Doa Singkat Idul Adha: Amalan & Sunnah Ibadah Lebih Baik
Gambar atau konten salah?
Idul Adha datang dengan kecepatan yang tak terhitung. Pagi hari, takbir masih bergema, sholat selesai, dan kegiatan kurban sudah dimulai. Meski begitu, ada banyak amalan sederhana yang dapat menambah khusyuk dan makna hari raya. Salah satunya lewat doa‑doa pendek yang mudah diingat sejak pagi.
Berikut ini kumpulan doa pendek Idul Adha lengkap dengan latin dan artinya. Doa‑doa ini dapat dibaca bahkan oleh yang belum terbiasa menghafal doa panjang. Semua doa di sini bersumber dari riwayat‑riwayat sahih dan tradisi yang telah diwariskan.
- Doa Berangkat ke Masjid
Menurut laman NU Online, ketika berangkat menuju masjid dianjurkan membaca doa berikut:
مَنْ قَالَ إِذَا خَرَجَ إِلَى الْمَسْجِدِ اَللّٰهُمَّ إِنِّيْ أَسْأَلُكَ بِحَقِّ السَّائِلِيْنَ عَلَيْكَ وَبِحَقِّ مَمْشَايَ هٰذَا فَإِنِّيْ لَمْ أَخْرُجْ أَشَرًا وَلَا بَطَرًا وَلَا رِيَاءً وَلَا سُمْعَةً، خَرَجْتُ اتِّقَاءَ سَخَطِكَ وَابْتِغَاءَ مَرْضَاتِكَ، فَأَسْأَلُكَ أَنْ تُنْقِذَنِيْ مِنَ النَّارِ وَتَغْفِرَ لِيْ ذُنُوْبِيْ إِنَّهُ لَا يَغْفِرُ الذُّنُوْبَ إِلَّا أَنْتَ، أَقْبَلَ اللهُ عَلَيْهِ بِوَجْهِهِ وَاسْتَغْفَرَ لَهُ سَبْعُوْنَ أَلْفَ مَلَكٍ
Artinya: Barangsiapa yang keluar dari rumah untuk melakukan shalat di masjid kemudian ia berdoa: “Allahumma inni as'aluka bi ha<|channel|>...”. Dengan doa ini, Allah akan meridloinya dan tujuh puluh ribu malaikat memintakan ampunan untuknya. (HR. Tabrani, Ahmad, Ibn Majah).
Al‑Ghazali dalam kitab Bidayatul Hidayah menyebutkan doa yang dibaca saat masuk masjid:
أَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ. اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لِي ذُنُّبِي وَافْتَحْ لِي أَبْوَابَ رَحْمَتِكَ
Di beberapa redaksi lain, doanya didahului ta'awwudz:
أَعُوْذُ بِاللهِ العَظِيْمِ وَبِوَجْهِهِ الْكَرِيْمِ وَسُلْطَانِهِ الْقَدِيْمِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ. بِسْمِ اللهِ وَالْحَمْدُ لِلهِ. أَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ. أَللَّهُمَّ اغْفِرْ لِي ذُنُوْبِي وَافْتَحْ لِي أَبْوَابَ رَحْمَتِكَ
Arab Latin: A'ûdzu billâhil 'azhîm wa biwajhihil karîm wa sulthânihil qadîm minas syaithânir rajîm. Bismillâhi wal hamdulillâh. Allâhumma shalli wa sallim 'alâ sayyidinâ muhammadin wa 'alâ âli sayyidinâ muhammadin. Allâhummaghfirlî dzunûbî waftahlî abwâba rahmatik.
Artinya: Aku berlindung kepada Allah Yang Maha Besar, kepada Dzat‑Nya Yang Maha Mulia, dan kepada kerajaan‑Nya dari godaan setan yang terkutuk. Dengan nama Allah dan segala puji bagi Allah. Ya Allah, berilah shalawat dan sejahtera atas Nabi Muhammad dan keluarganya. Ya Allah, ampuni segala dosaku. Bukalah bagiku segala pintu rahmat‑Mu.
