DLH Surabaya Ingatkan Warga Jangan Buang Rumen ke Sungai
Gambar atau konten salah?
DLH Surabaya mengingatkan warga kota untuk tidak membuang rumen atau bagian perut hewan kurban ke sungai dan saluran. Petugas menekankan agar limbah kurban dikumpulkan terlebih dahulu agar proses pengangkutan menjadi lebih mudah.
Menurut Plt Kepala DLH Surabaya M Fikser, Dinas telah meneruskan Surat Edaran (SE) yang dikeluarkan Sekda kepada lurah dan camat. Surat tersebut ditujukan kepada panitia kurban di setiap wilayah, menjelaskan cara mengelola rumen. “Artinya, tidak boleh dibuang di saluran, tidak boleh dibuang di sungai, atau apapun. Tetapi dimasukkan ke dalam glangsing, terus bisa ditempatkan di TPS‑TPS,” ujarnya.
Prosedur yang diusulkan adalah menaruh rumen dalam karung atau glangsing. Glangsing dapat diikat agar limbah tidak berserakan saat diangkut. Setelah itu, warga atau petugas kurban dapat menghubungi DLH. Dengan begitu, glangsing yang berisi rumen dapat segera diambil oleh petugas dan dibawa ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA).
DLH akan mengambil rumen dari TPS dan membuangnya ke TPA. Langkah ini diharapkan mempermudah panitia kurban, sehingga mereka tidak bingung saat membuang rumen.
“Jadi, kami sudah membagi ada lima tim untuk mengatur dari masing-masing Surabaya, wilayah Surabaya Pusat, Timur, Barat dengan semua armada untuk melayani warga yang kemudian melakukan kurban,” jelas Fikser.
DLH bersiaga selama empat hari terhitung mulai 27 Mei 2026, karena proses penyembelihan biasanya memakan lebih dari satu hari. “Karena ada yang kalau jumlahnya tidak banyak, langsung diselesaikan satu hari. Masing-masing panitia punya pengaturan. Tetapi pada prinsipnya kita siap, mau besok atau hari berikutnya, kami selalu standby untuk pengambilan,” tambahnya.
Dengan langkah ini, pihak DLH berharap limbah kurban dapat dikelola secara tertib, menjaga kebersihan lingkungan, dan memudahkan warga Surabaya dalam melaksanakan ibadah kurban.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Ratusan Monyet Ekor Panjang Turun ke Pasar, Cari Makan
Guru SD di Sidoarjo Naik Perahu Demi Mengajar saat Banjir Rob
Messi Geser Mbappe di Puncak Top Skor Piala Dunia
Penyebab Karhutla: dari Hal Sepele hingga Bencana
KAI Bantah Penguntit Penumpang Wanita di Supas adalah Pegawai
Banjir Rob Kalianak Semakin Parah, Warga Minta Dam Dibangun
Berita Terbaru
Bahlil Bantah Pemadaman Listrik Terkait Pasokan Batu Bara
Harga Minyak US$100 Per Barel, Masyarakat Berbondong Beralih ke BBM Subsidi
Bahlil Buka Suara soal Badan Usaha Khusus Migas Baru
Bahlil soal Impor Migas: Cari Pemasok Termurah
Pemerintah Dorong Program B50 Berhasil, Kini Siap Kembangkan E50
Presiden Kirim Surat ke DPR untuk Bahas RUU Migas
Pemerintah Hidupkan 45.000 Sumur Rakyat dan Sumur Tua
Proyek Sampah Jadi Listrik Bogor Raya 1 Mulai Dibangun
Pertamina Percepat Produksi Migas Demi Target 1 Juta Barel
Pertamina EP Buka Suara soal Kasus BUMD Bekasi
