Damkar Lepaskan Cincin Meita di Banyuwangi, Selesai 15 Menit

Jaka M. · 2 min baca · 1 bulan lalu · 78 dibaca
Bisik.id
Damkar Lepaskan Cincin Meita di Banyuwangi, Selesai 15 Menit

Gambar atau konten salah?

Meita Saputri, seorang remaja perempuan berusia 19 tahun, berasal dari Dusun Krajan di Desa Genteng Wetan, Kecamatan Genteng, Banyuwangi. Pada suatu sore, ia mendatangi kantor Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Banyuwangi sektor Genteng setelah cincin di jari manisnya tidak dapat dilepas. Cincin tersebut membuat jari menonjol, bengkak, dan terasa nyeri.

Ia mencoba melepas cincin secara mandiri, menggunakan sabun, minyak pelumas, bahkan mencoba memeras jari, namun semua usaha tidak membuahkan hasil. Karena pembengkakan terus bertambah, Meita akhirnya memohon bantuan petugas Damkarmat pada Sabtu (30 Mei 2026) sekitar pukul 18.10 WIB.

Koordinator Damkarmat Sektor Genteng, Sutikno, segera menanggapi laporan tersebut. Ia menegaskan bahwa cincin yang menjepit jari berisiko mengganggu aliran darah jika dibiarkan terlalu lama.

Sutikno menjelaskan bahwa kondisi jari korban sudah mengalami pembengkakan saat petugas tiba. Ia menambahkan bahwa jika cincin tetap menempel, sirkulasi darah dapat terganggu, sehingga penanganan harus segera dilakukan.

Meita datang bersama saudaranya, tampak khawatir karena jari yang terus membengkak membuat cincin semakin sempit. Korban juga mengeluhkan rasa nyeri pada bagian jari yang terjepit.

Untuk melepaskan cincin, petugas menggunakan gerinda mini dan tang snap ring. Proses dilakukan secara hati‑hati agar tidak melukai jari korban. Selama pemotongan, cincin disiram air secara berkala guna mencegah panas akibat gesekan gerinda.

Sutikno menjelaskan, “Kami menggunakan alat khusus untuk memotong cincin. Saat proses berlangsung, cincin terus disiram air agar suhu logam tidak terlalu panas dan aman bagi korban.”

Setelah cincin berhasil dipotong, petugas membuka bagian logam secara perlahan menggunakan tang hingga akhirnya terlepas tanpa menimbulkan luka tambahan pada jari korban. Proses evakuasi selesai dalam waktu 15 menit.

Sutikno menegaskan bahwa evakuasi cincin merupakan salah satu layanan penyelamatan nonkebakaran yang cukup sering ditangani oleh Damkarmat. Ia mengimbau masyarakat agar tidak memaksakan melepas cincin yang sudah menjepit jari karena dapat memperparah pembengkakan maupun menimbulkan luka.

Ia menambahkan, “Kalau sudah sulit dilepas dan jari mulai membengkak, sebaiknya segera meminta bantuan petugas agar penanganannya aman dan tidak menimbulkan cedera.”

Meita mengaku telah memakai cincin tersebut dalam waktu cukup lama. Namun beberapa hari terakhir jarinya mengalami pembengkakan sehingga cincin yang semula pas menjadi sulit dilepaskan.

Ia sempat mencoba berbagai cara di rumah, mulai menggunakan sabun hingga minyak pelumas. Namun seluruh upaya tersebut tidak berhasil. Ia berkata, “Saya sudah coba dilepas sendiri berkali‑kali pakai sabun dan minyak, tapi tetap tidak bisa keluar. Malah jari terasa semakin sakit dan bengkak.”

Meita mengaku sempat panik saat melihat kondisi jarinya terus membesar. Ia khawatir cincin yang menjepit terlalu lama dapat menimbulkan luka yang lebih serius. Ia mengungkapkan, “Sempat takut karena jari makin bengkak dan cincinnya tidak bisa bergerak sama sekali. Akhirnya saya memutuskan meminta bantuan Damkar.”

Setelah mendapat penanganan dari petugas, Meita mengaku lega karena cincin berhasil dilepas tanpa menimbulkan cedera pada jarinya. Ia mengucapkan, “Alhamdulillah bisa dilepas dengan aman. Terima kasih kepada petugas Damkar yang sudah membantu dengan cepat. Saya sangat terbantu.”

Peristiwa ini menegaskan pentingnya respons cepat dari petugas Damkarmat dalam situasi darurat nonkebakaran. Dengan prosedur yang terukur, mereka mampu mencegah komplikasi serius, sekaligus memberikan ketenangan bagi korban dan keluarga.

Meita SaputriDamkarmatcincin terjebakpembengkakan jarigerinda minitang snap ringevakuasi cincin

Komentar

Memuat komentar...