DKI Turunkan Baliho Film 'Aku Harus Mati' Dampak Psikologis
Gambar atau konten salah?
Jakarta, 06 April 2026 – Marcella Zalianty, Ketua Umum Persatuan Artis Film Indonesia (PARFI'56), mengungkapkan kekhawatiran tentang dampak psikologis banner film “Aku Harus Mati”. Ia menilai cara pemasaran ini dapat mengganggu kesehatan mental sebagian orang.
“Kalau poster, sebelum itu tayang bisa ditinjau, bisa dilihat. Bukan berarti membatasi kreativitas, jangan juga terlalu sempit. Tapi yang mana kira-kira mempunyai indikasi yang dampaknya tajam ke orang misalnya, sampai ingin melukai diri sendiri atau menyakiti diri sendiri, tentu itu kan bisa di-warning,” kata Marcella saat ditemui di Jakarta Pusat, Senin (06 April 2026).
Marcella menambahkan bahwa pemilihan kata pada banner dapat diubah menjadi lebih aman, khususnya jika judul film sangat sensitif. Ia menegaskan, “Yang tidak memberikan dampak negatif buat semua pihak, termasuk untuk pembuat filmnya. Saya yakin kalau orang kreatif itu bisa memberikan alternatif,” tegasnya.
Kepekaan sosial menjadi poin penting bagi para pelaku seni kreatif, menurut Marcella. “Tetapi bagi kami orang-orang komunikasi, tidak hanya sebagai insan film ini kan menjadi pelajaran. Ketika kami mau mengerjakan sesuatu dalam konteks ada komunikasi publik, ya kami sebaiknya lebih punya strategi lebih baik,” tambahnya.
Di sisi lain, Pemprov DKI Jakarta menurunkan baliho film “Aku Harus Mati” yang sempat terpasang di beberapa ruas jalan Jakarta. Gubernur Pramono Anung menyatakan penurunan itu dilakukan setelah menerima keluhan masyarakat.
“Baliho tersebut sudah kami turunkan. Tapi prinsipnya, ini tidak boleh terulang kembali,” ujar Pramono di Pasar Gardu Asem, Jakarta Pusat, Senin (06 April 2026).
Pramono menegaskan bahwa pemasangan iklan sensitif tanpa memperhatikan dampaknya bagi publik merupakan tindakan yang harus dievaluasi. Ia menegaskan Pemprov akan mencegah pemasangan baliho serupa di masa mendatang.
Keputusan ini menandai langkah konkret pemerintah daerah untuk menyeimbangkan kebebasan berekspresi dengan tanggung jawab sosial. Sementara para profesional industri film diharapkan memperhatikan dampak psikologis dalam setiap kampanye promosi, sehingga pesan yang disampaikan tetap aman bagi semua pihak.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Kasus COVID-19 China Melonjak Tiga Kali Lipat pada Juni 2026
Alasan Australia Tolak Daun Kelor sebagai Pangan Sehari-hari
Gelombang Panas Tewaskan 2.700 Orang di Inggris & Wales
Menu Makan Harry Kane: Salmon, Nasi, dan Salad
Uji Ketajaman Mata: Temukan Objek Tersembunyi
7 Makanan Atasi Wajah Bengkak Tanpa Diet Ekstrem
Berita Terbaru
Bahlil Bantah Pemadaman Listrik Terkait Pasokan Batu Bara
Harga Minyak US$100 Per Barel, Masyarakat Berbondong Beralih ke BBM Subsidi
Bahlil Buka Suara soal Badan Usaha Khusus Migas Baru
Bahlil soal Impor Migas: Cari Pemasok Termurah
Pemerintah Dorong Program B50 Berhasil, Kini Siap Kembangkan E50
Presiden Kirim Surat ke DPR untuk Bahas RUU Migas
Pemerintah Hidupkan 45.000 Sumur Rakyat dan Sumur Tua
Proyek Sampah Jadi Listrik Bogor Raya 1 Mulai Dibangun
Pertamina Percepat Produksi Migas Demi Target 1 Juta Barel
Pertamina EP Buka Suara soal Kasus BUMD Bekasi
