DPRD Banyuwangi Tegaskan Investasi Motor Perekonomian Daerah
Gambar atau konten salah?
DPRD Banyuwangi menegaskan bahwa investasi kini tidak lagi dianggap sekadar pelengkap pembangunan, melainkan telah menjadi mesin utama penggerak ekonomi daerah. Di tengah keterbatasan fiskal dan ruang APBD yang semakin menyempit, para legislator menilai investasi sebagai tumpuan strategis untuk menjaga momentum pembangunan di Bumi Blambangan.
Investasi dari berbagai sektor tidak hanya menggerakkan roda ekonomi, tetapi juga menjaga daya beli masyarakat, menambah pendapatan daerah, menciptakan lapangan kerja, dan mendorong kesejahteraan. Namun, DPRD menekankan bahwa pertumbuhan investasi harus berjalan bersamaan dengan keberlanjutan lingkungan serta kepastian hukum bagi pelaku usaha.
Ketua Komisi III DPRD Banyuwangi, Febri Prima Sanjaya, mengungkapkan bahwa ketergantungan pada APBD tidak lagi mencukupi untuk memacu pertumbuhan yang masif. “Kemampuan APBD Banyuwangi terbatas dan ruang fiskal kita saat ini semakin menyempit. Oleh karena itu, kita sangat butuh investasi sebagai multiplayer effect bagi perekonomian masyarakat,” ujar Febri, Rabu (29/4/2026).
Menurut legislator dari Fraksi NasDem, keberadaan perusahaan-perusahaan besar yang beroperasi di Banyuwangi memberikan dampak riil yang signifikan. Seperti operator tambang emas PT Bumi Suksesindo (PT BSI), PT Tirta Investama (AQUA), PT INKA, Banyuwangi International Yacht Club (BIYC) dan lainnya. Deretan perusahaan tersebut mampu menjadi pilar penyangga ekonomi daerah.
Febri menjelaskan bahwa aliran investasi menciptakan perputaran uang di tengah masyarakat yang secara otomatis menjaga daya beli warga. Selain itu, investasi yang dikelola secara terarah dipastikan akan mendongkrak Pendapatan Asli Daerah (PAD) melalui sektor pajak dan retribusi. “Ujungnya, pendapatan dari pajak dan retribusi itu akan dikembalikan lagi kepada rakyat dalam bentuk program-program kesejahteraan,” tegasnya.
Lebih lanjut, Febri memaparkan ada dua perspektif penting dalam memandang investasi, yakni sektor riil dan keberlanjutan lingkungan. Secara faktual, para investor telah memberikan sumbangsih nyata mulai dari penyerapan tenaga kerja lokal hingga program Corporate Social Responsibility (CSR). “Kontribusi mereka menyasar sektor-sektor dasar seperti pendidikan, kesehatan, hingga pembangunan infrastruktur desa. Ini menempatkan Banyuwangi dalam peta industri manufaktur yang strategis,” tambahnya.
Meski demikian, Komisi III DPRD Banyuwangi tetap memberikan catatan kritis. Pihak legislatif menuntut adanya integrasi ekonomi yang utuh. Pembangunan, menurut Febri, tidak boleh hanya diukur dari angka investasi semata, tetapi juga dari kepatuhan perusahaan terhadap daya dukung lingkungan serta harmoni sosial di masyarakat.
Di tengah kondisi ekonomi yang cenderung lesu dan adanya kebijakan efisiensi anggaran, perlindungan terhadap investor menjadi harga mati. Febri mendesak Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banyuwangi untuk mengambil langkah konkret dalam menciptakan iklim investasi yang sehat. “Pemkab harus memberikan perlindungan, keamanan, kemudahan, serta kenyamanan. Yang paling penting adalah kepastian hukum bagi para pelaku investasi agar mereka bisa terus berkontribusi bagi Banyuwangi,” tandasnya (irb/hil).
Kesimpulannya, DPRD Banyuwangi menegaskan peran investasi sebagai pendorong utama ekonomi daerah, menyoroti pentingnya keseimbangan antara pertumbuhan, keberlanjutan lingkungan, dan kepastian hukum. Keberhasilan strategi ini bergantung pada sinergi antara pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat setempat.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Ratusan Monyet Ekor Panjang Turun ke Pasar, Cari Makan
Guru SD di Sidoarjo Naik Perahu Demi Mengajar saat Banjir Rob
Messi Geser Mbappe di Puncak Top Skor Piala Dunia
Penyebab Karhutla: dari Hal Sepele hingga Bencana
KAI Bantah Penguntit Penumpang Wanita di Supas adalah Pegawai
Banjir Rob Kalianak Semakin Parah, Warga Minta Dam Dibangun
Berita Terbaru
Harga Batu Bara Juli 2026 Naik di Sebagian Besar Kategori
Iran Minta Houthi Siap Tutup Laut Merah, Dua Jalur Minyak Terancam
Pertamina Bantah Keras Transporter Mogok Salurkan BBM
Penjualan Batu Bara Sitaan Negara Raup Rp20 Miliar
Antrean SPBU Sumut Mulai Normal, Stok BBM Aman
Antrean BBM di Medan Mulai Terurai
Harga Minyak RI Anjlok Drastis ke US$83,45 per Barel
Serangan Iran di Selat Hormuz, Lalu Lintas Kapal Anjlok
MSCI Perketat Aturan Saham 'Murah' Mulai Agustus 2026