Dua Obat Ebola Mulai Uji Klinis di Kongo
Gambar atau konten salah?
Dua jenis obat untuk menangani penyakit Ebola kini tengah memasuki tahap uji klinis di Republik Demokratik Kongo. Obat-obatan tersebut adalah MBP134, yang merupakan antibodi monoklonal, dan remdesivir, obat antivirus. Keduanya akan diuji untuk melihat seberapa efektif dalam menyembuhkan pasien.
Data hingga 2 Juli 2026 mencatat total 1.406 kasus Ebola dan 438 kematian. Dalam dua pekan terakhir, rata-rata ada 38 kasus baru yang terkonfirmasi setiap harinya. Angka ini menunjukkan penyebaran penyakit yang masih cukup tinggi di wilayah tersebut.
Uji klinis ini menjadi langkah penting dalam mencari pengobatan yang lebih efektif. Sejauh ini, Ebola masih menjadi ancaman kesehatan serius di Kongo, dengan jumlah kasus yang terus bertambah setiap minggu.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Gelombang Panas Belanda Tewaskan 900 Orang, Prancis Terbakar
Kuasa Hukum Sarwendah Bantah Tuduhan Eksploitasi Anak
Pelabuhan Roro Gunungsitoli Disiapkan Jadi Pusat Logistik Nias
Kerajaan Dukung Penuh Timnas Usai Kalah di Semifinal
Gempa M3,4 Guncang Pidie Jaya, BMKG: Tak Berpotensi Tsunami
Sergai Bangun Mal Pelayanan Publik Rp6,2 Miliar Tahun Ini
Berita Terbaru
Bahlil Bantah Pemadaman Listrik Terkait Pasokan Batu Bara
Harga Minyak US$100 Per Barel, Masyarakat Berbondong Beralih ke BBM Subsidi
Bahlil Buka Suara soal Badan Usaha Khusus Migas Baru
Bahlil soal Impor Migas: Cari Pemasok Termurah
Pemerintah Dorong Program B50 Berhasil, Kini Siap Kembangkan E50
Presiden Kirim Surat ke DPR untuk Bahas RUU Migas
Pemerintah Hidupkan 45.000 Sumur Rakyat dan Sumur Tua
Proyek Sampah Jadi Listrik Bogor Raya 1 Mulai Dibangun
Pertamina Percepat Produksi Migas Demi Target 1 Juta Barel
Pertamina EP Buka Suara soal Kasus BUMD Bekasi
