Dua Pohon Jati Tumbang, Warung Terbakar Tanpa Korban

Nurul H. · 2 min baca · 3 bulan lalu · 75 dibaca
Bisik.id
Dua Pohon Jati Tumbang, Warung Terbakar Tanpa Korban

Gambar atau konten salah?

28 Maret 2026 – Cuaca ekstrem dengan hujan deras dan angin kencang menabrak wilayah Kecamatan Pakisaji, Kabupaten Malang. Angin yang kuat menyebabkan dua pohon jati tumbang di dua lokasi berbeda.

Di Desa Karangnongko, di area Flamboyan Jiwo, RT 12/RW 03, sebuah pohon jati berdiameter sekitar 30 sentimeter dan tingginya 12 meter terjatuh. Pohon tersebut menimpa atap rumah kos milik Pak Jilak. Lima kamar kos mengalami kerusakan ringan pada atap, dan kabel listrik di area tersebut tertimpa serpihan kayu.

Lokasi kedua berada di Jalan Raya Panji Pulang Jiwo, RT 08/RW 01, Desa Sutojayan. Di sana, pohon jati berdiameter 20 sentimeter dan tinggi 8 meter roboh menimpa atap bagian samping warung milik Ibu Lia. Seperti kejadian pertama, kabel listrik di sekitar pemukiman turut terkena dampak.

Setelah menerima laporan warga, Sadono Irawan, Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Malang, segera mengirim tim reaksi cepat ke kedua tempat. Ia menegaskan bahwa penanganan dilakukan secara kolaboratif bersama sejumlah pihak untuk memastikan akses jalan dan keamanan warga segera pulih.

“Fokus utama petugas adalah pembersihan material pohon menggunakan gergaji mesin agar mobilitas warga tidak terganggu dan potensi bahaya dari kabel listrik yang tertimpa bisa segera diminimalisir,” ujar Sadono Irawan kepada wartawan pada sore hari.

Tim TRC PB bersama PMI dan unsur Forkopimcam Pakisaji tiba di lokasi untuk melakukan pendataan dan evakuasi. Pembersihan dan pemotongan pohon di kedua titik dinyatakan selesai pada pukul 15.20 WIB. Meski terjadi gangguan pada jaringan listrik, PLN sudah berada di lapangan untuk memperbaiki kabel.

Selain BPBD dan TNI‑Polri, unsur Marva Telekomunikasi serta Buana Solusindo turut membantu proses normalisasi di area terdampak. Sadono Irawan menegaskan bahwa tidak ada korban jiwa maupun luka‑luka dalam peristiwa ini.

Berdasarkan hasil assessment di lapangan, nilai kerugian materiil masih dalam kategori nihil. Kerusakan pada bangunan tergolong ringan, dan pemiliknya langsung memperbaiki secara mandiri.

Masyarakat diimbau untuk tetap waspada, mengingat saat ini masih berada dalam masa tanggap darurat bencana hidrometeorologi.

Peristiwa ini menyoroti pentingnya kesiapsiagaan dan koordinasi antar lembaga dalam menghadapi cuaca ekstrem. Meskipun tidak menimbulkan korban serius, kerusakan material dan gangguan listrik menandakan risiko yang harus diwaspadai oleh warga setempat.

cuaca ekstrempohon jatiangin kencangBPBD Malangkabel listrikevakuasikesiapsiagaan

Komentar

Memuat komentar...