China Perkenalkan Eksoskeleton AI Bantu Wisatawan Naik Gunung

Wati N. · 2 min baca · 2 bulan lalu · 75 dibaca
Bisik.id
China Perkenalkan Eksoskeleton AI Bantu Wisatawan Naik Gunung

Gambar atau konten salah?

Di China, pemerintah memperkenalkan robot eksoskeleton berbasis AI yang membantu wisatawan mendaki gunung. Inovasi ini muncul sebagai bagian dari tren wisata berbasis teknologi, atau smart tourism, yang semakin populer di negara tersebut.

Menurut Xinhuanet, teknologi ini mulai diterapkan di destinasi populer sejak 01 Februari 2025, salah satunya di Gunung Tai. Gunung ini terkenal dengan ribuan anak tangga, namun kini dapat didaki dengan bantuan alat berbentuk "kaki robot" yang dipasang di pinggang dan paha.

Eksoskeleton ini dirancang sebagai perangkat wearable dengan rangka luar yang menempel di bagian pinggang dan kaki. Alat ini menyesuaikan gerakan pengguna secara real-time berkat kecerdasan buatan yang membaca sinyal sensor.

Pengembangan eksoskeleton terus dilakukan oleh berbagai perusahaan teknologi di China. Di masa depan, alat ini diproyeksikan tidak hanya untuk wisata, tetapi juga untuk kesehatan, rehabilitasi, dan aktivitas sehari-hari.

Saat pengguna melangkah, sensor pada eksoskeleton mendeteksi gerakan kaki. Sistem motorik kemudian mengirimkan dorongan tambahan yang sinkron dengan langkah, sehingga pengguna merasakan tenaga tambahan yang membantu berjalan atau mendaki.

Perangkat ini biasanya memiliki bobot ringan, sekitar 1,8 kilogram, dan dirancang agar nyaman dipakai tanpa mengganggu mobilitas. Sistem baterai mampu bertahan hingga beberapa jam, cukup untuk pendakian panjang.

Mengutip China Minutes, teknologi ini tidak membuat pengguna bergerak lebih cepat, tetapi berfungsi untuk mengurangi beban fisik dan kelelahan, terutama pada bagian lutut dan kaki. Beberapa pengujian menunjukkan penurunan kelelahan hingga 30-40 persen saat mendaki.

Penggunaan robot eksoskeleton di destinasi wisata merupakan bagian dari pengembangan konsep smart tourism. Konsep ini menggabungkan teknologi modern dengan pengalaman wisata, menciptakan perjalanan yang lebih nyaman, aman, dan inklusif.

Dengan eksoskeleton, wisatawan yang sebelumnya tidak mampu mendaki, seperti lansia, kini memiliki kesempatan yang sama untuk menikmati destinasi alam. Hal ini secara tidak langsung memperluas segmentasi pasar pariwisata.

Eksoskeleton juga menjadi daya tarik tersendiri. Banyak wisatawan tertarik mencoba teknologi ini sebagai pengalaman baru, sehingga menciptakan tren wisata berbasis inovasi yang semakin berkembang di China.

Perangkat ini menyesuaikan dengan setiap gerakan pengguna, sehingga tidak terasa berat. Sensor yang terpasang di kaki dapat mendeteksi gerakan dalam hitungan milidetik. Perangkat ini biasanya memiliki bobot ringan, sekitar 1,8 kilogram, sehingga tidak membuat pengguna merasa terbebani. Sistem motorik eksoskeleton bekerja dengan mengirimkan dorongan tambahan yang sinkron dengan langkah pengguna. Pengujian eksoskeleton menunjukkan penurunan kelelahan hingga 30-40 persen, membantu pengguna tetap energik. Dengan teknologi ini, wisatawan dapat menikmati pemandangan alam tanpa harus khawatir kelelahan. Eksoskeleton juga menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan yang mencari pengalaman baru.

robot eksoskeletonAIpariwisata cerdasGunung Taisensor gerakkesehatan rehabilitasimobilitas ringan

Komentar

Memuat komentar...