Dua Harimau Sumatra Lahir di Taman Satwa Lembah Hijau
Gambar atau konten salah?
Taman Satwa Lembah Hijau Lampung mencatat dua kelahiran harimau Sumatra (Panthera tigris sumatrae) yang menjadi berita baik bagi upaya pelestarian satwa liar di provinsi Lampung.
Para induk, jantan bernama Kyai Batua dan betina Sinta, keduanya merupakan hasil penyelamatan akibat konflik manusia dan jerat pemburu liar. Kelahiran ini merupakan buah dari program reproduksi yang dirancang secara terkoordinasi.
Rescue Kyai Batua berlangsung pada 02 sampai 04 Juli 2019 di Dusun Baru Ampar, Pekon Sukamarga, Kecamatan Suoh, Kabupaten Lampung Barat. Tim BKSDA Bengkulu-Lampung bekerja sama dengan TRC Balai Besar Taman Nasional Bukit Barisan Selatan menemukan satwa terjerat. Luka serius pada kaki depan kanan memaksa dokter hewan melakukan amputasi pada 05 Juli 2019.
Induk betina Sinta diselamatkan pada 12 Desember 2024 di Provinsi Bengkulu. Ia juga terkena cedera berat akibat jerat, dengan cacat pada kaki belakang kanan. Kedua hewan ini kemudian dipindahkan ke fasilitas konservasi di Lampung.
Perkawinan kedua individu tersebut didorong oleh rekomendasi Global Species Management Plan (GSMP) fase III dan IV 2024/2025. Program ini dikoordinasikan bersama Persatuan Kebun Binatang Seluruh Indonesia (PKBSI) untuk memastikan keberhasilan reproduksi.
Dalam studbook harimau Sumatra, Kyai Batua tercatat dengan nomor SB ID 1886 dan Sinta dengan nomor SB ID 1998. Sejak tiga bulan, anak harimau tumbuh dan berkembang dengan baik di bawah pengawasan ketat tim medik veteriner Taman Satwa Lembah Hijau.
Kelahiran dua harimau Sumatra ini menandai indikator positif keberhasilan pengelolaan konservasi ex situ di Lampung. Selain menambah populasi, upaya ini juga memperkuat pelestarian spesies yang kini menghadapi tekanan di habitat alaminya.
Agung Nugroho, Kepala BKSDA Bengkulu-Lampung, menyampaikan apresiasi: “kami memberikan apresiasi atas keberhasilan LK Taman Satwa Lembah Hijau dalam mendukung program konservasi harimau sumatra. Keberhasilan ini merupakan hasil kolaborasi yang solid antara pemerintah, lembaga konservasi, serta parapihak yang terlibat,” kata beliau pada rilis Kemenhut, Selasa (04 Mei 2026). Ia berharap pencapaian ini dapat memperkuat komitmen bersama dalam perlindungan satwa liar, khususnya menanggulangi ancaman jerat dan perburuan ilegal.
Komisaris Utama Lembaga Konservasi Taman Satwa PT Lembah Hijau menambahkan: “Keberhasilan kelahiran ini menjadi bukti bahwa satwa hasil penyelamatan tetap memiliki potensi untuk berkembang biak secara optimal dalam pengelolaan yang tepat. Hal ini sekaligus menjadi kontribusi nyata dalam menjaga keberlanjutan populasi harimau sumatra,” ungkapnya.
LK Lembah Hijau berjanji akan terus meningkatkan kualitas pengelolaan satwa sesuai prinsip kesejahteraan satwa (animal welfare) dan mendukung program konservasi populasi satwa liar. Kementerian Kehutanan menegaskan bahwa kelahiran ini tidak hanya berkontribusi pada peningkatan populasi, tetapi juga memiliki nilai strategis dalam edukasi, penelitian, dan penguatan kesadaran publik terhadap pentingnya pelestarian satwa liar.
Melalui kerja sama antara BKSDA Bengkulu-Lampung, BBTNBBS, PKBSI, dan pihak terkait, program konservasi berbasis kolaborasi akan terus didorong, baik di in situ maupun ex situ. Upaya ini menandai langkah konkret dalam menjaga keberlanjutan harimau Sumatra di Indonesia.
Peristiwa kelahiran ini menegaskan bahwa upaya penyelamatan dan pengelolaan ex situ dapat menghasilkan generasi baru harimau Sumatra, sekaligus memperkuat kesadaran publik akan pentingnya melindungi spesies yang terancam. Dengan dukungan pemerintah, lembaga konservasi, dan masyarakat, harimau Sumatra memiliki peluang lebih baik untuk bertahan hidup di masa depan.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Promo Akhir Juli: Tiket Trans Studio Cibubur Mulai Rp398 Ribu
Piala Dunia 2026 Gagal Tarik Lonjakan Wisatawan
'Timuran di Bekasi' Hadirkan Musik Santai dan Games Seru
Nemuru Ciawi Siapkan Paket Liburan Sekolah Anak
Bandara Husein Sastranegara Resmi Jadi Bandara Internasional
13 Terluka dalam Lari Banteng San Fermin
