Dolar AS Menguat 28 Poin ke Rp 17.871
Gambar atau konten salah?
Pada perdagangan pagi ini, nilai tukar dolar Amerika Serikat (AS) mengalami penguatan terhadap rupiah. Berdasarkan data Bloomberg yang dipantau sekitar pukul 09.10 WIB pada Selasa, 23 Juni 2026, mata uang dolar AS tercatat berada di level Rp 17.871. Angka ini menunjukkan penguatan sebesar 28 poin atau sekitar 0,16 persen.
Pergerakan dolar AS tidak hanya terjadi terhadap rupiah. Terhadap sejumlah mata uang lainnya, pergerakan dolar AS terpantau beragam. Di satu sisi, dolar AS menguat terhadap yen Jepang, dolar Kanada, dan dolar Hong Kong. Namun di sisi lain, mata uang ini justru melemah jika dibandingkan dengan franc Swiss dan won Korea.
Secara lebih rinci, dolar AS menguat tipis sebesar 0,01 persen terhadap yen Jepang. Penguatan serupa juga terjadi terhadap dolar Kanada dan dolar Hong Kong, masing-masing sebesar 0,02 persen dan 0,01 persen.
Sementara itu, pelemahan dolar AS tercatat sebesar 0,02 persen terhadap franc Swiss. Pelemahan yang lebih signifikan terjadi terhadap won Korea, di mana dolar AS melemah hingga 0,10 persen.
Pergerakan nilai tukar dolar AS yang menguat terhadap rupiah membuat mata uang ini kembali berada di kisaran Rp 17.800-an. Kondisi ini menunjukkan bahwa fluktuasi nilai tukar masih terus terjadi di pasar keuangan, dengan pergerakan yang bervariasi terhadap berbagai mata uang utama dunia.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Berita Terbaru
Bahlil Bantah Pemadaman Listrik Terkait Pasokan Batu Bara
Harga Minyak US$100 Per Barel, Masyarakat Berbondong Beralih ke BBM Subsidi
Bahlil Buka Suara soal Badan Usaha Khusus Migas Baru
Bahlil soal Impor Migas: Cari Pemasok Termurah
Pemerintah Dorong Program B50 Berhasil, Kini Siap Kembangkan E50
Presiden Kirim Surat ke DPR untuk Bahas RUU Migas
Pemerintah Hidupkan 45.000 Sumur Rakyat dan Sumur Tua
Proyek Sampah Jadi Listrik Bogor Raya 1 Mulai Dibangun
Pertamina Percepat Produksi Migas Demi Target 1 Juta Barel
Pertamina EP Buka Suara soal Kasus BUMD Bekasi
