Courtney Luna: Diet Karnivora Keluarga Siap Krisis Pangan
Gambar atau konten salah?
Pada 01 April 2026, Courtney Luna, seorang ibu asal California Selatan, mengumumkan rencananya menyiapkan menu khusus untuk anak-anaknya. Ia mengklaim bahwa pola makan yang ia terapkan dapat membuat tubuh tetap langsing sekaligus mempersiapkan keluarga menghadapi krisis besar, termasuk kemungkinan perang dunia III.
Courtney menerapkan pola makan karnivora, yang hanya mengandalkan produk hewani seperti daging, telur, dan lemak hewan. Ia menghilangkan semua makanan lain, termasuk sayuran dan buah, karena ia percaya bahwa makanan olahan seperti sosis, nugget hingga makanan kaleng tidak akan menjadi pilihan yang baik hanya karena keadaan dunia sedang sulit. Daging, telur, dan lemak hewan adalah makanan yang paling padat nutrisi," ujarnya.
Ia memulai pola ini dengan tujuan menurunkan berat badan dan berhasil menurunkan sekitar 25 kilogram dalam waktu kurang dari satu tahun. Namun, bagi Courtney, manfaatnya tidak hanya soal berat badan.
Dalam satu minggu, ia mengaku bisa menghabiskan sekitar 400 USD (Rp 6,8 juta) untuk membeli daging bagi keluarganya yang terdiri dari empat orang. Belanjaannya sebagian besar berupa daging sapi, ayam, telur, ikan, dan berbagai jenis keju. Anak-anaknya terbiasa mengonsumsi burger buatan rumah, bacon, telur, dan steak di rumah setiap hari.
Untuk camilan, Courtney biasanya menyediakan pork skin yang digoreng, salami, atau keju. Ia menilai pola makan ini dapat menjadi persiapan jika terjadi krisis pangan di berbagai negara. Menurutnya, menyimpan daging di dalam freezer dan menyiapkan makanan sederhana berbasis daging adalah langkah yang efektif.
Dalam situasi ketika makanan terbatas, yang dibutuhkan adalah nutrisi paling tinggi dalam setiap gigitan, bukan kalori kosong," katanya.
Namun, pola makan tersebut menuai banyak kritik dari orang tua lain di media sosial. Banyak yang mempertanyakan keputusan Courtney yang tidak memberikan sayur dan buah kepada anak-anaknya. Sejumlah komentar menyebut kebiasaan tersebut tidak sehat dalam jangka panjang.
Salah satu ahli kesehatan, Carolina Goncalves, menjelaskan bahwa pola makan karnivora memang dapat membantu menurunkan berat badan karena asupan karbohidrat yang sangat rendah. Namun, ia juga mengingatkan bahwa pola makan tinggi lemak berisiko menimbulkan masalah kesehatan.
“Menghilangkan buah dan sayuran dari pola makan dapat menyebabkan kekurangan vitamin dan mineral yang penting bagi tubuh,” ujarnya. “Pola makan sehat dan bergizi seimbang tetap menjadi pilihan terbaik untuk menjaga kesehatan secara menyeluruh.”
Kritik terhadap diet ini menyoroti potensi kekurangan nutrisi penting dan risiko kesehatan jangka panjang. Pendapat Carolina menegaskan bahwa meskipun diet ini dapat menurunkan berat badan, pendekatan yang lebih seimbang tetap dianjurkan.
Dalam konteks persiapan krisis, beberapa orang melihat nilai praktis dalam menyiapkan stok daging, sementara yang lain menekankan pentingnya asupan gizi lengkap untuk kesehatan jangka panjang.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Tebet Temukan 5 Kafe Hidden Gem dengan Suasana Tenang
Kakek India Viral Berbagi Nasi Lemak Tradisional Indonesia
Gemblong Viral: 5 Varian Terbaru di Jakarta dan Jawa Barat
Zangrandi: Es Krim Surabaya, 90 Tahun Sejarah dan Rasa Asli
Cecina vs Biltong: Duel Kuliner di Piala Dunia 2026
10 Kota Kuliner Terbaik 2026: Dua di Asia Tenggara
Berita Terbaru
Penerapan Teknologi di Perusahaan Indonesia Naik 20%
Amalan Malam 1 Muharram 1448 H: Doa, Bacaan, Salat & Sedekah
Clara & Alexander Selesaikan Mediasi, Perceraian Dibatalkan
Harga BBM Pertamax Naik Rp 16.250, Pemerintah Meneliti
IJTI Akademi 2026: Pelatihan Media untuk Pelajar Purwakarta
Gary Neville Dukung Aturan FIFA Bebas Waktu Buang-Buang
OSCT Tekankan Kesiapan Tumpahan Minyak di Invirotech 2026
Bapenda Karawang Sosialisasi Opsen PKB & BBNKB 2026 di Kampus
