Dokter Internship Jakarta Meninggal Akibat Campak

Kartika D. · 2 min baca · 3 bulan lalu · 52 dibaca
Bisik.id
Dokter Internship Jakarta Meninggal Akibat Campak

Gambar atau konten salah?

Seorang dokter internship di Jakarta meninggal setelah terinfeksi campak. Menurut Kementerian Kesehatan, kematiannya disebabkan oleh pneumonia, komplikasi berat yang sering muncul pada pasien campak. Campak sering dianggap hanya penyakit kulit dengan demam, namun fakta menunjukkan bahwa ia adalah infeksi virus saluran pernapasan yang sangat agresif.

Prof Erlina Burhan, SpP, spesialis paru, menjelaskan bahwa pneumonia atau radang paru adalah komplikasi paling sering terjadi pada pasien campak, khususnya anak-anak dengan daya tahan tubuh rendah atau belum imunisasi lengkap. Namun, orang dewasa juga tidak luput risiko.

Dalam sebuah studi medis yang dilaporkan di Vietnam Medical Journal, sekitar 27,2 persen pasien dewasa yang terinfeksi campak mengalami pneumonia. "Ini membuktikan bahwa campak dan komplikasinya tidak pandang usia," jelas Prof Erlina dalam utasan di X dikutip atas izin yang bersangkutan, Senin (30 Maret 2026).

Prof Erlina menjelaskan proses penyebaran virus campak. Virus masuk melalui droplet pernapasan, menginfeksi tenggorokan, lalu memasuki aliran darah dan menyebar ke seluruh tubuh. Sistem pernapasan bawah menjadi target utama, memicu peradangan hebat hingga paru terisi cairan dan pasien mengalami gagal napas.

Yang sering menjadi petaka adalah kemampuan virus campak melumpuhkan sistem imun sementara, fenomena yang dikenal sebagai immune amnesia. Saat pertahanan tubuh sedang lumat akibat serangan campak, bakteri berbahaya seperti Streptococcus pneumoniae menjadi mudah masuk dan menjajah paru-paru. "Kondisi ini tidak hanya menyebabkan peradangan berat, tetapi juga menyebabkan paru-paru kehilangan kemampuan untuk bertukar oksigen secara optimal," tambah Prof Erlina.

Pneumonia akibat campak menjadi penyebab kematian nomor satu pada anak-anak pasien campak di negara berkembang. Komplikasi ini jauh lebih berisiko pada anak yang mengalami malnutrisi atau kekurangan Vitamin A.

Prof Erlina menekankan bahwa mencegah jauh lebih baik daripada mengobati. Vaksin campak adalah solusi paling bijak dan efektif untuk mencegah penularan. "Vaksin ini adalah benteng pertahanan yang melatih tubuh untuk mengenali dan melawan virus sebelum ia sempat menghancurkan sistem kekebalan," tegasnya.

Kasus meninggalnya dokter internship ini mengingatkan pentingnya vaksinasi dan pemantauan kesehatan, khususnya bagi kelompok rentan. Mengetahui bahwa campak dapat menimbulkan komplikasi serius pada semua usia, langkah preventif tetap menjadi kunci utama dalam melindungi kesehatan masyarakat.

campakpneumoniavaksinimunisasiimmune amnesiamalnutrisiStreptococcus pneumoniae

Komentar

Memuat komentar...