Direktur RANS Mundur Sebulan Setelah IPO
Gambar atau konten salah?
Belum genap satu bulan sejak resmi tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI) melalui penawaran umum perdana saham (IPO), PT RANS Entertainment Indonesia Tbk (RANS) mengumumkan bahwa salah satu direkturnya, Grandy Prajayakti, mengundurkan diri. Perusahaan menyatakan telah menerima surat pengunduran diri tersebut pada Rabu, 22 Juli 2026.
Chintami Maranata Sihombing, Sekretaris RANS, menjelaskan bahwa pengunduran diri Grandy Prajayakti murni karena alasan pribadi. Ia menegaskan tidak ada perselisihan antara Grandy Prajayakti dengan pihak mana pun di perusahaan atas keputusan ini.
"Pengunduran diri tersebut merupakan keputusan pribadi Saudara Grandy Prajayakti dan tidak terdapat perselisihan dalam bentuk apa pun, baik dengan Perseroan, Direksi, Dewan Komisaris, maupun pemegang saham Perseroan," ungkap Chintami dalam Keterbukaan Informasi BEI pada Kamis, 30 Juli 2026.
Sepanjang proses IPO hingga penyusunan prospektus, Grandy Prajayakti tidak pernah membahas rencana pengunduran dirinya. Meski begitu, RANS belum berencana mencari direktur baru dalam waktu dekat. Saat ini perusahaan masih memiliki satu Direktur Utama dan dua orang direktur.
Chintami menjelaskan, jumlah tersebut sudah memenuhi ketentuan minimal anggota direksi berdasarkan Undang-undang (UU) Nomor 40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas. Ke depan, tugas dan tanggung jawab Grandy Prajayakti akan dibagi kepada Direktur Utama atau direktur lain yang masih menjabat.
"Dengan susunan Direksi yang ada saat ini, Perseroan memastikan keberlangsungan strategi bisnis maupun pencapaian target yang telah disampaikan kepada publik pada saat IPO tetap dapat terlaksana dengan baik. Apabila di kemudian hari Perseroan memandang perlu untuk menambah jumlah anggota Direksi, hal tersebut akan diajukan dan diputuskan melalui RUPS sesuai dengan mekanisme yang berlaku," jelasnya.
RANS juga memastikan, pengunduran diri Grandy Prajayakti sebagai Direktur secara otomatis melepas jabatannya sebagai anggota Direksi di anak perusahaan dan afiliasi perseroan. Posisi tersebut nantinya akan diisi oleh pihak lain berdasarkan keputusan RUPS masing-masing perusahaan.
"Perubahan tersebut tidak berdampak material terhadap proses pengambilan keputusan maupun pengelolaan entitas-entitas dimaksud. Kegiatan operasional dan tata kelola perusahaan tetap berjalan sebagaimana mestinya," pungkasnya.
Perusahaan yang baru melantai di bursa pada awal Juli 2026 ini harus menyesuaikan struktur direksinya setelah kehilangan satu anggota. Dengan tiga direktur yang tersisa, RANS mengklaim operasional dan target bisnis yang dijanjikan saat IPO tetap berjalan. Keputusan untuk tidak langsung mengganti Grandy Prajayakti menunjukkan bahwa perusahaan merasa struktur saat ini masih cukup untuk menjalankan roda bisnis.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Berita Terbaru
Bahlil Bantah Pemadaman Listrik Terkait Pasokan Batu Bara
Harga Minyak US$100 Per Barel, Masyarakat Berbondong Beralih ke BBM Subsidi
Bahlil Buka Suara soal Badan Usaha Khusus Migas Baru
Bahlil soal Impor Migas: Cari Pemasok Termurah
Pemerintah Dorong Program B50 Berhasil, Kini Siap Kembangkan E50
Presiden Kirim Surat ke DPR untuk Bahas RUU Migas
Pemerintah Hidupkan 45.000 Sumur Rakyat dan Sumur Tua
Proyek Sampah Jadi Listrik Bogor Raya 1 Mulai Dibangun
Pertamina Percepat Produksi Migas Demi Target 1 Juta Barel
Pertamina EP Buka Suara soal Kasus BUMD Bekasi
