Durian China Turun 40 Yuan, Pasokan Melonjak lewat Kereta
Gambar atau konten salah?
Jakarta, harga durian di China mengalami penurunan yang cukup signifikan setelah pasokan dari negara‑negara Asia Tenggara melonjak. Buah yang dulu dianggap mahal kini dapat dibeli dengan mudah oleh konsumen.
Pasokan durian meningkat setelah musim panen di Asia Tenggara, dan jalur distribusi semakin berkembang. Salah satu jalur utama adalah kereta api lintas negara, yang memudahkan pengiriman dari Laos ke China.
Sejak awal tahun 2024, China‑Laos Railway sudah mengangkut sekitar 50.300 ton durian impor. Angka ini naik 94,2 % dibanding periode yang sama tahun lalu.
Lonjakan pasokan ini menjadi perbincangan di media sosial China. Banyak warganet menyoroti harga durian yang turun hingga memunculkan istilah kebebasan membeli durian, merujuk pada kondisi ketika buah ini tidak lagi dianggap mahal.
Distribusi durian semakin meluas ke berbagai wilayah. Di Chengdu, pusat distribusi durian baru dibuka dan ditargetkan mampu menangani lebih dari 15 % impor durian segar China dalam beberapa tahun ke depan.
Fasilitas ini akan dilengkapi penyimpanan rantai dingin serta mendukung pengiriman internasional, sehingga kualitas buah dapat terjaga selama transit.
Sementara itu, di Guangzhou, pasokan durian meningkat dalam waktu singkat. Dalam satu pekan, lebih dari 6.300 ton durian segar asal Thailand tiba di Pelabuhan Nansha. Secara keseluruhan, sejak pertengahan April 2024, pelabuhan tersebut telah menerima lebih dari 9.500 ton durian dari berbagai negara.
Berbagai pasokan ini berdampak langsung pada harga. Harga eceran durian dilaporkan turun menjadi 40 yuan atau sekitar Rp90.000‑Rp100.000 per kilogram. Jumlah tersebut terlihat lebih rendah dibandingkan tahun sebelumnya.
Seorang pelaku usaha menyebut penurunan harga dipengaruhi oleh meningkatnya produksi dan jumlah pelaku di pasar. "Ke depannya, pasar tidak lagi akan berfokus pada persaingan harga, tetapi akan beralih ke persaingan kualitas," ujarnya.
Selain itu, peningkatan efisiensi distribusi juga berperan. Manajer pengadaan dari Jiaxing Higo Import & Export Co, Mia Lu, menyebut biaya logistik kini lebih rendah. "Sebagai contoh, Guangzhou kini memiliki jalur pengiriman durian langsung, dengan total 10 kapal setiap minggu langsung dari Thailand, di mana produksi durian meningkat sekitar 30‑40 % dibanding tahun lalu," kata Mia Lu.
Meskipun harga turun, permintaan durian di China tetap tinggi. Hal ini menunjukkan pasar durian di negara tersebut masih memiliki potensi untuk terus berkembang.
Secara keseluruhan, kenaikan pasokan melalui jalur kereta api dan pelabuhan, serta peningkatan efisiensi logistik, telah menurunkan harga durian. Namun, fokus pasar kini bergeser dari persaingan harga menuju kualitas, menandakan perubahan strategi dalam industri buah tropis ini.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Es Krim Baltic Tutup Setelah 87 Tahun
Argentina vs Inggris: Bukan Cuma di Lapangan, Juga di Pastry
PM Hungaria Terima 90 Mangga dari Pakistan, Simbol Diplomasi
Workshop Kotak Bunga Korea: Kado Personal Buatan Sendiri
Wisatawan RI Didenda Rp385 Ribu Bawa Bakso di KLIA
5 Tempat Ayam Bakar Enak di Jakarta, Mulai Rp23.000
Berita Terbaru
Prabowo Pilih Maung Mahal Demi Industri Dalam Negeri
Prabowo Akan Luncurkan Motor Listrik Nasional
Prabowo Resmikan Proyek LNG Masela, Tunggu 28 Tahun
Stok BBM Nasional Aman 14-40 Hari
PLN Diskon Tambah Daya 50% Sambut Tahun Ajaran Baru
Iran Ancam Hentikan Ekspor Energi Timur Tengah
Pemerintah Tetapkan 60% Gas Blok Masela untuk Domestik
Antrean BBM di Medan Kembali Normal
Prabowo Target Bangun 50 Pabrik Etanol Demi BBM Campur
Irak-Suriah Hidupkan Pipa Minyak Alternatif Hormuz
