DLH Banyuwangi Jadi Laboratorium Terakreditasi ISO 17043

Arif S. · 2 min baca · 1 bulan lalu · 73 dibaca
Bisik.id
DLH Banyuwangi Jadi Laboratorium Terakreditasi ISO 17043

Gambar atau konten salah?

DLH Kabupaten Banyuwangi berhasil menjadi satu-satunya laboratorium di Indonesia yang memiliki akreditasi ISO/IEC 17043:2023. Akreditasi ini diberikan oleh Komite Akreditasi Nasional (KAN) dan menandai laboratorium tersebut sebagai rujukan nasional dalam penguatan mutu laboratorium lingkungan.

Plt. Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Banyuwangi, Bayu Hadiyanto, menegaskan bahwa pencapaian ini merupakan hasil komitmen panjang. Ia mengatakan, “capaian tersebut merupakan hasil dari komitmen panjang dalam membangun sistem manajemen mutu laboratorium yang andal, kompeten, dan berorientasi pada standar internasional.” Sebelumnya, Laboratorium Lingkungan DLH Banyuwangi sudah memperoleh akreditasi ISO/IEC 17025:2017 dari KAN dan sertifikasi ILAC-MRA.

Bayu mengungkapkan, “ISO 17043:2023 itu untuk laboratorium uji provisiensi dan uji banding. Belum ada laboratorium DLH yang berani melakukan dan kami ada. Kami anggap ini sebagai peluang yang bisa kami masuki, dan kami masih satu-satunya di Indonesia yang punya kapasitas untuk memberikan rekomendasi itu.” Ia menyampaikan kata-kata ini pada Selasa, 02 Juni 2026.

Dengan status akreditasi ISO/IEC 17043:2023, DLH Banyuwangi kini dapat menyelenggarakan uji profisiensi dan menjadi mitra strategis bagi laboratorium lain. Bayu menambahkan, “Keberhasilan ini tidak hanya menjadi kebanggaan Banyuwangi, tetapi juga diharapkan dapat memberikan manfaat yang lebih luas. Kami siap berbagi pengalaman, memberikan rekomendasi, pendampingan, serta menjadi mitra pembelajaran bagi laboratorium lain yang tengah berproses memperoleh akreditasi dari Komite Akreditasi Nasional.”

Laboratorium Lingkungan DLH Banyuwangi memiliki cakupan pengujian yang luas. Ratusan parameter terakreditasi mencakup matriks air, udara, tanah, kebisingan, hingga limbah. Sejak dirintis pada tahun 1999, laboratorium ini telah menjadi salah satu laboratorium lingkungan pemerintah daerah dengan tingkat kematangan sistem mutu yang tinggi.

Ivan Candra, Kepala UPT Laboratorium DLH Banyuwangi, menyoroti peran laboratorium sebagai pusat unggulan. Ia mengatakan, “Selain melayani kebutuhan pengujian lingkungan, DLH Banyuwangi juga terus memperkuat perannya sebagai pusat unggulan laboratorium lingkungan. Kehadiran ISO/IEC 17043:2023 diharapkan mampu mendukung peningkatan kualitas laboratorium di berbagai daerah, sekaligus mempercepat lahirnya laboratorium-laboratorium terakreditasi yang mampu memberikan hasil pengujian yang akurat, terpercaya, dan dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah.”

Ivan menegaskan, “Kami ingin menjadi rujukan bagi seluruh Laboratorium, kehadiran laboratorium itu menjadi sangat penting di tengah kebutuhan uji lab yang berkualitas di luar swasta.” Laboratorium ini juga menerima sejumlah uji lab dari pihak swasta, termasuk pengujian standar kualitas baku mutu logam.

Melalui pencapaian ini, Banyuwangi semakin menegaskan posisinya sebagai daerah yang konsisten mendorong inovasi dan penguatan tata kelola lingkungan berbasis ilmu pengetahuan, teknologi, dan standar mutu internasional.

Kesimpulannya, akreditasi ISO/IEC 17043:2023 menandai langkah maju bagi DLH Banyuwangi. Laboratorium ini kini siap menjadi pusat kompetensi, menyediakan uji profisiensi, dan membantu laboratorium lain meningkatkan mutu pengujian. Dengan pengalaman yang luas dan komitmen terhadap standar internasional, DLH Banyuwangi berpotensi memperkuat jaringan laboratorium lingkungan di seluruh Indonesia.

DLH BanyuwangiISO/IEC 17043:2023Komite Akreditasi Nasionallaboratorium lingkunganuji profisiensistandar internasionalpengujian air, udara, tanah, limbah

Komentar

Memuat komentar...