- Doa Keluar dari Masjid
Setelah melakukan tahiyyatul masjid, itikaf, zikir, membaca Al‑Qur'an, dan akan keluar dari masjid, dianjurkan melangkahkan kaki kiri terlebih dahulu sambil membaca doa berikut:
أعُوْذُ بِاللهِ العَظِيْمِ وَبِوَجْهِهِ الْكَرِيْمِ وَسُلْطَانِهِ الْقَدِيْمِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ. بِسْمِ اللهِ وَالْحَمْدُ لِلهِ. أَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ. اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لِي ذُنُوْبِي وَافْتَحْ لِي أَبْوَابَ فَضْلِكَ
Arab Latin: A'ûdzu billâhil 'azhîm wa biwajhihil karîm wa sulthânihil qadîm minas syaithânir rajîm. Bismillâhi wal hamdulillâh. Allâhumma shalli wa sallim 'alâ sayyidinâ muhammadin wa 'alâ âli sayyidinâ muhammadin. Allâhummaghfirlî dzunûbî waftahlî abwâba fadhlik.
Artinya: Aku berlindung kepada Allah Yang Maha Besar, kepada Dzat‑Nya Yang Maha Mulia, dan kepada kerajaan‑Nya dari godaan setan yang terkutuk. Dengan nama Allah dan segala puji bagi Allah. Ya Allah, berilah shalawat dan sejahtera atas Nabi Muhammad dan keluarganya. Ya Allah, ampuni segala dosaku. Bukalah bagiku segala pintu kemurahan‑Mu.
- Bacaan di Sela‑sela Takbir Sholat
Di sela‑sela setiap takbir, disunnahkan membaca pujian ini:
Arab Latin: Subhaanallah wal hamdulillah walaa ilaaha illallah wallahu akbar.
Artinya: Maha Suci Allah, segala puji bagi Allah, tiada tuhan selain Allah, dan Allah Maha Besar.
- Doa Memohon Kemudahan Menyambut Hari Raya Idul Adha
Imam Thabrani meriwayatkan bahwa Rasulullah SAW membaca doa berikut pada Hari Idul Adha:
يَا حَيُّ يَاقَيُّومُ، لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ، بِرَحْمَتِكَ أَسْتَغِيثُ، فَاكْفِنِي شَأْنِي كُلَّهُ وَلَا تَكِلْنِي إِلَى نَفْسِي طَرْفَةَ عَيْنٍ
Arab Latin: Ya hayyu ya qoyyum, la ilaha illa anta, bi rahmatika astaghitsu, fakfini sya'ni kullahu, wa la takilni ila nafsi thorfata 'ainin.
Artinya: Wahai Zat Yang Maha Hidup dan terus‑menerus mengurus makhluk‑Nya, tidak ada Tuhan selain Engkau. Dengan rahmat‑Mu aku memohon pertolongan. Cukupilah segala urusanku, dan janganlah Engkau serahkan diriku kepada diriku sendiri walau sekejap mata.
- Doa Ketika Hendak Menyembelih Hewan Kurban
Rasulullah SAW mengajarkan doa berikut saat penyembelihan hewan kurban:
Arab Latin: Bismillahi Allahu Akbar, Allahumma hadza minka wa laka, Allahumma taqabbal minni.
Artinya: Dengan menyebut nama Allah, Allah Maha Besar. Ya Allah, (hewan kurban) ini dari‑Mu dan untuk‑Mu. Ya Allah, terimalah kurban ini dariku.
- Doa Memohon Keberkahan Hari Raya
Doa berikut dapat dilantunkan untuk memohon keberkahan di hari raya:
اللَّهُمَّ بَارِكْ لَنَا فِي عِيْدِنَا هَذَا وَاجْعَلْهُ عِيْدًا مُبَارَكًا
Arab Latin: Allahumma barik lana fi 'îdina hâdzâ waj'alhu 'îdan mubârakan.
Artinya: Ya Allah, berkahilah kami di hari raya ini dan jadikanlah ia sebagai hari raya yang dipenuhi dengan keberkahan.
- Doa Memohon Ampunan di Hari Raya
Doa berikut memohon ampunan atas segala dosa:
اللَّهُمَّ إِنَّكَ عَفٌُّ تُحِبُّ الْعَفْوَ فَاعْفُ عَنِّي
Arab Latin: Allahumma innaka 'afuwwun tuhibbul 'afwa fa'fu 'anni.
Artinya: Ya Allah, sesungguhnya Engkau Maha Pemaaf dan mencintai pemaafan, maka maafkanlah aku.
- Doa Agar Amal Ibadah Diterima
Doa berikut memohon agar semua amal diterima dengan ridha‑Nya:
رَبَّنَا تَقَبَّلْ مِنَّا إِنَّكَ أَنْتَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُ
Arab Latin: Rabbana taqabbal minna innaka Antas-Sami'ul 'Alîm.
