Desa Jatiluwih Tutup 29-30 Maret, Nyepi Sawah Rutin
Gambar atau konten salah?
Desa Jatiluwih, Kecamatan Penebel, Kabupaten Tabanan, Bali, ditutup bagi wisatawan pada 29 March 2026 dan 30 March 2026. Penutupan ini diselenggarakan untuk upacara tradisional Nyepi Sawah.
Upacara ini dimaksudkan untuk menetralkan energi negatif di ladang padi, sehingga hasil panen dapat lebih melimpah. Menurut I Ketut Purna, Manajer Operasional Daerah Tujuan Wisata (DTW) Jatiluwih, Nyepi Sawah dilakukan lima kali dalam setahun. Luas sawah yang menjadi tempat ritual mencapai 227,41 hektare.
"Proses ini mengikuti pertumbuhan padi, di mana Nyepi Sawah ini berlangsung selama dua hari dalam satu kali upacara," ujar Ketut Purna.
John, yang akrab dipanggil oleh warga, menjelaskan bahwa Nyepi Sawah dilakukan tiga kali saat penanaman beras merah, dan dua kali lagi saat padi cicih atau padi masih muda. Selama upacara, tidak diperbolehkan ada aktivitas apapun di tengah sawah.
"Selama Nyepi Sawah berlangsung, wisatawan tidak diperbolehkan masuk ke areal pematang sawah. Wisatawan hanya diperbolehkan di jalur trekking saja," tambahnya.
Rangkaian Nyepi Sawah dimulai dengan nunas tirta (meminta air suci) dan pengaturan sesajen di Pura Pucak Petali serta Pura Candikuning, dua pura yang berfungsi sebagai penyiwian subak. Selain itu, ritual juga dilaksanakan di Pura Bedugul dan pura sawah masing‑masing.
Tujuan Nyepi Sawah adalah Nangkluk Merana, yakni menghilangkan unsur negatif yang ada di sawah. John menegaskan bahwa upacara ini telah berlangsung turun temurun, namun baru dipatenkan pada tahun 1933. Ia juga menyebutkan bahwa upacara ini sudah tercatat dalam buku Dharma Pemaculan.
Kesimpulannya, Nyepi Sawah adalah tradisi penting bagi komunitas Jatiluwih, yang menekankan pentingnya menjaga keharmonisan alam. Upacara ini tidak hanya melibatkan warga setempat, tetapi juga mengatur akses wisatawan agar tetap menghormati proses spiritual yang berlangsung di ladang padi.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Promo Akhir Juli: Tiket Trans Studio Cibubur Mulai Rp398 Ribu
Piala Dunia 2026 Gagal Tarik Lonjakan Wisatawan
'Timuran di Bekasi' Hadirkan Musik Santai dan Games Seru
Nemuru Ciawi Siapkan Paket Liburan Sekolah Anak
Bandara Husein Sastranegara Resmi Jadi Bandara Internasional
13 Terluka dalam Lari Banteng San Fermin
