DHE SDA Devisa Ekspor Sumber Daya Alam Segera Berlaku
Gambar atau konten salah?
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengumumkan bahwa kebijakan Devisa Hasil Ekspor Sumber Daya Alam (DHE SDA) akan segera diberlakukan. Saat ini, rancangan kebijakan masih dalam tahap revisi sebelum diundangkan secara resmi.
"Ada revisi kecil, karena ada beberapa pihak minta pengecualian, dan presiden setuju. Karena emang tidak relevan dengan niat kita menjalankan DHE itu," kata Purbaya di Kementerian Keuangan, Jakarta Pusat, Selasa, 07 April 2026.
Menurutnya, tujuan utama DHE SDA adalah menahan devisa hasil ekspor agar tetap berada di dalam negeri. Fokusnya adalah sektor yang memanfaatkan sumber daya alam domestik dan pembiayaan dari perbankan dalam negeri. Purbaya menegaskan bahwa selama ini keuntungan dari ekspor sering disimpan di luar negeri.
"Kan DHE itu sebetulnya tujuannya adalah untuk menahan uang-uang domestik yang pinjem pakai bank domestik, yang pakai sumber daya alam domestik, tapi untung uangnya ditaruh di luar negeri," tambahnya.
Ia menyatakan bahwa aturan ini akan segera terbit, target masih dalam bulan ini. Namun, karena adanya revisi, waktu implementasi kemungkinan sedikit bergeser dari rencana awal yang sebelumnya ditargetkan berlaku pada awal tahun.
"Nanti bentar lagi keluar kok dipelajarin aja nanti. Mungkin bulan ini, harusnya bulan ini. Diterapkan nanti, berarti kalau bulan ini geser dikit. Nggak awal tahun lagi, tadinya awal tahun kan. Nggak awal tahun, nanti kita lihat lagi seperti apa," tutupnya.
Pemerintah sedang menyiapkan revisi Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 8 Tahun 2025 sebagai perubahan kedua tentang DHE SDA. Dalam aturan baru, penempatan DHE SDA akan dikhususkan hanya di rekening khusus Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) mulai 2026.
Dengan perubahan ini, DHE SDA diharapkan dapat lebih efektif menahan devisa domestik, sekaligus memfasilitasi aliran keuangan dalam negeri.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Berita Terbaru
Bahlil Bantah Pemadaman Listrik Terkait Pasokan Batu Bara
Harga Minyak US$100 Per Barel, Masyarakat Berbondong Beralih ke BBM Subsidi
Bahlil Buka Suara soal Badan Usaha Khusus Migas Baru
Bahlil soal Impor Migas: Cari Pemasok Termurah
Pemerintah Dorong Program B50 Berhasil, Kini Siap Kembangkan E50
Presiden Kirim Surat ke DPR untuk Bahas RUU Migas
Pemerintah Hidupkan 45.000 Sumur Rakyat dan Sumur Tua
Proyek Sampah Jadi Listrik Bogor Raya 1 Mulai Dibangun
Pertamina Percepat Produksi Migas Demi Target 1 Juta Barel
Pertamina EP Buka Suara soal Kasus BUMD Bekasi
