Drone Sprayer Uji Coba Pertanian Modern di Sumodikaran
Gambar atau konten salah?
Di persawahan Desa Sumodikaran, Kecamatan Dander, Bojonegoro, terlihat pemandangan berbeda saat para petani kelompok Kelompok Tani Sido Mukti mencoba teknologi drone sprayer untuk memupuk lahan seluas 50 hektar. Demonstrasi ini merupakan bagian dari program Pembinaan Ketahanan Pangan yang digelar oleh Kodim 0813 Bojonegoro.
Di lokasi, Letkol Inf Dedy Dwi Wijayanto hadir langsung untuk memantau proses pemupukan otomatis. Ia menegaskan bahwa penggunaan drone dapat mempermudah pekerjaan berat, mengurangi biaya, mempercepat waktu, dan menjaga hasil produksi. “Dengan drone, pekerjaan berat bisa dipermudah, biaya berkurang, waktu lebih efisien, dan hasil produksi lebih terjaga,” ujarnya pada 23 April 2026.
Drone yang dipakai memiliki lebar sekitar satu meter dan mampu mengangkut hingga 40 liter pupuk cair. Operator cukup mengatur luas lahan lewat remote control, lalu drone menyemprotkan pupuk secara otomatis dan merata. Langkah ini diambil untuk mendorong petani Bojonegoro beralih dari pola konvensional ke pertanian modern.
Letkol Dedy berharap teknologi ini menjadi akselerator agar hasil produksi pangan lokal semakin berdaya saing. Ia menambahkan, “Ini langkah maju untuk efisiensi dan ketepatan pemupukan. Kita ingin transformasi dari cara tradisional yang kuras tenaga, menuju pertanian yang lebih produktif.”
Sementara itu, Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Bojonegoro, Zaenal Fanani, menyebut inovasi ini sejalan dengan prioritas Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, terkait swasembada pangan. Ia berkata, “Teknologi dan inovasi itu mutlak. Penggunaan pupuk NPK cair dengan bantuan drone menunjukkan sektor pertanian kita terus berkembang dan adaptif terhadap kemajuan zaman.”
Ketua Poktan Sido Mukti, M. Zaenul Mustofa, tak bisa menyembunyikan rasa senangnya. Menurutnya, keberadaan drone ini adalah solusi nyata bagi masalah tenaga kerja di desa yang kian terbatas. Ia mengungkapkan, “Kami sangat terbantu. Penggunaannya lebih efektif dan efisien. Yang paling terasa ya hemat waktu, tenaga, dan tentu saja hemat biayanya.”
Acara ini turut dihadiri oleh penyuluh pertanian, hingga Babinsa dan Bhabinkamtibmas setempat sebagai bentuk sinergi dalam menjaga lumbung pangan di wilayah Bojonegoro.
Demonstrasi ini menandai langkah konkret menuju pertanian yang lebih modern dan efisien di Bojonegoro, sekaligus memperkuat upaya ketahanan pangan daerah.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Penutupan Rute Feri Picu Macet Parah di Ketapang
Karnaval Warga Batu Picu Macet, Polisi Berlakukan Buka-Tutup
Persebaya Datangkan Dua Pemain Brasil
Desakan Audit Menyeluruh di Kejagung Usai Jampidsus Mundur
Mobil Meledak Usai Isi Bensin di Nganjuk, Tiga Luka Bakar
Tanggul Lapindo Porong Tersisa 45 Sentimeter
Berita Terbaru
Aturan 'Isi Piringku' untuk Kalahkan Perut Buncit
Detik Weekdays Promo The Trans Luxury Hotel, Staycation Keluarga Mulai Rp1,5 Juta
Galaxy S26 Pecah Rekor, 3 Juta Unit Terjual dalam 118 Hari
Pemkot Tangerang Wajibkan Ayah Antar Anak ke Sekolah
Pelatihan Militer Manajer Kopdeskel Diperpanjang
Sema (33) Cuci Darah, Hipertensi Picu Gagal Ginjal
7 Kafe di Cipete Dekat De'Clan Signature