De Javasche Bank Surabaya: Museum Gratis, Sejarah Perbankan
Gambar atau konten salah?
De Javasche Bank Surabaya adalah bangunan bersejarah yang kini berfungsi sebagai museum. Tempat ini menampilkan perjalanan panjang perbankan Indonesia, mulai dari bank kolonial Belanda hingga sistem pembayaran modern. Berbeda dengan museum lain yang memungut biaya, museum ini gratis bagi semua pengunjung.
Bangunan ini pertama kali dibangun pada 14 September 1829. Pada tahun 1910, gedung tersebut mengalami renovasi besar sebagai bagian dari upaya modernisasi fasilitas perbankan Belanda. Desainnya mengusung arsitektur Neo‑Renaissance, dengan bentuk simetris dan nuansa klasik Eropa yang megah. Lahan yang ditempati sekitar 1.000 meter persegi, menempatkan gedung ini di jantung kota lama Surabaya.
Setelah Indonesia merdeka, De Javasche Bank dinasionalisasi pada 1951 dan beralih menjadi kantor perwakilan Bank Indonesia di Surabaya. Gedung ini beroperasi sebagai kantor tersebut hingga 1972. Mengingat nilai sejarah dan arsitektur yang tinggi, bangunan ini resmi ditetapkan sebagai cagar budaya pada 27 Januari 2012.
Sejak itu, gedung ini dibuka untuk publik sebagai museum edukasi sejarah. Koleksi yang dipamerkan meliputi uang kuno, mesin penghitung uang lama, arsip perbankan, serta dokumentasi perkembangan sistem pembayaran di Indonesia. Semua koleksi ini dapat dilihat tanpa harus membayar tiket masuk.
Lokasi De Javasche Bank Surabaya berada di Jalan Pahlawan No. 105, kawasan kota lama. Museum ini buka pada Selasa hingga Minggu dengan jam 08.00‑16.00 WIB. Pada Senin dan hari libur nasional museum tutup. Akses ke museum mudah, baik dengan kendaraan pribadi maupun transportasi umum seperti Suroboyo Bus.
Pengunjung umum dapat datang langsung tanpa perlu membuat reservasi. Biaya masuk tidak dikenakan, sehingga siapa saja dapat menikmati edukasi sejarah secara gratis. Namun, bagi rombongan yang ingin mengunjungi secara terstruktur, prosedur berbeda.
Untuk kunjungan kolektif, koordinator rombongan harus mengirim surat permohonan kunjungan. Surat tersebut harus menggunakan kop resmi dari instansi, sekolah, atau universitas dan ditujukan kepada:
Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Timur, Jalan Pahlawan No 105 Surabaya
UP Unit Kehumasan
Perihal: Permohonan Kunjungan Edukasi (Sesuai dengan materi yang diajukan) di Gedung De Javasche Bank Surabaya.
Surat harus dikirim paling lambat H‑7 sebelum tanggal kunjungan melalui email ke [email protected]. Peserta dapat memilih salah satu materi edukasi berikut:
- Materi Kebanksentralan Cinta, Bangga, Paham Rupiah (CBP Rupiah)
- QRIS dan Sistem Pembayaran Digital
- Pengembangan UMKM dan Ekonomi Syariah
Walaupun gratis, pengunjung tetap harus mematuhi peraturan yang berlaku di museum. Berikut beberapa aturan utama:
- Dilarang membawa dan/atau mengonsumsi makanan dan minuman di dalam area museum.
- Wajib menitipkan barang bawaan berukuran besar—seperti tas ransel, payung, kereta bayi, serta makanan dan minuman—di tempat penitipan yang disediakan.
- Barang berharga seperti dompet, kamera, dan ponsel diperkenankan dibawa masuk. Pastikan memeriksa kembali barang setelah tur selesai.
- Dilarang membawa hewan peliharaan ke dalam area museum.
- Dilarang menyentuh koleksi yang dipamerkan.
- Dilarang duduk di area yang tidak diperbolehkan atau telah diberi tanda larangan.
- Dilarang merokok, termasuk menggunakan rokok elektronik (vape), di seluruh area museum.
- Dilarang membawa barang-barang berbahaya atau properti yang dapat membahayakan keselamatan—seperti senjata tajam, korek api, bahan mudah terbakar, serta alat peraga yang tidak berkaitan dengan kegiatan edukasi resmi.
Dengan semua ketentuan tersebut, pengunjung dapat menikmati sejarah tanpa gangguan. Museum ini menjadi contoh bagaimana bangunan kolonial dapat diadaptasi menjadi ruang edukasi publik. Kunjungan ke De Javasche Bank Surabaya menawarkan pandangan unik tentang evolusi sistem keuangan Indonesia, dari masa kolonial hingga era digital.
Jadi, kapan detikers mau berkunjung? Museum ini siap menyambut pengunjung setiap hari kerja kecuali Senin dan hari libur nasional, mulai pukul 08.00 hingga 16.00 WIB. Dengan akses mudah dan tiket gratis, kunjungan ke museum ini menjadi pilihan tepat bagi yang ingin belajar sejarah perbankan sambil menikmati arsitektur klasik.
Pengalaman di De Javasche Bank Surabaya tidak hanya sekadar melihat koleksi, tetapi juga menyelami perjalanan panjang sistem pembayaran Indonesia. Dari uang kertas kuno hingga QRIS, museum ini menampilkan transformasi ekonomi yang berkelanjutan. Melalui pengunjung yang datang, bangunan bersejarah ini tetap hidup dan relevan, menjembatani masa lalu dengan masa depan.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Ratusan Monyet Ekor Panjang Turun ke Pasar, Cari Makan
Guru SD di Sidoarjo Naik Perahu Demi Mengajar saat Banjir Rob
Messi Geser Mbappe di Puncak Top Skor Piala Dunia
Penyebab Karhutla: dari Hal Sepele hingga Bencana
KAI Bantah Penguntit Penumpang Wanita di Supas adalah Pegawai
Banjir Rob Kalianak Semakin Parah, Warga Minta Dam Dibangun
