Depok Siap Rilis Lebaran Tradisional, Target KEN 2024
Gambar atau konten salah?
Depok menyiapkan suasana Lebaran yang penuh tradisi pada 07 Mei 2024. Acara ini menampilkan potong kerbau, gambang kromong, dan berbagai kegiatan budaya lain yang diharapkan masuk daftar Karisma Event Nusantara (KEN) di bawah naungan Kemenparekraf.
Di Alun-Alun Timur Grand Depok City (GDC), warga Depok berkumpul sejak pukul 06.30 WIB untuk merayakan Lebaran Depok 2026. Pusat perhatian adalah Motong Kebo Andil & Nyedengin Baju, yang membawa nuansa nostalgia bagi para pengunjung.
“Potong Andilan Kebo, motong andil kebo. Jadi orang dulu kalau pengen makan daging setahun sekali di Lebaran itu, ya patungan. Ada 20 orang, 30 orang, dan patungannya bukan seminggu sebelum Lebaran, tapi setahun. Itu namanya Arisan Andilan,” ujar Hamzah, ketua Acara Lebaran Depok 2026.
Hamzah melanjutkan: “Selama setahun itu nyicil, yang 5 perak, yang 10 perak, sampai batas angka yang disepakati untuk 30 orang beli kebo ini berapa jumlahnya. Nah, jadi kita potong besok, kita masak, dan kita makan bersama-sama.”
Supian Suri, Wali Kota Depok, menekankan inti acara sebagai upaya menumbuhkan cinta terhadap kota. “Semangatnya adalah ‘Depok Rumah Kita’. Kita cintai kota ini, dan kita lestarikan budaya serta kebiasaan yang biasanya orang-orang kita dulu laksanakan, salah satunya fesyen era 70-an,” ungkapnya.
Supian juga menyatakan bahwa Pemerintah Kota Depok sedang berdiskusi intensif agar Lebaran Depok, yang kini telah menginjak tahun ketujuh pelaksanaannya, dapat naik kelas menjadi agenda pariwisata berskala nasional. “Insyaallah setelah kebersamaan warga ini terbangun, kita akan masuk ke nasional, termasuk tadi Karisma Event Nusantara. Kita berharap ini menjadi kalender wisata. Tahun depan menjadi tahun kedelapan, kita kuatkan barisannya dulu dan kompak dengan masyarakat,” tambahnya.
Menanggapi aspirasi warga yang menginginkan acara serupa di kecamatan lain seperti Cimanggis, Supian menyambut baik masukan tersebut, meski mengakui adanya keterbatasan ruang yang akan didiskusikan lebih lanjut untuk evaluasi tahun depan.
Selain Motong Kebo Andil, acara ini juga menampilkan Gambang Kromong, Lomba Hias Tumpeng, Bazar UMKM, dan Fashion Show yang disebut Nyedengin Baju. “Termasuk pakai baju jadulan. Kenapa makna itu? Jadi tahun 70-an itu orang-orang Depok kalau Lebaran biasanya pakai bajunya cutbray, baju-baju jadul. Besok kita jadulan namanya, dan sekalian,” jelas Hamzah.
Dukungan penuh terhadap pelestarian budaya juga datang dari legislatif. Ijaz Konita Lutfia, anggota DPRD Kota Depok dari Fraksi PPP, hadir mengenakan outfit era 70-an dan mengapresiasi antusiasme warga. “Saya men-support penuh, ini bagian dari pelestarian budaya. Harapan saya, dari tahun ke tahun acara Lebaran Depok ini makin meriah dan memberikan manfaat, terutama jika kita lihat antusiasme UMKM-nya,” ujar Ijaz.
Ijaz menekankan pentingnya mempertahankan pakem tradisi asli yang sudah diwariskan turun-temurun, meski dikemas dalam balutan acara modern. “Runtutan kegiatannya seperti rantangan, ngepasin baju (nyedengin baju), dan lain sebagainya itu tidak boleh hilang. Tinggal kita improvisasi pengembangannya saja agar UMKM dan antusiasme masyarakat lebih meningkat lagi,” pungkasnya.
Acara Lebaran Depok 2026 menampilkan kombinasi tradisi dan modernitas, mengajak warga untuk merayakan budaya sambil mempersiapkan diri menjadi bagian dari kalender wisata nasional. Dengan dukungan mayoritas, komunitas, dan pemerintah, harapan akan keberhasilan dan pertumbuhan acara ini terus berlanjut ke tahun berikutnya.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Promo Akhir Juli: Tiket Trans Studio Cibubur Mulai Rp398 Ribu
Piala Dunia 2026 Gagal Tarik Lonjakan Wisatawan
'Timuran di Bekasi' Hadirkan Musik Santai dan Games Seru
Nemuru Ciawi Siapkan Paket Liburan Sekolah Anak
Bandara Husein Sastranegara Resmi Jadi Bandara Internasional
13 Terluka dalam Lari Banteng San Fermin