Depok Rayakan Lebaran 2026: Parade Busana & UMKM Pesta

Teguh A. · 2 min baca · 2 bulan lalu · 103 dibaca
Bisik.id
Depok Rayakan Lebaran 2026: Parade Busana & UMKM Pesta

Gambar atau konten salah?

Depok menandai Lebaran 2026 dengan acara yang dipenuhi warna dan keunikan. Tema utama, Depok Rumah Kita, menonjolkan semangat kebersamaan warga Depok yang sudah berulang kali dirayakan. Pada hari itu, Alun‑Alun Timur di Jalan Boulevard Grand Depok City No 25, Jatimulya, Kecamatan Cilodong menjadi panggung bagi parade busana yang memukau.

Acara dimulai pukul 09.00 WIB, ketika para peserta mulai menampilkan busana beragam. Mereka berasal dari kategori Forkopimda, DPRD, BUMN/Perbankan/Swasta, dan Kumpulan Orang‑Orang Depok (KOOD) Kecamatan. Dari kebaya klasik hingga busana retro, penampilan memadukan tradisi dan gaya modern. Setiap peserta menampilkan pakaian yang mencerminkan identitas dan kepribadian mereka.

Wali Kota Depok, Supian Suri, mengajak warga untuk mendukung produk UMKM lokal. Ia menekankan bahwa acara ini bukan sekadar peragaan budaya, melainkan juga momentum bagi ekonomi kreatif. “Ke pasar penghabisan beli kebaya. Bapak Ibu tolong diliatin ini, udah habis‑habis beli kebaya,” candanya membuka acara. Ia juga menyoroti pakaian nyentrik para pejabat, mulai dari gaya era 70‑an Kepala Disporyata hingga penampilan anggota DPRD yang menyerupai kiper legendaris Rene Higuita.

Supian Suri kemudian mengeluarkan perintah khusus. “Khususnya para anggota dewan, para camat, para lurah, kepala perangkat daerah, jangan pulang dulu sebelum belanja UMKM!” ia berseru. Ia menegaskan bahwa setiap pejabat harus tetap berada di area acara sampai selesai berbelanja. Rp 100.000 per orang menjadi batas minimal pembelanjaan, sebagai bentuk apresiasi terhadap kualitas kerajinan dan kuliner UMKM Depok.

Lebaran Depok 2026 juga menekankan pesan toleransi dan keberagaman. Tema “Depok Rumah Kita” terpampang besar di panggung utama, mengajak warga dari berbagai latar belakang suku dan agama untuk guyub. Supian Suri mengajak semua orang merasakan kebersamaan dan menjaga silaturahmi di kota ini.

Di penghujung sambutannya, Wali Kota menyampaikan apresiasi kepada para influencer dan pembuat konten. Ia berterima kasih atas upaya mereka memviralkan keunikan Depok, termasuk Car Free Day (CFD) yang berbeda dari kota lain. Namun, ia juga menitipkan pesan penting: “Jangan kita mengada‑adakan yang sebetulnya di Depok itu tidak ada. Tidak ada pocong yang gentayangan. Tidak ada keranda terbang. Tidak ada babi ngepet,” pungkas dia.

Acara ini menampilkan perpaduan budaya, ekonomi, dan kebersamaan yang kuat. Lebaran Depok 2026 menjadi contoh bagaimana perayaan tradisi dapat memfasilitasi pertumbuhan UMKM sekaligus mempererat hubungan antarwarga. Dengan menonjolkan pakaian era 1970‑an dan menegaskan nilai toleransi, Depok menunjukkan bahwa perayaan Lebaran dapat menjadi ajang yang menyatukan sekaligus menguatkan identitas lokal.

Depok Rumah KitaLebaran 2026UMKMBusana RetroKebaya KlasikCar Free DayToleransi

Komentar

Memuat komentar...