuala Lumpur pada 10.11 pagi waktu setempat (atau 01 April 2025 pukul 18.11 PST) untuk merayakan ulang tahun ke-50 Malaysia Airlines. Setelah pengisian bahan bakar, pesawat lepas landas kembali pada 12.15 siang waktu setempat (atau 20.15 PST, 01 April 2025) dan tiba di Seattle pada 14.46 PST.

Pengalaman luar biasa ini membuat Captain Izham dikenal dengan karisma tersendiri. Ia berbicara lugas, blak-blakan, namun tetap diselingi gaya bercanda yang hangat. Selain jam terbang tinggi, beliau pernah menjabat sebagai anggota Dewan Pariwisata Malaysia periode 2019-2022, memadukan pengalaman operasional dan pariwisata dalam strategi industri aviasi.

Di kancah internasional, beliau aktif sebagai anggota Dewan Gubernur IATA, Komite Manajemen Aliansi oneworld, dan Eksekutif AAPA. Di tingkat nasional, beliau dipercaya menjadi Ketua Dewan Penasihat Ekonomi di Dewan Konsultasi Penerbangan Nasional Malaysia sejak 2019.

Ketika diminta menyampaikan pesan bagi generasi muda, Captain Izham terdiam sejenak. Ia menekankan bahwa segala pencapaian tidaklah mudah. "Semua itu tidaklah mudah. Dibutuhkan kerja keras yang luar biasa, ketangguhan mental, serta tekad baja yang harus dipupuk kuat di dalam diri," tuturnya dengan penuh penekanan.

Selanjutnya, beliau menegaskan pentingnya keberanian. "Anda harus memiliki keberanian untuk mengambil risiko. Dan yang paling krusial adalah kemauan untuk terus-menerus melakukan transformasi diri. Jangan pernah merasa puas dengan status quo," tegasnya.

Captain Izham menambahkan bahwa kepemimpinan bukanlah panggung bagi satu orang saja. "Namun perlu diingat, kepemimpinan bukanlah panggung untuk satu orang saja. Inti dari seorang pemimpin adalah kemampuannya dalam mengarahkan dan membimbing orang lain. Anda harus benar-benar mampu memimpin manusia," pungkasnya.

Ia menekankan bahwa kepercayaan diri adalah dasar bagi seorang pemimpin. "Ketika Anda percaya pada diri sendiri, Anda akan memancarkan kepercayaan tersebut kepada orang lain melalui keberanian. Dari sanalah, keberanian akan memicu gairah serta passion untuk mewujudkan apa yang Anda impikan," jelasnya.

Jika diberi kesempatan memutar waktu kembali ke usia 20 tahun, Captain Izham akan mengingatkan dirinya untuk selalu berani mengambil keputusan. Ia juga menyampaikan pesan serupa kepada generasi muda: "Jangan pernah menghindar dari tantangan. Hadapi setiap hambatan dengan motivasi untuk menang. Jadikan hal itu sebagai panggilan hidup Anda," pungkasnya seraya tersenyum hangat.

Melalui perjalanan panjangnya, Captain Izham menunjukkan bahwa kesuksesan di dunia penerbangan memerlukan kombinasi pengalaman teknis, kepemimpinan, dan ketangguhan mental. Ia menjadi contoh bagi para profesional muda yang ingin menorehkan jejak di industri yang terus berkembang.

Captain Izham bin IsmailMalaysia AirlinesBoeing 777-200Matta FairIATAkepemimpinangenerasi muda

Komentar

Memuat komentar...