Cathay Pacific Naikkan Biaya Tambahan Bahan Bakar 34%
Gambar atau konten salah?
Maskapai Cathay Pacific akan menaikan biaya tambahan bahan bakar pada semua rute penerbangan mulai 1 April 2026. Langkah ini diambil sebagai respons terhadap krisis minyak yang dipicu oleh konflik di Timur Tengah.
Menurut data yang dilaporkan, Cathay akan menaikkan biaya tambahan pada penerbangan jarak pendek sebesar 34,1 persen, sementara penerbangan jarak menengah dan jauh akan meningkat tepat 34 persen. "Cathay bertekad untuk mengelola tantangan biaya yang signifikan ini sebaik mungkin, guna mempertahankan jaringan dan frekuensi penerbangan kami selama masa-masa yang belum pernah terjadi sebelumnya ini," kata perwakilan maskapai.
Perubahan ini mengikuti kebijakan sebelumnya di mana Cathay menggandakan biaya tambahan bahan bakar untuk sebagian besar rutenya akibat perang di Timur Tengah. Pekan lalu, maskapai juga memperpanjang penangguhan penerbangan ke dan dari Dubai serta Riyadh hingga 31 Mei 2026.
Untuk menanggapi permintaan pasar di Eropa, Cathay akan mengoperasikan penerbangan tambahan ke London, Paris, dan Zurich. Langkah ini bertujuan menjaga konektivitas dengan wilayah tersebut.
Asosiasi Transportasi Udara Internasional (IATA) mengungkapkan bahwa harga bahan bakar jet rata-rata secara global naik menjadi US$197 per barel minggu lalu, meningkat dari US$95,50 sebulan sebelumnya. Kenaikan ini mendorong banyak maskapai di dunia untuk menaikkan biaya tambahan.
Cathay menyatakan akan meninjau dan merevisi biaya tambahan bahan bakarnya setiap dua minggu sebagai langkah sementara karena harga bahan bakar tetap berfluktuasi. "Cathay menambahkan akan meninjau dan merevisi biaya tambahan bahan bakarnya setiap dua minggu sebagai langkah sementara karena harga bahan bakar tetap berfluktuasi," jelasnya.
Para analis menyoroti bahwa meskipun maskapai melakukan lindung nilai sebagian biaya bahan bakar, margin masih dapat terpengaruh. Cathay mengatakan lindung nilai mereka hanya mencakup sekitar 30 persen dari komponen minyak mentah, tetapi tidak berlaku untuk komponen kilang. "Cathay mengatakan lindung nilai mereka hanya mencakup sekitar 30 persen dari komponen minyak mentah, tetapi tidak berlaku untuk komponen kilang," kata analis.
Dengan kebijakan ini, Cathay berharap dapat mengelola biaya signifikan sambil mempertahankan jaringan dan frekuensi penerbangan selama periode ketidakpastian ekonomi global.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Promo Akhir Juli: Tiket Trans Studio Cibubur Mulai Rp398 Ribu
Piala Dunia 2026 Gagal Tarik Lonjakan Wisatawan
'Timuran di Bekasi' Hadirkan Musik Santai dan Games Seru
Nemuru Ciawi Siapkan Paket Liburan Sekolah Anak
Bandara Husein Sastranegara Resmi Jadi Bandara Internasional
13 Terluka dalam Lari Banteng San Fermin
Berita Terbaru
Harga Batu Bara Juli 2026 Naik di Sebagian Besar Kategori
Iran Minta Houthi Siap Tutup Laut Merah, Dua Jalur Minyak Terancam
Pertamina Bantah Keras Transporter Mogok Salurkan BBM
Penjualan Batu Bara Sitaan Negara Raup Rp20 Miliar
Antrean SPBU Sumut Mulai Normal, Stok BBM Aman
Antrean BBM di Medan Mulai Terurai
Harga Minyak RI Anjlok Drastis ke US$83,45 per Barel
Serangan Iran di Selat Hormuz, Lalu Lintas Kapal Anjlok
MSCI Perketat Aturan Saham 'Murah' Mulai Agustus 2026
