El Nino 2026: BMKG Prediksi Kuat Potensial Indonesia

Ika P. · 2 min baca · 2 bulan lalu · 296 dibaca
Bisik.id
El Nino 2026: BMKG Prediksi Kuat Potensial Indonesia

Gambar atau konten salah?

Fenomena El Nino diperkirakan mulai memengaruhi Indonesia sejak April 2026. Menurut Rira Damanik, prakirawan cuaca BMKG, kondisi El Nino sudah terindikasi muncul dalam kategori lemah. Ia mengatakan, “Terindikasi El Nino mulai masuk pada bulan April dalam kategori lemah dan berdasarkan prediksi BMKG pada periode Mei hingga Oktober 2026, El Nino berada pada kategori lemah hingga sedang.”

Prediksi BMKG menegaskan bahwa dari Mei hingga Oktober 2026, El Nino akan tetap berada di kisaran lemah hingga sedang. Hal ini menandakan potensi perubahan pola cuaca, namun tidak menandakan kekuatan ekstrem yang biasanya terlihat pada fase El Nino kuat.

Sementara itu, WMO di bawah Perserikatan Bangsa‑Bangsa juga memperkirakan El Nino akan kembali berkembang pada pertengahan 2026. Kepala Prediksi Iklim Wilfran Moufouma Okia menyatakan, “Setelah periode netral di awal tahun, terdapat keyakinan tinggi akan munculnya El Nino yang kemudian dapat menguat.” WMO menilai kemungkinan munculnya El Nino pada periode Mei hingga Juli, dengan indikasi awal menuju fase yang lebih kuat.

El Nino adalah fenomena pemanasan suhu permukaan laut di Samudra Pasifik bagian tengah dan timur. Kondisi ini memengaruhi pola angin, tekanan udara, dan curah hujan di berbagai wilayah dunia, termasuk Indonesia. Di Indonesia, El Nino biasanya dikaitkan dengan:

  • Penurunan curah hujan
  • Musim kemarau lebih panjang
  • Peningkatan risiko kekeringan dan kebakaran hutan

Fenomena ini terjadi secara alami setiap 2 hingga 7 tahun dan biasanya berlangsung sekitar 9 hingga 12 bulan, bergantian dengan fase kebalikannya, yakni La Nina. WMO juga mencatat El Nino sebelumnya berkontribusi terhadap peningkatan suhu global yang signifikan. Tahun 2023 tercatat sebagai salah satu tahun terpanas, sementara 2024 bahkan menjadi rekor tertinggi sepanjang sejarah. Dalam pembaruan iklim global terbarunya, WMO melihat adanya kenaikan cepat suhu permukaan laut di wilayah Pasifik ekuator, indikasi kuat kembalinya El Nino. Ke depan, kondisi ini diperkirakan akan menyebabkan dominasi suhu daratan di atas normal secara global dalam beberapa bulan mendatang.

Meskipun El Nino merupakan fenomena alami, WMO menegaskan bahwa perubahan iklim tidak secara langsung meningkatkan frekuensi atau intensitasnya. Namun, pemanasan global dapat memperparah dampak yang ditimbulkan. Laut dan atmosfer yang lebih hangat menyediakan energi dan kelembapan lebih besar, sehingga meningkatkan potensi cuaca ekstrem seperti gelombang panas dan hujan lebat. Dengan berbagai indikator tersebut, masyarakat Indonesia diimbau mulai mewaspadai potensi dampak El Nino, terutama memasuki pertengahan hingga akhir 2026.

El NinoBMKGWMOIndonesiacurah hujankekeringansuhu laut

Komentar

Memuat komentar...