CEO Danantara: IHSG Turun, MSCI Rebalance Takut Pasar

Ika P. · 2 min baca · 1 bulan lalu · 84 dibaca
Bisik.id
CEO Danantara: IHSG Turun, MSCI Rebalance Takut Pasar

Gambar atau konten salah?

CEO Danantara Rosan Roeslani mengungkapkan keprihatinannya atas penurunan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) setelah terbentuknya PT Danantara Sumberdaya Indonesia. Perusahaan baru ini bertugas mengelola ekspor komoditas strategis, mulai dari minyak kelapa sawit, batu bara, hingga fero alloy.

IHSG turun 0,82% pada penutupan perdagangan Rabu, 20 Mei 2026, mencapai level 6.318,50. Pada pukul 11.19 WIB, saat Presiden Prabowo Subianto memulai pidato tentang tata kelola ekspor komoditas sumber daya alam (SDA), indeks saham jatuh lebih dari 2%.

Selanjutnya, Kamis, 21 Mei 2026, IHSG ditutup di 6.094, menurun 233 poin atau 3,54%. Saat ditanya, Rosan menyinggung tekanan pasar yang dipengaruhi faktor teknikal dan sentimen global, termasuk rebalancing indeks Morgan Stanley Capital International (MSCI).

“Kalau saya senang bicaranya secara statistik di data gitu ya. Memang kita tahu ada MSCI yang menyatakan nanti mungkin tanggal 29 kan dari MSCI, menyebabkan pasti investor mungkin dari luar, karena ada beberapa saham yang dikeluarkan, juga itu akan mengalami penekanan,” jelas Rosan usai rapat di Kantor Kementerian Koordinator Perekonomian, Kamis (21/5/2026).

MSCI telah merilis hasil penyesuaian atau rebalancing yang berlaku efektif setelah penutupan pasar tanggal 29 Mei 2026. Dari hasil penyesuaian, sebanyak 18 saham Indonesia dikeluarkan dari indeks MSCI.

Rosan menambahkan, investor perlu melihat fundamental perusahaan secara jangka panjang, terutama kinerja BUMN yang disebut masih kuat. Ia mencontohkan bank-bank Himbara yang menurutnya masih mencatat performa positif dengan imbal hasil tinggi.

“Kalau kita lihat satu persatu, apalagi BUMN kami seperti bank-bank Himbara, kalau kita lihat misalnya performanya meningkat, yieldnya juga di atas 10-11%, ya kan?” tambah Rosan, yang juga menjabat Menteri Investasi dan Hilirisasi.

Meski pasar saat ini tertekan oleh faktor persepsi dan sentimen, Rosan tetap optimistis kondisi pasar akan membaik dalam jangka menengah dan panjang. Ia menilai fundamental perusahaan-perusahaan BUMN masih kuat di tengah tekanan pasar saat ini.

“Jadi ya ada faktor teknikal, persepsi, tapi kalau kita lihat fundamentalnya, insyaAllah, fundamentalnya bagus gitu, kan bisa dilihat. Tapi persepsi yang di market ya semuanya kan juga sedang tertekan. Jadi yang penting secara menengah ke depannya, long run-nya itu akan-akan baik,” tutur Rosan.

Secara keseluruhan, pergerakan IHSG pada akhir bulan ini mencerminkan ketidakpastian pasar yang dipicu oleh perubahan indeks MSCI dan sentimen global. Namun, pernyataan CEO Danantara menegaskan bahwa dasar ekonomi dan kinerja perusahaan BUMN tetap solid, menandakan potensi pemulihan di masa depan.

CEO Danantara Rosan RoeslaniIHSGMSCI rebalancingBUMNekspor komoditas strategissentimen globalfundamental perusahaan

Komentar

Memuat komentar...