Cek Status PKH & BPNT: Situs dan Aplikasi Resmi Online
Gambar atau konten salah?
Setiap tahun, pemerintah rutin menyalurkan bantuan sosial kepada masyarakat yang masih membutuhkan. Program ini dikenal dengan nama Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT). Kedua program ini tidak dicairkan sekaligus, melainkan dibagi menjadi empat tahap.
Pencairan berlangsung setiap tiga bulan. Tahap pertama meliputi periode 01 Januari 2024 – 31 Maret 2024, tahap kedua 01 April 2024 – 30 Juni 2024, tahap ketiga 01 Juli 2024 – 30 September 2024, dan tahap keempat 01 Oktober 2024 – 31 Desember 2024. Bulan Juni menandai akhir pencairan tahap kedua, jadi bagi penerima manfaat penting untuk memantau statusnya sebelum tanggal tersebut.
Untuk memudahkan masyarakat, Kementerian Sosial menyediakan dua cara resmi agar penerima dapat mengecek status pencairan secara mandiri melalui ponsel. Cara pertama adalah lewat situs web resmi, dan cara kedua menggunakan aplikasi seluler.
Berikut langkah-langkahnya jika Anda memilih situs web:
- Masuk ke https://cekbansos.kemensos.go.id menggunakan browser.
- Masukkan Nomor Induk Kependudukan (NIK) sesuai KTP.
- Ketikan huruf kode verifikasi yang muncul di layar.
- Tekan tombol Cari Data dan sistem akan menampilkan detail penerima manfaat serta status pencairan.
Jika Anda lebih suka menggunakan aplikasi, ikuti langkah berikut:
- Unduh aplikasi Cek Bansos dari Play Store atau App Store.
- Jika belum memiliki akun, pilih “Buat Akun Baru” dan isi data pribadi yang diminta, lalu buat username dan password.
- Login menggunakan akun yang sudah dibuat.
- Pilih menu “Cek Bansos”, masukkan NIK KTP, lalu tekan Cari Data.
- Aplikasi akan menampilkan kelompok desil, status penerima, jenis bantuan, dan jadwal penyaluran.
Artikel ini ditulis oleh Eme Arapenta Tarigan, Peserta Program Maganghub Kemnaker.
Dengan dua metode yang mudah diakses, masyarakat dapat memantau kapan bantuan sosial mereka akan dicairkan. Proses ini membantu penerima tetap terinformasi dan menghindari kebingungan saat menunggu penyaluran.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Gelombang Panas Belanda Tewaskan 900 Orang, Prancis Terbakar
Kuasa Hukum Sarwendah Bantah Tuduhan Eksploitasi Anak
Pelabuhan Roro Gunungsitoli Disiapkan Jadi Pusat Logistik Nias
Kerajaan Dukung Penuh Timnas Usai Kalah di Semifinal
Gempa M3,4 Guncang Pidie Jaya, BMKG: Tak Berpotensi Tsunami
Sergai Bangun Mal Pelayanan Publik Rp6,2 Miliar Tahun Ini
Berita Terbaru
Bahlil Bantah Pemadaman Listrik Terkait Pasokan Batu Bara
Harga Minyak US$100 Per Barel, Masyarakat Berbondong Beralih ke BBM Subsidi
Bahlil Buka Suara soal Badan Usaha Khusus Migas Baru
Bahlil soal Impor Migas: Cari Pemasok Termurah
Pemerintah Dorong Program B50 Berhasil, Kini Siap Kembangkan E50
Presiden Kirim Surat ke DPR untuk Bahas RUU Migas
Pemerintah Hidupkan 45.000 Sumur Rakyat dan Sumur Tua
Proyek Sampah Jadi Listrik Bogor Raya 1 Mulai Dibangun
Pertamina Percepat Produksi Migas Demi Target 1 Juta Barel
Pertamina EP Buka Suara soal Kasus BUMD Bekasi
