Dilan ITB 1997: Kisah Mahasiswa & Gerakan Reformasi
Gambar atau konten salah?
Dilan ITB 1997 hadir kembali di layar lebar, menampilkan kembali Pidi Baiq dan Fajar Bustomi. Film ini mengangkat kisah Dilan sebagai mahasiswa di Institut Teknologi Bandung pada tahun 1997, setelah kembali dari Kuba.
Berbeda dari film sebelumnya yang hanya menyoroti kisah cinta, Dilan ITB 1997 menambah lapisan sosial dan politik menjelang reformasi. Plotnya mengikuti Dilan yang menyeimbangkan kehidupan kampus, karir seni freelance, dan peran aktif dalam gerakan mahasiswa.
Di tengah kuliah, Dilan tetap menjadi sosok humoris, cerdas, dan berani. Jiwa bebasnya dan rasa keadilan tinggi membuatnya terlibat dalam arus pergerakan mahasiswa. Namun, konflik batin muncul ketika ia menghadapi pilihan antara masa lalu dan masa depan.
Romansa Dilan juga diuji. Dua wanita muncul dalam perjalanannya: Ancika, pacar saat ini, dan Milea, mantan pacar yang kini bersama pria lain. Dilan harus memutuskan apakah ia akan tetap bersamanya atau melanjutkan fokus pada masa depan.
Berikut daftar pemain utama film ini, yang diproduksi pada tahun 2026:
- Ariel Noah sebagai Dilan
- Niken Anjani sebagai Ancika
- Raline Shah sebagai Milea
- Wafda Saifan Lubis sebagai Irwan
- Rangga Nattra sebagai Nunu
- Dany Beler sebagai Dani
- Ira Wibowo sebagai Ibu Dilan
- Qibil Changcut sebagai Anwar
- Arya Saloka sebagai Herdi
- Denny Chandra sebagai Ayah Ancika
- Maya Hasan sebagai Ibu Ancika
- Della Dartyan sebagai Hana
- Rina Hassim sebagai Emak T.M. Tarsan sebagai Abah
- Hasyakyla Utami sebagai Disa
- Rey Bong sebagai Beni
- Pramaditya Azhar sebagai Nawidan
Film ini menampilkan dinamika kehidupan mahasiswa ITB, konflik pribadi, dan latar belakang politik yang menegangkan. Dengan akting Ariel Noah dan Raline Shah, para penonton dapat merasakan nuansa masa lalu yang kental.
Secara keseluruhan, Dilan ITB 1997 menyajikan cerita yang lebih kompleks dibandingkan film sebelumnya, menambahkan elemen sosial dan politik yang relevan bagi generasi muda. Film ini menawarkan pandangan tentang bagaimana mahasiswa menghadapi pilihan hidup di tengah perubahan zaman.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Gelombang Panas Belanda Tewaskan 900 Orang, Prancis Terbakar
Kuasa Hukum Sarwendah Bantah Tuduhan Eksploitasi Anak
Pelabuhan Roro Gunungsitoli Disiapkan Jadi Pusat Logistik Nias
Kerajaan Dukung Penuh Timnas Usai Kalah di Semifinal
Gempa M3,4 Guncang Pidie Jaya, BMKG: Tak Berpotensi Tsunami
Sergai Bangun Mal Pelayanan Publik Rp6,2 Miliar Tahun Ini
Berita Terbaru
Bahlil Bantah Pemadaman Listrik Terkait Pasokan Batu Bara
Harga Minyak US$100 Per Barel, Masyarakat Berbondong Beralih ke BBM Subsidi
Bahlil Buka Suara soal Badan Usaha Khusus Migas Baru
Bahlil soal Impor Migas: Cari Pemasok Termurah
Pemerintah Dorong Program B50 Berhasil, Kini Siap Kembangkan E50
Presiden Kirim Surat ke DPR untuk Bahas RUU Migas
Pemerintah Hidupkan 45.000 Sumur Rakyat dan Sumur Tua
Proyek Sampah Jadi Listrik Bogor Raya 1 Mulai Dibangun
Pertamina Percepat Produksi Migas Demi Target 1 Juta Barel
Pertamina EP Buka Suara soal Kasus BUMD Bekasi