Artinya: Ya Tuhan kami, terimalah amal ibadah kami. Sesungguhnya Engkau Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.
- Doa Setelah Menunaikan Sholat Idul Adha
Setelah selesai sholat Idul Adha, dianjurkan memperbanyak doa, terutama doa yang mencakup perlindungan dari berbagai bentuk bencana, malapetaka, dan perpecahan di tengah umat:
اللَّهُمَّ ادْفَعْ عَنَّا الْغَلَاءَ وَالْبَلَاءَ وَالْوَبَاءَ وَالْفَحْشَاءَ وَالْمُنْكَرَ وَالسُّيُوفَ الْمُخْتَلِفَةَ وَالشَّدَائِدَ وَالْمِحَنَ مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ مِنْ بَلَدِنَا هَذَا خَاصَّةً وَمِنْ بُلْدَانِ الْمُسْلِمِينَ عَامَّةً، إِنَّكَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ
Arab Latin: Allahummadfa' 'annal ghalā'a wal balā'a wal wabā'a wal fahsyā'a wal munkara was-suyūfal mukhtalifata wasy-syadā'ida wal miḥana mā ẓahara minhā wa mā baṭana min baladinā hādzā khāṣṣatan wa min buldānil muslimīna 'āmmatan. Innaka 'alā kulli syai'in qadīr.
Artinya: Ya Allah, hindarkanlah kami dari mahalnya harga‑harga, dari malapetaka, dari wabah penyakit, dari perbuatan keji dan mungkar, dari pertikaian, kesulitan, dan bencana, baik yang tampak maupun yang tersembunyi, di negeri kami khususnya, dan di negeri‑negeri kaum muslimin pada umumnya. Sesungguhnya Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu.
Selain doa‑doa, ada enam amalan sunah yang dianjurkan oleh para ulama untuk dilaksanakan pada Hari Raya Idul Adha. Amalan‑amalan ini dapat menambah kebersihan dan kesucian ibadah.
- Mengumandangkan Takbir
Waktunya mulai dari terbenam matahari sampai imam naik ke mimbar untuk berkhutbah pada hari raya Idul Adha, yang terus dilanjut sampai tanggal 13 Dzulhijjah pada hari tasyrik. Malam Idul Adha tersebut dianjurkan untuk mengagungkan, memuliakan, dan menghidupkannya.
- Mandi Sebelum Berangkat ke Masjid
Ini boleh dilakukan mulai dari pertengahan malam, sebelum waktu subuh, dan yang lebih utama adalah sesudah waktu subuh. Karena tujuan mandi adalah membersihkan anggota badan dari bau yang tidak sedap, dan membuat badan menjadi segar bugar. Mandi sebelum waktu berangkat ke masjid adalah yang paling baik.
يُسَنُّ الْغُسْلُ لِلْعِيدَيْنِ، وَيَجُوزُ بَعْدَ الْفَجْرِ قَطْعًا، وَكَذَا قَبْلَهُ، وَيختص بالنصف الثاني من الليل
Artinya: Disunahkan mandi untuk shalat Id, untuk waktunya boleh setelah masuk waktu Subuh atau sebelum Subuh, atau pertengahan malam. Kesunahan mandi adalah untuk semua kaum muslimin, laki‑laki maupun perempuan, baik yang akan berangkat melaksanakan shalat Id maupun bagi perempuan yang sedang udzur syar'i sehingga tidak bisa melaksanakan shalat Id.
- Disunahkan Memotong Kuku
Dalam kitab Al‑Majmu' Syarhul Muhadzab terdapat keterangan mengenai amalan sunah ini:
والسنة أن يتنظف بحلق الشعر وتقليم الظفر وقطع الرائحة لانه يوم عيد فسن فيه ما ذكرناه كيوم الجمعة والسنة أن يتطيب
Artinya: Disunahkan pada hari raya Id membersihkan anggota badan dengan memotong rambut, memotong kuku, menghilangkan bau badan yang tidak enak, karena amalan tersebut sebagaimana dilaksanakan pada hari Jumat, dan disunahkan juga memakai wangi‑wangian.
