Dinas Tambah Dua Koridor Bus Trans di Malang Raya Jawa
Gambar atau konten salah?
Surabaya, 20 Mei 2026 – Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Timur, Nyono, mengumumkan rencana penambahan dua koridor baru Bus Trans Jatim di wilayah Malang Raya. Peningkatan ini masih menunggu alokasi anggaran di PAPBD Provinsi.
“Ibu Gubernur sudah memberi arahan ke kami Insyaallah kita akan tambah koridor baru di Malang Raya untuk tahun 2026 ini. Tapi kita lihat juga fiskal provinsi, apakah cukup untuk menambah koridor di Malang,” kata Nyono. Ia menegaskan bahwa keputusan tersebut bersifat strategis, namun masih bergantung pada ketersediaan dana.
Nyono menjelaskan bahwa satu koridor pertama akan segera dilaksanakan, sementara koridor kedua akan diprioritaskan pada tahun berikutnya. “Arahan ibu ke kami dua koridor. Tapi kita kembali lagi lihat fiskal kita cukup satu koridor ya satu koridor dulu, sisanya tahun selanjutnya,” ujarnya.
Rencana rute koridor baru memetakan jalur melalui kawasan Pakis Aji hingga ke wilayah Kepanjen. “Kita kan sudah masuk ke koridor tengah Malang. Sesuai arahab Iby Gubernur dan Bupati Malang, kita masuk ke kawasan Pakis Aji terus ke Kepanjen. Sekarang kan semua Terminal Tipe B sudah dilalui koridor tengah Malang Raya (Koridor I Malang Raya),” jelasnya. Ia menambahkan bahwa rencana Koridor II akan menghubungkan Landungsari lewat Pakis Aji ke Kepanjen, sedangkan Koridor III masih dalam tahap kajian, melintasi Ade Irma Suryani, bandara, dan menuju Tumpang, dengan kemungkinan melewati Hamid Rusdi atau Landungsari sebelum menuju Batu.
Selain itu, Nyono menegaskan bahwa pihak Dishub terus melakukan kajian untuk memperluas Bus Trans Jatim di area industri. “Sesuai arahan Ibu Gubernur, kami lakukan kajian untuk Bus Trans Jatim di area industri. Namun kita harus meyakinkan koridor yang dilewati pasti aman dulu,” tambahnya.
Secara keseluruhan, langkah ini menunjukkan upaya pemerintah provinsi untuk memperluas jaringan transportasi publik di Malang Raya, meski masih menunggu keputusan fiskal dan persetujuan anggaran. Rencana tersebut menandai komitmen untuk meningkatkan mobilitas penduduk melalui sistem bus yang terintegrasi dan terencana.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Ratusan Monyet Ekor Panjang Turun ke Pasar, Cari Makan
Guru SD di Sidoarjo Naik Perahu Demi Mengajar saat Banjir Rob
Messi Geser Mbappe di Puncak Top Skor Piala Dunia
Penyebab Karhutla: dari Hal Sepele hingga Bencana
KAI Bantah Penguntit Penumpang Wanita di Supas adalah Pegawai
Banjir Rob Kalianak Semakin Parah, Warga Minta Dam Dibangun
Berita Terbaru
Bahlil Bantah Pemadaman Listrik Terkait Pasokan Batu Bara
Harga Minyak US$100 Per Barel, Masyarakat Berbondong Beralih ke BBM Subsidi
Bahlil Buka Suara soal Badan Usaha Khusus Migas Baru
Bahlil soal Impor Migas: Cari Pemasok Termurah
Pemerintah Dorong Program B50 Berhasil, Kini Siap Kembangkan E50
Presiden Kirim Surat ke DPR untuk Bahas RUU Migas
Pemerintah Hidupkan 45.000 Sumur Rakyat dan Sumur Tua
Proyek Sampah Jadi Listrik Bogor Raya 1 Mulai Dibangun
Pertamina Percepat Produksi Migas Demi Target 1 Juta Barel
Pertamina EP Buka Suara soal Kasus BUMD Bekasi
