Diaz Prayoga Manurung Cedera Parah Akibat Tabrak Toyota Asahan

Bayu K. · 2 min baca · 1 bulan lalu · 78 dibaca
Bisik.id
Diaz Prayoga Manurung Cedera Parah Akibat Tabrak Toyota Asahan

Gambar atau konten salah?

Diaz Prayoga Manurung, seorang panitia kurban berusia 19 tahun, mengalami nasib pahit setelah kecelakaan lalu lintas di Kabupaten Asahan, Sumatera Utara. Pada 27 Mei 2026, sekitar pukul 12.00 WIB, dia mengendarai becak bermotor bersama tiga rekan—Muhammad Sandanu, Andre Syahputra, dan Yuda Aidil Fitrah—untuk membawa jeroan sapi kurban ke sungai dan mencucinya.

Kecelakaan terjadi di Jalan Lintas Sumatera (Jalinsum) Medan‑Rantau Prapat, tepatnya di Dusun III, Desa Pulau Maria, Kecamatan Teluk Dalam. Mobil Toyota Kijang Innova BK 1274 QF menabrak becak bermotor yang sedang berada di bahu jalan dan hendak menyeberang ke arah Medan. Insiden ini dikatakan berupa tabrak samping.

Menurut Kanit Gakkum Satlantas Polres Asahan, Ipda Julfren H. Situmorang, “Mobil Toyota Kijang Innova melaju dengan kecepatan tinggi dan tidak berkonsentrasi penuh sehingga kehilangan kendali, turun ke bahu jalan sebelah kiri, lalu menabrak becak bermotor yang berada di bahu jalan.”

Setelah menabrak becak, mobil juga menghantam kios milik warga yang sedang tutup. Pengemudi mobil langsung melarikan diri dan identitasnya belum terungkap. Julfren menegaskan bahwa penyelidikan masih berlangsung.

Akibat tabrakan, Diaz mengalami luka berat. Ia dilarikan ke Klinik Permata Bunda Air Batu untuk pertolongan pertama, kemudian dirujuk ke RSU Wira Husada Kisaran. Tim medis memutuskan melakukan amputasi pada kaki kanannya karena luka yang parah.

Satu orang mengalami luka berat atas nama Diaz Prayoga Manurung, sementara tiga penumpang lainnya mengalami luka ringan,” ujar Julfren saat memberi kabar. Berikut rincian luka:

  • Diaz: luka putus kaki kanan, memerlukan amputasi.
  • Muhammad Sandanu: lecet pada tangan kanan dan mata kaki kanan.
  • Andre Syahputra: lecet pada bahu, mata kaki kanan, serta punggung kaki kanan dan kiri.
  • Yuda Aidil Fitrah: lecet pada lutut kanan, punggung kaki kanan, dan ibu jari kaki kiri.

Kerusakan material juga tidak sedikit. Kendaraan yang terlibat, termasuk kios, mengalami kerusakan. Polisi memperkirakan total kerugian material mencapai sekitar Rp5 juta.

Polisi Asahan masih menelusuri jejak pengemudi mobil. Satuan Lalu Lintas Polres Asahan melanjutkan penyelidikan untuk mengungkap identitas pengemudi serta memastikan penyebab pasti kecelakaan. Penyelidikan ini meliputi analisis tempat kejadian, rekaman CCTV, dan saksi mata.

Insiden ini menyoroti pentingnya keselamatan berkendara, terutama bagi pengendara becak bermotor yang sering menempuh jalur yang sama dengan kendaraan berat. Masyarakat diharapkan lebih waspada dan mematuhi aturan lalu lintas.

Diaz, yang sebelumnya dikenal sebagai panitia kurban, kini harus menyesuaikan hidupnya setelah kehilangan satu kaki. Meskipun luka berat, ia menunjukkan semangat untuk pulih dan kembali aktif. Sementara itu, rekan-rekannya yang terluka ringan sedang dalam proses pemulihan.

Peristiwa ini menjadi pengingat bagi semua pihak bahwa kecelakaan lalu lintas dapat menimbulkan dampak serius, baik bagi korban maupun masyarakat sekitar. Penegakan hukum dan edukasi keselamatan tetap menjadi prioritas untuk mencegah kejadian serupa di masa depan.

Diaz Prayoga Manurungkecelakaan lalu lintasbecak bermotorToyota Kijang Innovaamputasi kakiKlinik Permata Bunda Air Batukeselamatan berkendara

Komentar

Memuat komentar...