- Memakai Pakaian Paling Baik
Dalam Kitab Raudlatut Thalibin dijelaskan:
وَيُسْتَحَبُّ أَنْ يَلْبَسَ أَحْسَنَ مَا يَجِدُهُ مِنَ الثِّيَابِ، وَأَفْضَلُهَا الْبِيضُ، وَيَتَعَمَّمُ. فَإِنْ لَمْ يَجِدْ إِلَّا ثَوْبًا، اسْتُحِبَّ أَنْ يَغْسِلَهُ لِلْجُمُعَةِ وَالْعِيدِ، وَيَسْتَوِي فِي اسْتِحْبَابِ جَمِيعِ مَا ذَكَرْنَاهُ، الْقَاعِدُ فِي بَيْتِهِ، وَالْخَارِجُ إِلَى الصَّلَاةِ، هَذَا حُكْمُ الرِّجَالِ. وَأَمَّا النِّسَاءُ، فَيُكْرَهُ لِذَوَاتِ الْجَمَالِ وَالْهَيْئَةِ الْحُضُورُ، وَيُسْتَحَبُّ لِلْعَجَائِزِ، وَيَتَنَظَّفْنَ بِالْمَاءِ، وَلَا يَتَطَيَّبْنَ، وَلَا يَلْبَسْنَ مَا يُشْهِرْهُنَّ مِنَ الثِّيَابِ، بَلْ يَخْرُجْنَ فِي بِذْلَتِهِنَّ
Artinya: Disunahkan memakai pakaian yang paling baik, dan yang lebih utama adalah pakaian warna putih dan memakai serban. Jika hanya memiliki satu pakaian saja, maka tidaklah mengapa ia memakainya. Ketentuan ini berlaku bagi kaum laki‑laki yang hendak berangkat shalat Id maupun yang tidak. Sedangkan untuk kaum perempuan, cukuplah ia memakai pakaian biasa sebagaimana pakaian sehari‑hari, dan janganlah ia berlebih‑lebih dalam berpakaian serta memakai wangi‑wangian.
- Hendaknya Berjalan Kaki
Rasulullah SAW berangkat untuk melaksanakan sholat Id dengan berjalan kaki, begitupun ketika pulang tempat shalat Id. Selain itu, dianjurkan berangkat lebih awal supaya mendapatkan shaf atau barisan depan. Sambil menunggu sholat Id dilaksanakan, kita bisa bertakbir secara bersama‑sama di masjid dengan para jamaah yang telah hadir.
- Disunahkan Makan Setelah Selesai Sholat Idul Adha
Berbeda dengan Hari Raya Idul Fitri, disunahkan makan sebelum melaksanakan sholat Idul Adha. Pada masa Nabi Muhammad SAW makanan tersebut berupa kurma yang jumlahnya ganjil, karena makanan pokok orang Arab adalah kurma.
عن بريدة رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ كَانَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لا يخرج يوم الفطر حتى يطعم ويوم النحر لا يأكل حتي يرجع
Artinya: Diriwayatkan dari Buraidah ra, bahwa Nabi SAW tidak keluar pada hari raya Idul Fitri sampai ia makan, dan pada hari raya Idul Adha sehingga ia kembali ke rumah. Dengan demikian, anjuran makan pada hari raya Idul Adha adalah setelah selesai melaksanakan sholat Id. Alangkah lebih baik jika makan kurma sebagaimana yang dilakukan Rasulullah SAW. Namun, jika tidak mendapati kurma, bolehlah makan dengan yang lain.
Doa‑doa dan amalan‑amalan di atas menegaskan bahwa Idul Adha bukan sekadar perayaan, melainkan rangkaian ibadah yang memerlukan ketulusan hati dan kesungguhan. Dengan membaca doa‑doa pendek ini, setiap orang dapat merasakan kedekatan dengan Allah, memohon kemudahan, ampunan, dan keberkahan, serta meneguhkan niat untuk melaksanakan kurban dengan penuh rasa syukur. Praktik sederhana seperti mandi, memakai pakaian terbaik, dan berjalan kaki menambah kesucian ibadah. Semua amalan ini, bila dilaksanakan dengan niat yang tulus, dapat memperkuat hubungan spiritual dan memperkaya makna hari raya bagi setiap muslim.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Ratusan Monyet Ekor Panjang Turun ke Pasar, Cari Makan
Guru SD di Sidoarjo Naik Perahu Demi Mengajar saat Banjir Rob
Messi Geser Mbappe di Puncak Top Skor Piala Dunia
Penyebab Karhutla: dari Hal Sepele hingga Bencana
KAI Bantah Penguntit Penumpang Wanita di Supas adalah Pegawai
Banjir Rob Kalianak Semakin Parah, Warga Minta Dam Dibangun
