DKPP Surabaya Temukan Cacing di Daging Kurban, Namun Aman
Gambar atau konten salah?
Surabaya – Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Surabaya menemukan cacing pita pada hati dan daging kurban selama Iduladha. Temuan ini tidak terbatas pada satu atau dua lokasi; puluhan tempat pemotongan daging kurban terungkap mengandung parasit tersebut.
Meski demikian, Pemerintah Kota menegaskan bahwa daging kurban yang beredar tetap aman dikonsumsi. Pernyataan ini diambil setelah DKPP Surabaya menyelesaikan evaluasi pengawasan kesehatan hewan kurban di seluruh wilayah kota.
Dalam pemeriksaan terhadap ribuan hewan kurban, petugas menemukan kasus cacing hati di sekitar 20 lokasi dan satu kasus cacing pita (cacing nasi). Semua organ yang terindikasi terinfeksi langsung dipisahkan dan tidak didistribusikan kepada masyarakat, sehingga tidak beredar untuk dikonsumsi.
Kepala DKPP Surabaya Nanik Sukristina menjelaskan bahwa temuan tersebut merupakan hasil pemeriksaan aktif di lapangan, bukan berdasarkan laporan masyarakat. Ia menegaskan bahwa pengawasan dilakukan secara menyeluruh, mulai dari pemeriksaan kesehatan hewan sebelum dipotong (antemortem) hingga pemeriksaan organ dan karkas setelah pemotongan (postmortem).
"Pengawasan kami mencakup 31 kecamatan dengan total 296 lokasi pemotongan hewan kurban. Dari hasil pemeriksaan itu ditemukan sekitar 20 lokasi dengan kasus cacing hati dan satu lokasi yang ditemukan cacing pita. Seluruh organ yang terindikasi terinfeksi langsung dipisahkan dan tidak didistribusikan kepada masyarakat, sehingga tidak beredar untuk dikonsumsi," kata Nanik, Selasa, 02 Juni 2026.
Selama proses pemeriksaan di lapak pedagang, petugas juga menemukan satu ekor sapi yang terindikasi mengalami skabies. Hewan tersebut segera diisolasi untuk mencegah risiko penyebaran penyakit.
Selain itu, sejumlah hewan lainnya diketahui mengalami gangguan kesehatan ringan akibat kelelahan setelah menempuh perjalanan jauh dari daerah asal. Nanik menambahkan, "Kasus yang kami temukan sebagian besar dapat ditangani di lapangan. Untuk hewan yang mengalami kelelahan karena perjalanan jauh, petugas memberikan vitamin dan penanganan yang diperlukan agar kondisinya tetap terjaga."
Ia mengimbau masyarakat agar tidak khawatir terhadap temuan cacing hati. Menurutnya, daging hewan yang terinfeksi cacing hati tetap aman dikonsumsi selama organ yang terpapar tidak ikut diedarkan. Pihaknya terus memberikan edukasi kepada takmir masjid dan panitia kurban agar lebih cermat dalam memilah organ yang layak konsumsi.
"Yang perlu menjadi perhatian adalah organ hati yang terinfeksi. Karena itu kami mengimbau panitia kurban untuk tidak membagikan hati yang ditemukan mengandung cacing. Langkah ini penting untuk memastikan keamanan pangan dan melindungi kesehatan masyarakat," jelasnya.
Selama periode pengawasan Iduladha, DKPP Surabaya melakukan pemeriksaan postmortem terhadap 2.123 ekor sapi, 4.772 ekor kambing, dan 133 ekor domba. Pada tahap antemortem di lapak penjualan, petugas memeriksa 4.890 ekor sapi, 11.142 ekor kambing, serta 452 ekor domba.
Berdasarkan evaluasi tersebut, DKPP menegaskan pentingnya pengawasan kesehatan hewan kurban secara menyeluruh, mulai dari lapak penjualan hingga proses distribusi daging kepada masyarakat. Upaya ini menjadi bagian dari langkah pemkot untuk memastikan pelaksanaan kurban tidak hanya berjalan lancar, tetapi juga menghasilkan pangan asal hewan yang aman, sehat, utuh, dan halal.
Dengan langkah-langkah tersebut, Surabaya berusaha menjaga kualitas daging kurban dan melindungi konsumen dari potensi risiko kesehatan, sambil tetap memfasilitasi pelaksanaan ibadah kurban yang rutin setiap tahun.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Ratusan Monyet Ekor Panjang Turun ke Pasar, Cari Makan
Guru SD di Sidoarjo Naik Perahu Demi Mengajar saat Banjir Rob
Messi Geser Mbappe di Puncak Top Skor Piala Dunia
Penyebab Karhutla: dari Hal Sepele hingga Bencana
KAI Bantah Penguntit Penumpang Wanita di Supas adalah Pegawai
Banjir Rob Kalianak Semakin Parah, Warga Minta Dam Dibangun
